Melipat Waktu

Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi

Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram

Penyair Sejati

Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana

Perang Dingin

kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu … More

Pemasak Batu, Aku dan Tempat Makan

suatu petang menekuri kisah ibu pemasak batu, mencari penghiburan diri dalam malam kian tiris, berharap ringis sang anak tak berubah … More