Origami Malam

/1/ Aku menulis fragmenmu: mengultuskan hujan penghabisan. Senja menenun angin di penghabisan musim sunyi: kediamanku yang disesaki selusin senyap manakala malam datang mengiring pemayaan atasmu yang kemudian aku punah olehnya. /2/ Aku ingin melampirkan kepadamu sepucuk malam gigil: sepilihan riak ombak yang pernah bertahta atas penghabisan jejak kakimu di atas pasir yang bersepuh purnama ayu. …

Continue reading Origami Malam

Advertisements

Di Bawah Tenda

bukanlah pencinta Bungur bila merebut bunga dari rantingnya menimbulkan suara patah menyerupai kata pamit dari belantara ungu yang kusebut cinta lalu meremah di sela jemari yang tak kunjung menulis puisi betapa merugi perhiasan aneh yang kau sebut hati yang tak pernah jera membangun kesedihan di bawah tenda bumi, tenda bunga yang kita kuliti atas nama …

Continue reading Di Bawah Tenda

Kaca Kita Berkaca-Kaca

-Sebuah Puisi 5 Bagian- (Mendengarkan album ERA by Mike Dawes, dan mengulang-ulang Zerkalo/The Mirror (1975) by Andrei Tarkovsky) Dedicated for : T. I - DEEP PURPLE Roulette dan Peluru Dingin yang tak sengaja, Dan kucium keningmu, Kita akan hempas, sayang .... Seketika ini atau esok setelah sia-sia, atau dihapus suara gitar, Yang meraba-raba raut cinta …

Continue reading Kaca Kita Berkaca-Kaca

Blue

Maybe it is just one of his random notion, Or the result of his complex contemplation, When he blurted out his favourite tone out of summer hue's gradation Blue is the calmest colour, he said, it is the epitome of a tragic illusion. Just look at the sky, he continues without any hesitation, The bluish …

Continue reading Blue

Tamu Besar

Tamu besar berbadan besar Datang membawa masalah besar Romannya terang-terangan berbinar Melihat semua orang menjadi cahar Kala itu,jika kau melihat adanya, mata semua orang berpendar Seperti jelaga yang dibakar Semua jelas menjadi nanar Hilang semua koar-koar “Itukah algojo kehidupan, wahai Tuhan yang Maha Besar?” “Seperti burung yang berkuar.” Izrail bisa jadi adalah manusia yang besar …

Continue reading Tamu Besar

Kota

Di seberang kota yang buta itu Kudapati beberapa anak-anak bisu Dari kantong-kantong belanjaan supermarket Membisu sesekali terdiam Terdiam sesekali membisu Di seberang kota yang bisu itu Kudapati beberapa pengamen yang tuli Dari dompet-dompet tuan buncit berdasi Mendengar sesekali tuli Tuli sesekali mendengar Di seberang kota yang tuli itu Kudapati beberapa pengemis buta Dari pinggir-pinggir jalanan …

Continue reading Kota

Kita Tak Mau Berbuat Apa-Apa

saat kita kehabisan kata menyesatkan diri atau bersembunyi kau pilih di antara, di tengah keterlanjuran-keterlanjuran bukan melulu soal rasa atau perkara cinta hatimu perlahan dihinggapi rayap menggerogoti jiwa yang lemah dan lembab juga harimu, menuju penghabisan hingga bosan yang mahadahsyatnya kita tak bisa berbuat apa-apa (yang paling parah) kita tak mau berbuat apa-apa menunggu, hingga …

Continue reading Kita Tak Mau Berbuat Apa-Apa

Ayahku Itu Siapa?

Sampai hari ini aku bingung ayahku itu siapa. Semenjak kecil aku sering ditinggal bersama gadis muda di ruang keluarga. Ibu pernah bilang gadis muda itu pengganti ibu selama ibu pergi bekerja. Lalu ayah penggantinya mana? Ibu bilang ayahmu tidak perlu pengganti, kan ayah masih sibuk dengan tidurnya di kamar ibu. Aku selalu bertanya-tanya tentang ayah …

Continue reading Ayahku Itu Siapa?

Menanam Rantau Cuaca

I awan-awan kelabu bergelantung di langit Januari kali ini merintikkan rinai-rinai kenangan pada jejak kota kelahiran hujan-hujan kerinduan membasahi tubuh anak perantauan yang ingin kembali dari ranah peraduan mengingat masa silam ketika masih bocah dan ingusan membantu bapak menyemai padi-padi di sawah yang mulai menguning seperti kulit ini sambil berlarian di sepanjang pematang aku berhayal …

Continue reading Menanam Rantau Cuaca

Kesekian Kaliku

Ribuan bahkan milyaran Kecil, bahkan tersering besar sekalipun Napsu yang menguasai raga hina ini Hanya titik hitam, kala itu Terbalut kian hitam, benda mulia itu Saat ini.. Taubat seolah permainan jenaka Yang bisa kuulangi setelah berbuat Berbuat hal, yang Kau jadikan larangan. Sering sekali dosa setelah taubat ku Sehingga, terus sahaja berputar Ya, seperti permainan …

Continue reading Kesekian Kaliku