Ayahku Itu Siapa?

Sampai hari ini aku bingung ayahku itu siapa. Semenjak kecil aku sering ditinggal bersama gadis muda di ruang keluarga. Ibu pernah bilang gadis muda itu pengganti ibu selama ibu pergi bekerja. Lalu ayah penggantinya mana? Ibu bilang ayahmu tidak perlu pengganti, kan ayah masih sibuk dengan tidurnya di kamar ibu. Aku selalu bertanya-tanya tentang ayah …

Continue reading Ayahku Itu Siapa?

Advertisements

Tuhan Keduaku

Hari itu aku sangat heran Darah di sekujur tubuhku berceceran Kulihat dunia baru yang berserakan Tetapi kupandang wajah yang penuh pengorbanan Di saat saraf otakku mulai tersesat tanpa arah melaju melewati batas akal sang pencipta Aku malu untuk maju mengangkat dagu, malu untuk menunggu kepastian yang masih terbelenggu Hampir-hampir aku tak tahu jasad siapa yang …

Continue reading Tuhan Keduaku

Cerita-Cerita yang Tidak Diketahui Selepas Hujan

Prolog: Selepas hujan adalah saat di mana lingkar pelangi menghiasi udara, sebuah keadaan yang tepat untuk aku memulai. Seredup aliran nafas untuk mengambil setiap ruh yang hendak berpergian mencari jalan pulang, demikian pula dia yang meringkuk di jalan Tuhan. Aku mengenal banyak wanita di dunia ini, gincu, rindu, senja dan cinta bahkan aku bisa mengingat …

Continue reading Cerita-Cerita yang Tidak Diketahui Selepas Hujan

Tandan Duka Bersenandung Angin

Entah di laut mana sekeping jiwaku jatuh, Terhempaskah dia di antara dera karang Rimbunan bakau di ujung senja, yang mencakar tebing lara.... ** Diakah yang berkelakar kabut, Menjamah haluan hingga gelora laut Menghujat kemudi, atau.. Berjelaga sudut mata gadis melayu, Tepi dermaga... ** Ada butir luruh di jiwaku rapuh.. Mengapung terayun nyanyian badai, Terkikis tak …

Continue reading Tandan Duka Bersenandung Angin

Urat Hikayat

Bumi yang dulu urat hikayat Bumi yang dulu kisah sejarah, kini mengambang Satu persatu kisahnya ditenggelamkan oleh zaman Saat langit diatasnya membiru, Cakrawala di laut mengapung Kepunahan yang terselubung tentang bumi yang sekarat Hidup semakin jadi melarat Saat aku berteriak hentikan! Belatung-belatung berteriak jangan! Bumiku semakin tersungkur Bagaikan raja tak lagi punya makhota Hilang sudah …

Continue reading Urat Hikayat

Menanam Rantau Cuaca

I awan-awan kelabu bergelantung di langit Januari kali ini merintikkan rinai-rinai kenangan pada jejak kota kelahiran hujan-hujan kerinduan membasahi tubuh anak perantauan yang ingin kembali dari ranah peraduan mengingat masa silam ketika masih bocah dan ingusan membantu bapak menyemai padi-padi di sawah yang mulai menguning seperti kulit ini sambil berlarian di sepanjang pematang aku berhayal …

Continue reading Menanam Rantau Cuaca

Membatu Di Depan Kaca

Selepas tidak melakukan apa-apa, lalu apa-apa tidak bisa dilakukan, karena batas mengatur setiap apa: beku yang terjamah mata—pikiran terlanjur menjadi negara, mengapung atas pertanyaan sendiri. Aku tak tahu. Ketika menemuimu, sebuah pistol melekat di pipi, tak terasa ledaknya tapi mulut tak bisa bersuara, itu sekilas cahaya. Denyar membawa jiwa karam ke dasar seperti sebuah pasar. …

Continue reading Membatu Di Depan Kaca

Pagi

Mungkin, kau pernah di beranda Sebagai kemelinting hiasan dari kerang Yang dibawa oleh angin untuk cangkul di ladang Mungkin juga, aku pernah di antara pematang Sebagai gemerisik rerumpunan padi Yang dibawa oleh angin untuk gerabah di para-para Atau mungkin, kita selalu pura-pura tak tahu Jika kita saling mengisi : Kau kepada kejauhan dan aku dari …

Continue reading Pagi

Sintesa: Blue Nude Pablo Picasso

Biru, ranum, pucat, lebam, telanjang Tampak punggung dan pinggul perempuan itu Menyembunyikan payudaranya dari sudut tatap "Tuan Picasso, dimana kubisme tuan?" Perkabungan membuat garis lekung, bukan persegi Mungkin itu bagiku, tapi bagi Picasso Yang telah lama hidup di titian garis mati: Siapa bisa tahu bagaimana rupa kelananya disana? "Dan, siapa perempuan itu?" Ah, sekali saja …

Continue reading Sintesa: Blue Nude Pablo Picasso

Bunuh Diri

Tangisan mengikat sumpah Uliran pada jiwa yang dilepaskan tak kentara Segala beban pada tulang telanjangnya Meski rasa itu tak benar-benar ada Tak nyata pun dalam mimpi Hingga ia menyeret tubuhnya sendiri Bersimpuh pada dahi yang melekat Matanya nyalang, berapi-api Menguras emosi yang tak berharga Tak ada yang tahu ombak di dalam sana Apa arti nyawa …

Continue reading Bunuh Diri