Arah Kehidupan

Kita tak tahu kapan mata terbuka
dari kehampaan dunia yang bergulir
sepasang mata bayi yang mencari cahaya
tanpa pertanyaan ataupun kenangan

Adakah janji dan sumpah telah tertatah
dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi
hingga lenyap di rahim ibu
dengan dengungan kidung-kidung sayu

Mereka yang lahir dalam kedamaian
meraih berkah yang tak akan teringat
dan mereka yang terlahir dalam marabahaya
akan menanggungnya selamanya

Melipat Waktu

Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi

Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram

Ruang Antara Doa

Aku tidak selalu tahu
kepada siapa aku berbicara
ketika menutup mata
di tengah keramaian

Mungkin bukan kepada siapa-siapa,
Mungkin hanya kepada ruang
yang selalu ada
menunggu tanpa perlu dijawab

Doa, bagiku,
bukan permintaan
yang harus dikabulkan
tapi jeda
yang mengajarkan
bagaimana caranya diam
tanpa merasa sendirian

Di situlah aku percaya
Tuhan tidak selalu hadir
sebagai jawaban,
kadang Ia hadir
sebagai ruang
yang membuatku berani bertanya
untuk menemukan jalan
yang Ia persiapkan

Warna Yang Tertinggal di Telapak Tangan

Aku menyimpan warna-warna kecil
di telapak tangan
biru dari langit masa kecil,
cokelat dari tanah rumah lama,
kuning dari cahaya
yang jatuh di meja makan
saat semua orang masih ada

Warna-warna itu tidak pernah benar-benar hilang,
hanya berpindah tempat
dari mata, ke ingatan,
dari ingatan, ke cara aku mencintai
hal-hal kecil hari ini

Barangkali begitulah kenangan bekerja
ia tidak meminta kita kembali,
ia hanya meminta kita membawa
sedikit warnanya,
ke mana pun kita pergi

The River Keeps Flowing

Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau

Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu

Mungkin kita juga begitu

Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir

Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti

Penyair Sejati

Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana