Di padang aksara yang tak bertepi
Kita menanam rima, memetik mimpi
Bukan sekadar tinta di kertas tua
Padang Aksara
Di padang aksara yang tak bertepi
Kita menanam rima, memetik mimpi
Bukan sekadar tinta di kertas tua
*where poems bloom endlessly
Di padang aksara yang tak bertepi
Kita menanam rima, memetik mimpi
Bukan sekadar tinta di kertas tua
Di padang aksara yang tak bertepi
Kita menanam rima, memetik mimpi
Bukan sekadar tinta di kertas tua
Kolaborasi seni dari Poetry Prairie dan Nature Day Art. Perpaduan seni visual dan rasa puitis dari keindahan alam.
Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan :
– Ribuan biji bintang
– Sepotong bulan
Dari perut langit, awan hitam pecah
membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah.
Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,
Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat
menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.
In your arms, I am enough,
yet more
In your arms, I am strong,
yet vulnerable
Specks of dust drift away
Fragments of the past scatter in the air
Weariness crawls, mute, at the end of the road
I composed you
not as a letter,
but as a frequency no one tunes into anymore
My body—
a blueprint drawn in disappearing ink.
Rooms I never entered.
I miss you like the sea misses
the sky
Rolling waves, keep coming, and going,
Bagaimana cara hidup?
Bagaimana cara mencintai tandus?
Bagaimana caranya sebuah perjalanan terlepas dari barisan ingatan? Tak mungkin, dan tak pernah mungkin.
Ada kata-kata di mata anakku
Menganga seluas samudra hitam
Ada hal-hal yang terlalu rumit
untuk ditumbuhkan dalam tidurmu yang singkat
dan kata-kata menjelma mimpi
Pagi terbuka oleh cahaya selembut doa
dan ketukan daun di jendela menggugah ingatan
bersama tetes embun dingin
Kebencian memutuskan jari-jemarinya
Di tengah-tengah musim semi
Ini musim jatuh cinta, bunga berbunga
Louise Elisabeth Gluck (lahir 22 April 1943) adalah penyair dan esais Amerika. Dia meraih penghargaan Nobel Prize in Literature pada tahun 2020
Keluarlah selepas senja
Menanti kepastian
Di persimpangan kalender semesta
Purnama ketigabelas nyala
Di kotamu yang semrawut, menjadi sederhana, adalah hal yang sulit dijalani. Sesuatu yang rumit dilakoni.
Kabar gembira bagi para penulis dan pencinta sastra di seluruh Indonesia! Olimpiade Sastra kembali hadir menyelenggarakan Lomba Cipta Puisi Tingkat…
Halo, para pecinta buku dan pegiat literasi di Tangerang dan sekitarnya! Ada kabar gembira bagi kamu yang ingin menikmati akhir…
Halo para pecinta literasi! Ada kabar gembira bagi kamu yang gemar merangkai kata dan peduli terhadap isu lingkungan. Komunitas Puisi…
Dalam rangka HUT ke-498 Kabupaten Indramayu Tema: Merawat Kebudayaan IndramayuPeriode: 15 September – 7 Oktober 2025 Terbuka untuk umum!Ayo, tuangkan…
✨ MENULIS PUISI BERHADIAH TOTAL 6 JUTA RUPIAH! ✨ Mari curahkan ide, imajinasi, dan perasaanmu dalam sebuah puisi! Ikuti Lomba…
📣 Payakumbuh Poetry Festival (PPF) mempersembahkan:🖋️ Sayembara Manuskrip Puisi PPF 2025 untuk penulis muda yang ingin puisinya bersuara tak hanya…
PENULISAN PUISI FESTIVAL LITERASI JAWA TENGAHTema: Ibu dan Perjuangannya Saatnya suaramu didengar lewat bait-bait puisi yang menginspirasi!Dalam rangka menumbuhkan minat…
🇮🇩 LOMBA BACA PUISI KEMERDEKAAN JATIMTIMES 2025✨ “Suaraku, Gayaku, Indonesiaku!”📢 Udah saatnya kamu tampil dan tunjukkan semangat kemerdekaan dengan gaya…
[RANGKAIAN PERLOMBAAN FESTIVAL SASTRA BULAN BAHASA 2025] Halo, Sobat Sastra! 🤩👋 Himaprodi Diksasindo kembali mempersembahkan Festival Sastra dan Bulan Bahasa…
Punya puisi tentang alam, desa, atau rasa yang tumbuh di tanah sendiri?Yuk ikut Lomba Menulis Puisi Nasional dari Yayasan Duta…