That night,
we didn’t speak of leaving
We folded our silences
like old letters
and placed them between the pillows
You touched my face
like you were memorizing the absence
that would come after
And I watched you become less
Not vanish—
but fade,
like a shadow stepping away
from its source
Tag: contemporary poetry
Syukur Yang Menyala
Ketika pagi datang dengan cahaya
adakah syukur yang kita nyalakan?
Mungkin syukur bukan semata tentang
memiliki lebih banyak, melainkan menyadari
betapa banyak yang tetap tinggal
ketika kita hampir kehilangan segalanya
Seteguk air pereda dahaga,
napas yang masih pulang ke dada,
mata yang menjadi jendela kepada dunia,
sepasang kaki yang masih sanggup
membawa kita melewati hari
Di luar, daun-daun
bergoyang tanpa pernah menghitung
berapa banyak angin yang datang
burung-burung bernyanyi
tanpa meminta pagi
membalas suaranya
Hutan Tak Pernah Tergesa
Sungai tak pernah berdebat
dengan lekuk tepinya
Ia berbelok,
dan entah bagaimana tetap sampai
In Your Arms
In your arms, I am enough,
yet more
In your arms, I am strong,
yet vulnerable
Chant of Blossoms
Specks of dust drift away
Fragments of the past scatter in the air
Weariness crawls, mute, at the end of the road
