35 Puisi – Poetry Prairie Lite #6

DAFTAR PUISI PILIHAN Daviatul Umam - Malam Pengampunan Sami'an Adib - Menuju Taman Maharanum Panji Sadewo - Unnamed Hollows Aditya Aji Novtara - Mencoba Mengerti Sebuah Titik Agnes Melati - Setetes Cinta Untukku Ahmad K - Bangunlah Alma Fitri Steviana - Bentang Maaf Ammar - Segelas Cahaya Sang Pengampun Angga Kusumadinata - Ampunanmu Ampunan-Nya Army …

Continue reading 35 Puisi – Poetry Prairie Lite #6

Advertisements

Semesta Sunyi

Tak cukup tangis iba tuk tutup nganga luka Tak butuh cecar kata tuk ungkap duka lara Karena perpisahan selalu tinggalkan cenderamata Kesunyian yang meluapluap Senjamu tlah hadir di tengah derasnya hujan Lalu kau pergi sisakan bayangan punggung yang kian pudar Cukup sampai di sini Aku kan mendiam Dan memeluk sunyi Bukanlah apa dirimu yang bergiat …

Continue reading Semesta Sunyi

Nyala Obor

Saat-saat sunyi perjalanan. Kunyalakan obor di tangan. Apinya dari kepundan keramat puncak Kelud di musim pancaroba, yang menembangkan kutukan Lembu Sura. Anak-anak zaman limbung. Bermain dalam gelap perbendaharaan bahasa. Kubawa api penerangan di atas jalan berbatu. Apa kabar hari ini petani tebu, petani yang dulu memasok bahan baku primadona perdagangan kolonial; kini lahan penanaman tebu …

Continue reading Nyala Obor

Laguna Barat

Aku tetapkan tasbihku di laguna barat berhadapan bias cakrawala Puisi yang kulukis makin terasa sepi, digulung harapan yang tak puas diharap Perjalanan hidup yang melaksa jiwa tak pernah usai bahkan lebih menjadi-jadi Hingga terngiang, terkapar rautku menatap tubuh yang kian asing disentuh Tubuh yang dulu menemani berjalan hingga ujung lembah lain tertuntaskan Tubuh yang terbalut …

Continue reading Laguna Barat

Labirin Sukma

Nyanyian langit menderu Bersama derai air mata rindu Perlahan menapaki padang nan gersang Berjalan mengitari ladang nan usang Sungai pun mengalir Bersama semilir nafas berdesir Jamuan hilir menyambut tetes-tetes suci Seiring malam panjang mencari pusara Ilahi Air luapkan sejuta emosi Menyulut ombak kian menari-nari Aku, menghempas segala Doa antara pekatnya temaram Memaksa Sang Maha panahkan …

Continue reading Labirin Sukma

Melankolia Sunyi

I malam meranumkan bintang; mengutus pijar cahaya menjelma kabut — mendekapku: sebagai aura rindu yang gigil Banjarmasin, 1 Oktober 2015 II selalu, menunggu waktu mendermagakan tubuhmu di perempatan ini aku gariskan resah di atas trotoar beku sementara portal jalan masih tertutup dan jumper yang kini kukenakan serupa dingin malam; malam yang menghembuskan sunyi rembulan pada …

Continue reading Melankolia Sunyi

Dalam Asing Perjalanan

malam penaka jaring laba-laba yang dirajut angin gerimis begitu pekat memeram pengap lentera-lentera telah padam kini hanya liku-liku jalan tanpa tanda langkahku kian patah dililit belukar dan ular belum kudengar jua mazmur pantingmu* yang padanya tersirat petuah arah serupa sabda cahaya yang melesat dari doa ibu sedang di ruas rimba malam kian gelita penaka jaring …

Continue reading Dalam Asing Perjalanan

Zikir Kesunyian

aku bersembunyi di balik kabut baris-baris puisi zikirku seribu sunyi mengejarmu dalam gelap ruang semadi di antara erangan dan jeritanku yang terpendam aku hanya ingin memahami isyarat kegelapan yang telah mengiringi langkahku namun mataku selalu perih setiap melafazkan namamu adakah yang salah dari penglihatanku yang nanar dan tumbuh menjadi nyanyian kelakar musim panas membakar kata-kataku …

Continue reading Zikir Kesunyian

Pinta Untuk Sebuah Akhir

Dekatkan kubur itu Dekatkan ke rahim ibu Agar aku anakmu Bisa merasakan Sakit lahir dan sakit mati Aku yang terjerembab Mengukir luka Mengkhayal senyum Hanya mengusap daun kenistaan Sementara bual kemunafikan Terpatri abadi di jiwa Oleh jemari lembut sang peri kecil Dekatkan kubur itu Dekatkan pada rahim ibu Agar aku putramu Selamanya tahu Kasih orang …

Continue reading Pinta Untuk Sebuah Akhir

Atas Nama Sunyi

Atas nama sunyi Berendam dalam kesendirian Kehilangan kian terasa Memeluk bayangan silam Hanya kosong tak tersentuh Raga itu terpisah jarak Bersandar di pelukan lain Atas nama sunyi Berapa lama seperti ini Memandang setiap kenangan Berpencar senyuman di kepala Mata lahir seolah melihatnya Menyebar di segala sudut Lalu hilang ditelan kesadaran Atas nama sunyi Puisi menjadi …

Continue reading Atas Nama Sunyi