Kesekian Kaliku

Ribuan bahkan milyaran Kecil, bahkan tersering besar sekalipun Napsu yang menguasai raga hina ini Hanya titik hitam, kala itu Terbalut kian hitam, benda mulia itu Saat ini.. Taubat seolah permainan jenaka Yang bisa kuulangi setelah berbuat Berbuat hal, yang Kau jadikan larangan. Sering sekali dosa setelah taubat ku Sehingga, terus sahaja berputar Ya, seperti permainan …

Continue reading Kesekian Kaliku

Advertisements

Mengukir Tembok Beton

Berpaling dari angan Dengan darah hati menanti Menuruti paksaan karena tersakiti Layaknya bulan menandingi matahari Kelopak mawarpun berguguran Karena awan melawan hujan Bak kertas mematahkan goresan hitam Dengan penuh penyesalan Kabut telah menanti Namun, darah putih datang membasahi pipi Dengan menatap buta Menyadari kesalahan yang membara Kurela… Meretakkan semua yang berlalu Tuk membuang gumpalan penyesalan …

Continue reading Mengukir Tembok Beton

Gelabah Malam

Bumi yang merupa kehidupan profan Seharusnya tidak menjadikan malam pongah dengan menindih siang Begitu juga dengan dua manusia telanjang yang mengupas keduniawian Besar rasanya, seharusnya menghayati alasan penciptaan Perempuan yang yoni dalam rupa lumpang, sabar menjadi sumber kehidupan Disandingkan dengan lelaki yang disangga Tertoteh begitu saja tanpa surat nikah Juga dalam sejarah catatan fana Keduanya, …

Continue reading Gelabah Malam

Terperangkap

kudengar debur jantung berdebar menahan denyar renjana liar yang menawarkan rinai kenikmatan kusadar tatapan mata telah berubah nanar memendam gusar diri yang pandir terbujuk oleh jebakan kesesatan kini aku benar-benar terkapar terbius ranum bibir para lacur yang tak jemu melena khayalan sampai kapan hal ini akan terbiar? sedang jiwaku kian menggelepar terkubang dalam lumpur perangkap …

Continue reading Terperangkap

Malam Panjang Pengampunan

Di kota ini pengampunan itu serupa pengemis jalanan Menggigil bertangkup udara munafik menjengkali malam-malam di musim dingin Wajahnya kotor dijelagai kesinisan Pakaiannya compang-camping disobek kebohongan Oh lupakan saja rasa bersalah!!! Malam masih panjang, dia sedang tidur nyenyak Di pelukan hangat perapian di rumah pengerat berdasi Dimana penyesalan??? Ia duduk di belakang meja sibuk memotong pajak …

Continue reading Malam Panjang Pengampunan

Aku Akan Pulang, Tuhan

Senja menyapaku dengan tatapan nanar, layaknya menunggu untuk segera pulang. Sejauh ini, Aku telah menjalani langkah yang terseok-seok sampai hari ini, Aku pernah mencintai dan meletakkan harapan yang tak sejalan dengan kenyataan. Dalam sunyinya malam, semesta selalu saja membuatku lemah tak berdaya. Mengungkap semua rasa, suka duka mencintai dan berharap tanpa balas. Aku menyukai kebersamaan …

Continue reading Aku Akan Pulang, Tuhan

Hijrah Sang Penghina

Saat semesta tak menganggap Saat olok merendahkan Saat diri tak lagi bertemu bahagia Apakah sang pengatur semesta melupakan? Apakah sang pemberi suara membentak? Apakah sang pemberi bahagia sedang berbahagia? Dia selalu ingat Dia hanya menegur Walau Dia sangat marah Tak pernahkah terbesit khilaf? Tak pernahkah terbesit rindu? Sadarkah? Dia rindu akan rintihmu Dia rindu tangis …

Continue reading Hijrah Sang Penghina

Dosa

Kini aku menghitung dosa seakan-akan menghitung titik-titik hujan Namun dosa-dosaku tak akan menguap karena panas Menghilang karena angin Aku membiarkan garis-garis kehidupan Menginjak harga diriku Hari-hari kelam bagai bayanganku Mengejar kemanapun aku berlari Semakin cerah tujuanku Semakin besar bayang-bayangku Mungkin aku lalai dalam berdoa Aku kalap dalam bersyukur Malam ini aku benar-benar menangis Tangan lemahku …

Continue reading Dosa

Terlambat

Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai masa lalu Terlalu lama bersarang Terlalu pekat untuk dibasuh Terlalu sesak menyusup ingatan Terlalu banyak melahirkan air mata Matahari berkilauan di sudut senja Meninggalkan semburat jingga menggelegak Diiringi Air laut yang memantulkan pengharapan Akan sebuah …

Continue reading Terlambat

Ampun Dalam Derita

Keangkuhanku mendatangkan malapetaka Bisikan ganjil terus mengusik telingaku Mengacaubalaukan pikiranku Bahkan tangan gaib pun mulai merengkuhku Di atas segala penderitaan yang melanda Di ujung kewarasanku Terselip sesal akan hidupku yang keliru Ingin rasanya berbalik, melarikan diri Tapi belenggu ini terasa semakin erat Sakit. Siksa ini semakin sakit Tolong. Tolong aku Perlahan raga ini mulai pasrah …

Continue reading Ampun Dalam Derita