Tentang Datang dan Pergi

Malamku begitu sepi tanpa sekelibat parasmu, canda tawa yang dahulunya tak pernah absen untuk duduk di serambi hatiku kini tinggal debu Wanita itu yang merenggutmu dari pangkuanku, karena kekuranganku yang selalu memantrai setiap sudut matamu Bahkan kepak sayapku tak mampu meyakinkan agar kau tetap tinggal, meski tergelepar perih dan tergeletak kaku Sungguh, aku tak sedang meratapi …

Continue reading Tentang Datang dan Pergi

Advertisements

Di Kotamu

Di kotamu.. Ada senyum membius di ufuk pagi Merona terbakar ramahnya mentari Kepak sayap menggelora di tiap sudut jalan Memandang ke awan dan berseru “Di sinilah kan kugapai langitku!” Di kotamu.. Ada cinta di ujung lara Ada rindu di dekapan malam Ada tawa di balik dusta Ada tangis di atas kepongahan Di kotamu… Ku pernah …

Continue reading Di Kotamu

Pentas Kita

Hari ini, aku mencari wangimu di antara sekian aroma yang dikirim angin. Ingin kuberitahu kau, tentang puisi yang tumbuh dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, pandangan yang gagap, dan senyum yang kusembunyikan. Telah kusiram ia dengan rindu yang jatuh di ujung senja, juga dengan rinai pinta pada Tuhan. Aku menebak-nebak, mungkin kau tengah sibuk merawat puisi yang …

Continue reading Pentas Kita

Rindu Tak Berujung

Desir bayu menyayat hati Menoreh waktu bisikkan rindu Berseloka sama dedaunan kering Menguak rasa terhempas layu Ruang waktu dinding pemisah Pembuncah asa bergelayut sepi Bagai jasad bicara tanpa makna Andai jarak mengerti Satu sisi di ruang rindu Menerka secercah cahaya Menembus relung hati Rindu tak berujung ini Merayu resah, membisu Dalam setitik angan  Namun tiada …

Continue reading Rindu Tak Berujung

Catatan Pertemuan Luka

Air jatuh menyapa tanah Silap mata Tuhan segala ketidakyakinan menjadi mungkin Seribu satu warna rasakan deras detak jantung Bak air mengalir hingga terhenti pada samudera Satu kata lima huruf satu arti memutar dunia hingga beralih tujuan Cinta… maha daya zat kuasa manusia Teguh ukiran cerita dibuat hingga meluap Tak sadarkah, perlahan kau tancapkan pisau berkarat …

Continue reading Catatan Pertemuan Luka

Rayap dan Karatku

Dari waktu yang memasungku pada aromamu, masih tak dapat aku dobrak, bahkan sepertinya pasungmu tuli terhadap lapuk, terhadap rayap yang kukirim tiap saat. Nafsu memalingkanmu tanpa ingin tahu padaku yang terseok dengan pasung berat sambil mengendus-endus asap di antara angin kencang yang terkadang memberitahuku kemana arahmu beberapa hari yang lalu, dan aku tahan nyeri, aku …

Continue reading Rayap dan Karatku

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu meski kata-kata belum pintar membuat formasi yang menarik pandang. Tapi segaris rindu di kertas malam akan semakin panjang dan menjadi prasasti yang akan di kunjungi anak cucu. Aku mencintaimu dengan ribuan rintik doa yang tergenang oleh airmata berdarah sampai mengering pada almanakku yang telah pensiun mengisi hari juga telah mengajari bagaimana menyayangi puisi, …

Continue reading Aku Mencintaimu

Fragmen Pertemuan

1/  demikian angin mengurai kenangan  membawa hikayat tanah dan semesta  pembaringan bagi dedaun yang lelah menjaga  namamu dalam pengasingan 2/  adalah kita yang menjahit masa lalu  tempat bagi segala kebaikan dan kealpaan  mantra bagi kepulangan  binara tahun-tahun kesedihan 3/  hari ini setelah doa ditumpahkan  engkau menepi bersama perahu yang hilang  menemu diri penuh kesadaran  bernaung …

Continue reading Fragmen Pertemuan

Firdaus

Jalanan ini adalah yang dulu kerap kita lalui:  sebagai jalan pergi atau kembali. Pepohonan di tepian, ilalang yang panjang,  reranting, dedaunan. Mereka hanya berganti usia. Persis seperti kita, tetapi mereka tak pernah kemana-mana. Sedang kita, memilih pergi. “Kupilih timur”, katamu. “Ia bintangku. Padanya, aku bertemu bebas. Kau pilihlah arahmu sendiri.” Ujarmu kemudian. “Kutuju utara”, kataku. …

Continue reading Firdaus

Perpustakaan Kita

Semestinya perempuan sebagai puisi, dan kau adalah penyair Tapi, aku memilih untuk menjadi puisi sekaligus penyair Bukan karena aku tidak butuh kau Sebab aku pahami : Aku tidak butuh namaku abadi di halaman buku Aku mau menuliskan diri sendiri sebagai puisi Menjadi setebal buku, lantas Biarkan ingatanmu menjadi rak yang paling kosong Nanti ketika aku …

Continue reading Perpustakaan Kita