Jarak Dalam Genggaman

Kau di seberang layar,
aku di ujung malam yang sama
Antara kita, sinyal yang putus-putus
membawa suara
seperti surat yang dikirim lewat angin

Kita belajar mencintai
dengan cara baru,
menghitung jam
sebagai pengganti pelukan,
menyimpan foto
sebagai pengganti kehadiran

Meski rindu meyimpan luka
dalam percakapan sunyi
seperti cahaya selepas malam
yang tetap datang,
memeluk tanah yang kedinginan

Tak ada yang berubah
saat kau menyebut namaku
aku masih merasa digenggam
meski tanganmu berada, jauh di kota
tanpa napasku disana

Ruang Antara Doa

Aku tidak selalu tahu
kepada siapa aku berbicara
ketika menutup mata
di tengah keramaian

Mungkin bukan kepada siapa-siapa,
Mungkin hanya kepada ruang
yang selalu ada
menunggu tanpa perlu dijawab

Doa, bagiku,
bukan permintaan
yang harus dikabulkan
tapi jeda
yang mengajarkan
bagaimana caranya diam
tanpa merasa sendirian

Di situlah aku percaya
Tuhan tidak selalu hadir
sebagai jawaban,
kadang Ia hadir
sebagai ruang
yang membuatku berani bertanya
untuk menemukan jalan
yang Ia persiapkan

Warna Yang Tertinggal di Telapak Tangan

Aku menyimpan warna-warna kecil
di telapak tangan
biru dari langit masa kecil,
cokelat dari tanah rumah lama,
kuning dari cahaya
yang jatuh di meja makan
saat semua orang masih ada

Warna-warna itu tidak pernah benar-benar hilang,
hanya berpindah tempat
dari mata, ke ingatan,
dari ingatan, ke cara aku mencintai
hal-hal kecil hari ini

Barangkali begitulah kenangan bekerja
ia tidak meminta kita kembali,
ia hanya meminta kita membawa
sedikit warnanya,
ke mana pun kita pergi

The River Keeps Flowing

Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau

Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu

Mungkin kita juga begitu

Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir

Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti