Bulan Nampak Lebih Kecil di Kotaku

Di kotaku pintu-pintu setengah terbuka adat peluh yang berpesta di pelupuk mata belum juga punah di bahu kurus trotoar debu lebih deras dari keringat pejalan kaki hujan terbata-bata puisi-puisi yang lahir bersama embun harakiri di penghujung hari di pusat kota terlihat puluhan bencana tetapi bila mata dipicingkan jumlahnya berjuta-juta seperti kuman di sela kuku jemari …

Continue reading Bulan Nampak Lebih Kecil di Kotaku

Advertisements

Ayahku Itu Siapa?

Sampai hari ini aku bingung ayahku itu siapa. Semenjak kecil aku sering ditinggal bersama gadis muda di ruang keluarga. Ibu pernah bilang gadis muda itu pengganti ibu selama ibu pergi bekerja. Lalu ayah penggantinya mana? Ibu bilang ayahmu tidak perlu pengganti, kan ayah masih sibuk dengan tidurnya di kamar ibu. Aku selalu bertanya-tanya tentang ayah …

Continue reading Ayahku Itu Siapa?

Atas Nama Sunyi

Atas nama sunyi Berendam dalam kesendirian Kehilangan kian terasa Memeluk bayangan silam Hanya kosong tak tersentuh Raga itu terpisah jarak Bersandar di pelukan lain Atas nama sunyi Berapa lama seperti ini Memandang setiap kenangan Berpencar senyuman di kepala Mata lahir seolah melihatnya Menyebar di segala sudut Lalu hilang ditelan kesadaran Atas nama sunyi Puisi menjadi …

Continue reading Atas Nama Sunyi

Huruf-Huruf Kecil Menari

Sekumpulan huruf-huruf beradu dalam seru yang tak menyatu Terlalu lama bersanding tanpa suara, hingga benci satu sama lain Huruf-huruf kecil itu bersembunyi Dari kejamnya siang dan kelamnya malam Terkelupas satu persatu diantara rindu yang menusuk dalam keramaian Satu kata pun tak kunjung menyapa jiwa yang nyaris mati Huruf-huruf itu beranjak ke ujung bibir yang tersungging …

Continue reading Huruf-Huruf Kecil Menari