Kota

Di seberang kota yang buta itu Kudapati beberapa anak-anak bisu Dari kantong-kantong belanjaan supermarket Membisu sesekali terdiam Terdiam sesekali membisu Di seberang kota yang bisu itu Kudapati beberapa pengamen yang tuli Dari dompet-dompet tuan buncit berdasi Mendengar sesekali tuli Tuli sesekali mendengar Di seberang kota yang tuli itu Kudapati beberapa pengemis buta Dari pinggir-pinggir jalanan …

Continue reading Kota

Advertisements

Kita Tak Mau Berbuat Apa-Apa

saat kita kehabisan kata menyesatkan diri atau bersembunyi kau pilih di antara, di tengah keterlanjuran-keterlanjuran bukan melulu soal rasa atau perkara cinta hatimu perlahan dihinggapi rayap menggerogoti jiwa yang lemah dan lembab juga harimu, menuju penghabisan hingga bosan yang mahadahsyatnya kita tak bisa berbuat apa-apa (yang paling parah) kita tak mau berbuat apa-apa menunggu, hingga …

Continue reading Kita Tak Mau Berbuat Apa-Apa

Ayahku Itu Siapa?

Sampai hari ini aku bingung ayahku itu siapa. Semenjak kecil aku sering ditinggal bersama gadis muda di ruang keluarga. Ibu pernah bilang gadis muda itu pengganti ibu selama ibu pergi bekerja. Lalu ayah penggantinya mana? Ibu bilang ayahmu tidak perlu pengganti, kan ayah masih sibuk dengan tidurnya di kamar ibu. Aku selalu bertanya-tanya tentang ayah …

Continue reading Ayahku Itu Siapa?

Akhir Pesta Di Tepi Neraka

Belum habis sisa segelas darah yang bercampur dosa Dari pesta semalam di tepi neraka Di situ yang ditemani setan dan iblis saling bersayembara Memperebutkan tahta yang terpenjara dalam hati manusia Karena sudah lama berkarat tak lagi tersiram oleh iman Hingga luntur warna keemasan yang dulu menjadi tameng kenistaan Kini hanyalah nadi terakhir yang bergegas memompa …

Continue reading Akhir Pesta Di Tepi Neraka

Gemuruh Ampunan Tuhan

Tak ada raga yang kekal Kekal dalam jeruji kekhilafan Raga berbalut lumpur tak sesuci tasbih Ngiang lafal ucap membunuh diri Oh manusia, tak sempurna tuannya Ia lahir seperti tak tahu arah Tangan kanan genggam arak Lalu tangan kiri lihai hisap ganja Hembusan nafas mendosa raga Tapi ia tak peduli Ini hidupku, bukan hidupmu Lihat! Tangan …

Continue reading Gemuruh Ampunan Tuhan

Penjahat

Penjahat bejat mulai sekarat Terjebak harapan dan keraguan Segala rasa membongkah seperti batu Membeku ditusuk lembab Membisu dibekap pengap Jangan tanya cinta pada tersangka Karena kenang sudah menjadi genang Setelah bekunya lebur dibakar rindu Di dalam ruang penjara Hatinya menuntut pada semesta Apa yang diinginkan seorang tahanan ? Ampunan, Atau kesempatan ? Yogyakarta, 2 November …

Continue reading Penjahat

Maaf, Terlalu Lama

Hambar di sorot matanya Ribuan bekas sayatan entah di mana Pengembaraan yang tak berujung Kelam yang menghanyutkan Menyeret-nyeret dalam arus kehampaan Sebongkah potret dalam bingkai Sepasang cincin tak genap sepasang Seutas lagu lama dalam kenangan Ribuan tawa yang tak lagi diingat bunyinya Rentetan cerita yang sedang dalam usahanya menghilang Kursi taman di samping kolam Rumput …

Continue reading Maaf, Terlalu Lama

Ampunanmu Ampunan-Nya

Ayah, Ibu Janganlah kau tanyakan aku tentang apa yang kuberi Dan yakinku, untuk itu kau takkan sampai hati Karena yang telah kuberi hanyalah tikaman belati Atau paling tidak ribuan duri yang menghujam nadi Tidakkah usang jiwa lucah ini meludahi wajahmu berulangkali? Tidakkah usang jiwa kotor ini melumurimu dengan jutaan dosa yang menadi? Dengan kemurahan durhaka …

Continue reading Ampunanmu Ampunan-Nya

Atas Nama Sunyi

Atas nama sunyi Berendam dalam kesendirian Kehilangan kian terasa Memeluk bayangan silam Hanya kosong tak tersentuh Raga itu terpisah jarak Bersandar di pelukan lain Atas nama sunyi Berapa lama seperti ini Memandang setiap kenangan Berpencar senyuman di kepala Mata lahir seolah melihatnya Menyebar di segala sudut Lalu hilang ditelan kesadaran Atas nama sunyi Puisi menjadi …

Continue reading Atas Nama Sunyi