Senja yang Marah

Senja yang marah Merajuk sepi di penghujung hari Mengingat segala liku Membasuh segala luka Mengikat segala lupa  Tetes keringat dari langit menyeruak aroma kepulangan yang dinanti sejak waktu. Jika kembali adalah hatimu maka pergi adalah perih yang mesti diikhlaskan _sebisa mungkin. Senja semakin marah Sebab jemari kata seringkali hunus yang paling tajam Mencabik maruah yang …

Continue reading Senja yang Marah

Advertisements

Membatu Di Depan Kaca

Selepas tidak melakukan apa-apa, lalu apa-apa tidak bisa dilakukan, karena batas mengatur setiap apa: beku yang terjamah mata—pikiran terlanjur menjadi negara, mengapung atas pertanyaan sendiri. Aku tak tahu. Ketika menemuimu, sebuah pistol melekat di pipi, tak terasa ledaknya tapi mulut tak bisa bersuara, itu sekilas cahaya. Denyar membawa jiwa karam ke dasar seperti sebuah pasar. …

Continue reading Membatu Di Depan Kaca

A Mother’s Vow

She walked as bright as candle light in a silent cold night She was a delicate one that strongly gave birth to her divine love Her loving tears are the fibrious sea in her heart Washing off the shore with the chants of children's voice in the wind From the darkness of her womb she …

Continue reading A Mother’s Vow

Melawan Ingat

Hentakkan kakimu Hempas dia dalam hatimu Lihatlah ruang dan waktu Masihkah ada kamu Masihkah ada lukisanmu di dia Cobalah menerka Rasakan dengan nuranimu Tatap apa yang ada di pandangannya Jangan luka Jangan pernah luka Kosong yang ada Senyum itu dari pikirannya Senyumnya penuh rencana Tangannya di bawah Tangannya menengadah Layunya rasa dalam hatimu Itu rahasia …

Continue reading Melawan Ingat

Tentang Datang dan Pergi

Malamku begitu sepi tanpa sekelibat parasmu, canda tawa yang dahulunya tak pernah absen untuk duduk di serambi hatiku kini tinggal debu Wanita itu yang merenggutmu dari pangkuanku, karena kekuranganku yang selalu memantrai setiap sudut matamu Bahkan kepak sayapku tak mampu meyakinkan agar kau tetap tinggal, meski tergelepar perih dan tergeletak kaku Sungguh, aku tak sedang meratapi …

Continue reading Tentang Datang dan Pergi

Terbakar di Pintu

Perempuan itu menepi. Terbakar di dekat pintu dan rasa kangen yang ganjen gamang kemana gerangan dialamatkan? Sedangkan hujan kian jauh merantau pada diri lelaki yang membakar tembakau. Hai, hidup memang tak tentu, ketika roda berdentam mengagetkan pecah di sebelah kanan. Munjul-Pandeglag, 29 Oktober 2015 BURNED AT THE DOOR That woman stopped over. Burnt near the …

Continue reading Terbakar di Pintu

Dalam Diam

Janganlah dulu kau pamit Janganlah dulu kau beranjak Malam waktu baru menyapa, Silahkan masuk katanya. Sunyi masih muda Alun angin masih menari-nari lincah dan kita berdua terduduk di sini di bangku taman di bawah pohon rindang berterangkan hanya sebatang lilin yang terus leleh dimakan waktu saling bertatap dalam diam diselimuti kabut; kabut bianglala Arak-arakan gerimis …

Continue reading Dalam Diam

Di Bawah Langit Agustus

Mari bicarakan rindu (lagi) Yang datang secara tiba-tiba pun tanpa aba-aba Bukan salah siapa, hanya saja hadirnya memang nyata Walau tanpa terka Ada, di waktu menikmati pesona malam-Nya Pada rasi bintang yang samar di antara rasa yang menguat  Lalu kubiarkan berhamburan di pelataran takdir, menjelma menjadi sebuah kata berwujud kepastian Maka, tak perlu lagi kutanya …

Continue reading Di Bawah Langit Agustus

Cahaya Sirius Si Perangkai Canis Mayor

Berjuta terang menghiasi gelap gulita Tak peduli akan takut pada malam Menghapus kian ribu mimpi buruk Merobek penuh ragu dalam sunyi Mencoba jauh lihat wajah langit Mengagumi kemegahan ciptaan Tuhan Gugusan bintang menyapu sepi Membangun jalinan arti rasi Ditemani jutaan rangkai bintang Mengizinkan anganku melayang Tampak pancaran sinar paling terang Mencoba memanggil suatu tanya Siapa …

Continue reading Cahaya Sirius Si Perangkai Canis Mayor

Quintet untuk Langit Malam

Langit malam Selalu kaulah sesuatu yang menarik Tertaburi mereka yang selalu apik Di awal senja dengan bintik-bintik Di tengah gelap tampak laiknya manik-manik Langit malam Mereka adalah bagian dari dirimu Tak terhitung jumlah berapa jutaribu Menempelkan diri bersama keelokan paraupanmu Merekalah rasi bintang yang setia nan syahdu Langit malam Berekor binatang, gegunung, dan, secuil hamba …

Continue reading Quintet untuk Langit Malam