Tepian laut biru
berkilau dalam cahaya keemasan,
sentuhan hangat matahari pagi
memeluk amarah ombak
Namun di balik air yang gelisah,
sesuatu yang lembut tetap tinggal
sebuah hati biru yang sunyi
belajar memeluk badai di dalam dirinya
*where poems bloom endlessly
Tepian laut biru
berkilau dalam cahaya keemasan,
sentuhan hangat matahari pagi
memeluk amarah ombak
Namun di balik air yang gelisah,
sesuatu yang lembut tetap tinggal
sebuah hati biru yang sunyi
belajar memeluk badai di dalam dirinya
Kita tak tahu kapan mata terbuka
dari kehampaan dunia yang bergulir
sepasang mata bayi yang mencari cahaya
tanpa pertanyaan ataupun kenangan
Adakah janji dan sumpah telah tertatah
dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi
hingga lenyap di rahim ibu
dengan dengungan kidung-kidung sayu
Mereka yang lahir dalam kedamaian
meraih berkah yang tak akan teringat
dan mereka yang terlahir dalam marabahaya
akan menanggungnya selamanya
Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi
Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram
Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana
Aku tak tahu apa yang harus kusematkan
pada luka yang membiru tertutup jelaga
seakan hatiku bunga yang gugur sebelum mekar
tak kenal musim yang datang menjelang
Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat
menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.
kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu … More
Kita terlahir jadi rencana-rencana paling indah, mahasempurnadi cawan kenangan atau ruang-ruang mimpinamun hidup penuh lipatan jalan yang tak bisa diperbesar … More
Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, … More
We will lay our bodies next to the truth we cannot hearOr are we the ones who don’t want to … More
From the forest we hear some noisesThe sound of migrating birds, the rotten leaves, decaying lichens,and all the voices of … More
Aku menjadi saksi Tentang seorang ayah yang pulang ke rumah dengan perasaan bangga membawa sebungkus lauk untuk keluarga tercinta. Tentang … More
suatu petang menekuri kisah ibu pemasak batu, mencari penghiburan diri dalam malam kian tiris, berharap ringis sang anak tak berubah … More
betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi mataram sampai minang betapa jauh jarak rumah … More
I awan-awan kelabu bergelantung di langit Januari kali ini merintikkan rinai-rinai kenangan pada jejak kota kelahiran hujan-hujan kerinduan membasahi tubuh … More
Senja menyapaku dengan tatapan nanar, layaknya menunggu untuk segera pulang. Sejauh ini, Aku telah menjalani langkah yang terseok-seok sampai hari … More
Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai … More
Aku kekasih pendosa Yang penuh pengharapan untuk ampunan Kala memulai penuh sadar namun sulit melupakan Pada nada memecah telinga-telinga Saat … More
Ada mata yang terbuka Ada jiwa yang berdetak Ada asa dalam sukma Ada tawa dalam canda Ada syukurku pada-Nya Kasih-Nya … More
Penjahat bejat mulai sekarat Terjebak harapan dan keraguan Segala rasa membongkah seperti batu Membeku ditusuk lembab Membisu dibekap pengap Jangan … More