Senja yang Marah

Senja yang marah Merajuk sepi di penghujung hari Mengingat segala liku Membasuh segala luka Mengikat segala lupa  Tetes keringat dari langit menyeruak aroma kepulangan yang dinanti sejak waktu. Jika kembali adalah hatimu maka pergi adalah perih yang mesti diikhlaskan _sebisa mungkin. Senja semakin marah Sebab jemari kata seringkali hunus yang paling tajam Mencabik maruah yang …

Continue reading Senja yang Marah

Advertisements

Membatu Di Depan Kaca

Selepas tidak melakukan apa-apa, lalu apa-apa tidak bisa dilakukan, karena batas mengatur setiap apa: beku yang terjamah mata—pikiran terlanjur menjadi negara, mengapung atas pertanyaan sendiri. Aku tak tahu. Ketika menemuimu, sebuah pistol melekat di pipi, tak terasa ledaknya tapi mulut tak bisa bersuara, itu sekilas cahaya. Denyar membawa jiwa karam ke dasar seperti sebuah pasar. …

Continue reading Membatu Di Depan Kaca

Zikir Kesunyian

aku bersembunyi di balik kabut baris-baris puisi zikirku seribu sunyi mengejarmu dalam gelap ruang semadi di antara erangan dan jeritanku yang terpendam aku hanya ingin memahami isyarat kegelapan yang telah mengiringi langkahku namun mataku selalu perih setiap melafazkan namamu adakah yang salah dari penglihatanku yang nanar dan tumbuh menjadi nyanyian kelakar musim panas membakar kata-kataku …

Continue reading Zikir Kesunyian

Atas Nama Sunyi

Atas nama sunyi Berendam dalam kesendirian Kehilangan kian terasa Memeluk bayangan silam Hanya kosong tak tersentuh Raga itu terpisah jarak Bersandar di pelukan lain Atas nama sunyi Berapa lama seperti ini Memandang setiap kenangan Berpencar senyuman di kepala Mata lahir seolah melihatnya Menyebar di segala sudut Lalu hilang ditelan kesadaran Atas nama sunyi Puisi menjadi …

Continue reading Atas Nama Sunyi

World Poetry Day – March 21

Hear the flow of language drifting above this land, traditions and the trinkets of archipelago. These are voices that compose musical arrangement of life, revives the soul to remote wilderness, wanderer and traditions. The hymn of poetry is not as complicated as the waves of strait between the islands, the valley between the mountains and …

Continue reading World Poetry Day – March 21

The Type (by Sarah Kay)

If you grow up the type of woman men want to look at, you can let them look at you. But do not mistake eyes for hands. Or windows. Or mirrors. Let them see what a woman looks like. They may not have ever seen one before. If you grow up the type of woman …

Continue reading The Type (by Sarah Kay)

Pesona Laut Kita, Nusantara

Pulau-pulau ini berdiam diri Mengisyaratkan kedekatan Mengisyaratkan rindu pada hujan Yang menyemai setiap bulan Garis laut yang jauh tak terbatas Berdetak tenang Mendorong setiap perahu dari layar nelayan Hanya berteman dengan angin dan senja Rumput laut dan karang terpaku pada dasar samudra Menggoyangkan nyiur hijau di dasar samudra Tanpa angin dan hanya dengan doa Mereka …

Continue reading Pesona Laut Kita, Nusantara

Senyuman Manis Si Laut Biru

Anganku terdampar ke seluk-beluk keindahan merangkai biru nan luas mata memandang Mengarungi luas-dalamnya kata yang tersimpan mencoba mengelilingi tiap sudut arti maknanya mencari sebuah jalan di persimpangan penuh misteri Untuk pecahkan rahasia mutiara tersembunyi Suara ombak pemecah karang memangggil namaku Mengajakku hadir menenmani indahnya rahasia Bersamanya coba habiskan tiap detik waktu Menyusuri kemegahan cipta tangan …

Continue reading Senyuman Manis Si Laut Biru

Havana, Maafkan Aku Berpaling

Gadis bergaun putih itu menyusuri reruntuhan megalitikum Havana Rambut panjangnya yang tergerai menari indah di balik puing-puing tua Menyelami kamar-kamar peradaban Sembari memejamkan mata Kilauan cahaya mentari Bone menembus ketenangan laut Olele Gadis kecil tersenyum dalam belaian ikan-ikan yang berdansa Disaksikan koral-koral Petrosia Lignosa sang Salvador Dali Surga tersembunyi penuh kenangan Tangan lelaki paruh baya …

Continue reading Havana, Maafkan Aku Berpaling