Jarak Pandang Kita

Tidak pernah ada kabutSebab udara tak juga mengenal gigilMeski matahari tampak seolah berselimut Aku tak bisa memandangmuwalau kurasa jarakmu hanya secuil.Tidak ada tembok, Jerman telah bersatuTersisa sebuah, tempat orang memanggilTuhan yang jauh dan tinggiAku pun merasa sesak, tanpamu, bernapas menjadihal paling tak bebas. Tak bisa kulepasmasker di wajah, namun mata perih, tetaptak bisa melihatmu sama …

Continue reading Jarak Pandang Kita

Do You See What I See?

My love, do you see what I see? cloudless night illuminated by the moon that shine on the beggar kid who just want a silver spoon My love, do you see what I see? amidst the edifices of banal desire where money is gain and power is win there is a man who never had …

Continue reading Do You See What I See?

Rumus Rindu

sungguh! tiada lebih bising manakala dengung denting kerinduan kian melengking nyaring dalam replika kenangan tentang kita. mungkin benar; merindu bukanlah sandiwara politik. serupa sidang para kabinet wakil kita kian pandai merangkai permainan kata berupa wacana. aku tak pernah bisa berkata jujur untukmu, kawan. bilamana wajahmu kerap menabur subur di hati dan mata yang seketika mencipta …

Continue reading Rumus Rindu

Suspirium

Suspirium of impression Love at the time of occupation Obviously clearly want to go But was surprised to see the argo Suspirium of being curious Think about how to make a chorus But don’t have a piano Can’t play an instrument, oh no Suspirium of an attempt Some chats that were rescript 1 minute compared …

Continue reading Suspirium

Pendahuluan

1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air mengalir keluar dari mata, mengambang dan jatuh Suara yang terdengar bagai kereta cepat Hanya lewat sepintas tanpa disadari Dengan suara lirih selirih hembusan nafas manusia …

Continue reading Pendahuluan

Gelora

Dalam karung itu matahari ia pikul, ada juga jumawa yang sengaja ia jinjing tinggi tinggi. Lalu ketika hujan tumpah, dan menguyubkannya. Ia masih saja berkisah "Matahari ini kan tetap merajai semesta" Ia yang buta dengan benderang obor di tangannya. Dihadapnya, sumbu peletup segala dermaga dengan puluhan drum berisi rum. Satu ledakan mampuskan beberapa anak kecoa …

Continue reading Gelora

Kasidah Air Mata

;Teruntuk Neng Ozara Selamat malam luka, selamat hijrah ke hatiku Apalagi yang semestinya hendak kututupi berkali-kali pada sepi Bilamana sekuntum mawar di tubuhku, perlahan gugur Mengering dedaunannya, sebab penindasan kemarau Tak henti-hentinya kau kirim dari senyummu Bahkan, seratus duri-durinya Pasrah menancap di curam dadaku. Terimakasih luka, perih yang kau wasiatkan padaku Telah sempurna menjadi riuh …

Continue reading Kasidah Air Mata

Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku

Nona, mengawali segelintir cemas ranggas paling ganas di dadaku Aku ingin titip perihal pada nyala api yang menari di matamu Bahwa tragedi paling kukuh: Adalah tunggalnya kesaksian rindu. Apalagi yang harus kukatakan pada langit Bilamana kebenaran dari rinduku Tak pernah mengenal proklamasi musim Keadilan kemarau, juga tetas rinai hujan yang bertandang di pekarangan rumahmu. apalagi …

Continue reading Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku

Hari-Hari Nestapa

pohon seribu satu malam itu dipeluk cahaya kamar kita kudengar ia merintih dari rimbunan hari-hari lalu kerap ia menatap nun ke langit gulung-bergulung awan-gemawan mengajari ia mendekap rahasia di dalam kamar seorang gadis legam memijaki bayang-bayang wajahnya hening tetapi pikirannya gemuruh angin daunan itu semakin menguning sebentar lagi bakal terpelanting menyusur udara lalu melepas lelah …

Continue reading Hari-Hari Nestapa

Senandung Daun

seperti kupu-kupu lain kau senang terbang ke tempat yang kau ingin membiarkan hijau tubuhmu disaksikan dahan-dahan yang merindukan sentuhan sementara beberapa ilalang kerap membayangkan suatu saat tubuhnya senantiasa kekar lalu merayumu tuk singgah sebentar alkisah, semasa menjadi ulat kau sering mencumbu tubuhku hingga sekarat bahkan, telah kuberikan seluruhnya padamu walau tak pernah kutahu seperti apa …

Continue reading Senandung Daun