Cahaya Sirius Si Perangkai Canis Mayor

Berjuta terang menghiasi gelap gulita
Tak peduli akan takut pada malam
Menghapus kian ribu mimpi buruk
Merobek penuh ragu dalam sunyi
Mencoba jauh lihat wajah langit
Mengagumi kemegahan ciptaan Tuhan

Gugusan bintang menyapu sepi
Membangun jalinan arti rasi
Ditemani jutaan rangkai bintang
Mengizinkan anganku melayang
Tampak pancaran sinar paling terang
Mencoba memanggil suatu tanya

Siapa bintang paling terang itu?
Seolah menyambut pula memanggilku
ia ambil alih sorot pandanganku
Menatap langit gelap menuju arahnya

Kutanya pada segenap bintang…
siapakah dirinya itu?
Bertanya pada sang rembulan
Siapakah cahaya penerang itu?
Mencoba tuntaskan segala kata tanya

Lalu bintang berikan jalannya
Pada rasi canis mayor ia tinggal
Mencoba cari siapa namanya
Sang perangkai canis mayor

Kepadamu gelap kubertanya
Penuh terang yang jauh kugapai
Mencoba hiasi malamku nan sepi
Sirius sang perangkai

Tak ingin malam ini laju
Merapuh lalu usai
Ingin terus memandangimu
Tak penat menatap wajah langit
Cahayamu menggetarkan rongga hati
Kepadamu sirius si perangkai canis mayor

Curup, 7 Agustus 2016


Sirius Light The Canis Major’s Designer

Millions of light adorn total darkness
No matter how scared at night
Erase thousands nightmares
Ripping doubtfully in silence
Try to see the face of sky from a distance
Adore His grandeur divine creations

The stars’ clusters sweep this silence
Build the tangles of constellations
Accompanied by a million truss of stars
Allow my thoughts to wander
I see the most bright light
Trying to call a wonder

Who is that most bright star?
As if it greets me and call
It takes over my sight
Staring at the dark sky toward the star

I ask the stars, who it was?
I ask the moon
Who is that torch of light?
Trying to complete all the wonders

Then stars open their way
To Canis Major it lives
I try to seek its name
The Canis Major’s designer

To darkness I ask
So bright that’s so far
Trying to decorate my hollow night
Sirius the coupling

I don’t want this night to run
Fragile then done
I want to look through at you
Staring the face of sky
Your light thrills the cavities of heart
To you Sirius, the Canis Major’s designer

Curup, August 7th 2016

©Fetra Ardianto

Quintet untuk Langit Malam

Langit malam
Selalu kaulah sesuatu yang menarik
Tertaburi mereka yang selalu apik
Di awal senja dengan bintik-bintik
Di tengah gelap tampak laiknya manik-manik

Langit malam
Mereka adalah bagian dari dirimu
Tak terhitung jumlah berapa jutaribu
Menempelkan diri bersama keelokan paraupanmu
Merekalah rasi bintang yang setia nan syahdu

Langit malam
Berekor binatang, gegunung, dan, secuil hamba
Di bawah dekapan yang merasuk nyata
Serta rajutan bebintang tanpa ada benang sutera
Bersaksi bersamamu untuk memuja-Nya

Pemalang, 6 Agustus 2016


Quintet To The Night Sky

Night sky
Always you were something 
Sowed by their beauty
At the front of dusk with spots
Amongst the dark sparkling like beads

Night sky
They are a part of you
Countless how many thousandbillions of them
Pledged themselves to your elegance 
They are the most loyal, serene constellations

Night sky
Beast-tailed, mountains-tailed, and, a piece of me
Under a true pervasive embracement
Knitting stars without silk threads
To make an oath with you, worshipping God

Pemalang, August 6, 2016

©Muhammad Wildan Basri

Malam Langit Gelap (Poetry of The Milky Way)

Setiap kali memandang kota dari ketinggian, kita selalu terpesona dengan kerlap-kerlip lampu kota seakan bintang telah berpindah ke bumi. Tanpa disadari, cerlangnya lampu-lampu kota itu turut membunuh keindahan gugusan bintang di langit yang luar biasa menawan.

Tanggal 6 Agustus 2016 dinobatkan sebagai Hari Keantariksaan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Untuk merayakannya, LAPAN mengampanyekan “Malam Langit Gelap”, kampanye untuk meminimalisir polusi cahaya. 

Lewat kampanye “Malam Langit Gelap”, LAPAN mengajak warga kota mematikan lampu di luar ruangan pada pukul 20.00 – 21.00.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, jika seluruh warga kota ikut serta gerakan ini, maka bukan tidak mungkin gugusan bintang akan nampak di langit malam. Kita bisa melihat “Segitiga Musim Panas” yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, Altair. Bintang-bintang yang tersusun dalam bentuk segitiga ini sangat legendaris. Di Jepang, gugusan ini dikenal dengan “Gingga”.

Seluruh Indonesia juga bisa melihat dengan mata telanjang rasi bintang Angsa (Cygnus), Salib Selatan (Cygnus), dan rasi Kalajengking (Scorpiro).

“Khusus untuk Sabtu malam tanggal 6 Agustus 2016, kita juga bisa melihat Mars, Saturnus, dan bintang Raksasa Merah Antares yang membentuk segitiga,” kata Thomas.


Untuk mendukung kampanye “Malam Langit Gelap”, Poetry Prairie mengajak semua orang untuk mengikuti event cipta puisi khusus hanya di hari ini. Caranya mudah, simak ketentuan berikut:

  • Tema puisi: Milky Way / Rasi Bintang 
  • Jumlah puisi bebas, dengan bentuk dan format bebas. Cantumkan biodata dan kontak di bawah puisi.

  • Kirimkan puisi ke email: poetryprairie@yahoo.com 

  (subjek email: Malam Langit Gelap)

  • Batas akhir pengiriman puisi, 7 Agustus 2016 pukul 15.00 WIB.
  • Kami mencari puisi yang indah, menggetarkan hati dan mampu menggambarkan kemurnian langit dan rasi bintang. Puisi yang berhasil memikat hati kami akan ditampilkan di website Poetry Prairie (www.poetryprairie.com). 

  • Tiga puisi pilihan akan mendapat paket buku dari Poetry Prairie. 

  • Satu puisi terbaik akan mendapat tambahan hadiah kejutan dari Poetry Prairie.

  • Malam ini persiapkan diri kalian. Jangan lupa mematikan lampu dan sejenak lihatlah ke langit malam. Gugusan bintang dan simpul galaksi di langit adalah kemegahan yang diciptakan Tuhan. Nikmati melalui mata, resapi dengan hati dan tulislah puisimu.

    Big Love,

    Poetry Prairie