Arah Kehidupan

Kita tak tahu kapan mata terbuka
dari kehampaan dunia yang bergulir
sepasang mata bayi yang mencari cahaya
tanpa pertanyaan ataupun kenangan

Adakah janji dan sumpah telah tertatah
dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi
hingga lenyap di rahim ibu
dengan dengungan kidung-kidung sayu

Mereka yang lahir dalam kedamaian
meraih berkah yang tak akan teringat
dan mereka yang terlahir dalam marabahaya
akan menanggungnya selamanya

Melipat Waktu

Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi

Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram

Penyair Sejati

Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana

Perang Dingin

kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu … More

Siapa Yang Akan Kita Percayai Selain Kita Berdua?

Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, … More

Pemasak Batu, Aku dan Tempat Makan

suatu petang menekuri kisah ibu pemasak batu, mencari penghiburan diri dalam malam kian tiris, berharap ringis sang anak tak berubah … More

Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa!

betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi mataram sampai minang betapa jauh jarak rumah … More

Menanam Rantau Cuaca

I awan-awan kelabu bergelantung di langit Januari kali ini merintikkan rinai-rinai kenangan pada jejak kota kelahiran hujan-hujan kerinduan membasahi tubuh … More

Aku Akan Pulang, Tuhan

Senja menyapaku dengan tatapan nanar, layaknya menunggu untuk segera pulang. Sejauh ini, Aku telah menjalani langkah yang terseok-seok sampai hari … More

Terlambat

Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai … More

Kekasih Pendosa

Aku kekasih pendosa Yang penuh pengharapan untuk ampunan Kala memulai penuh sadar namun sulit melupakan Pada nada memecah telinga-telinga Saat … More

Tahirkan Khilafku

Ada mata yang terbuka Ada jiwa yang berdetak Ada asa dalam sukma Ada tawa dalam canda Ada syukurku pada-Nya Kasih-Nya … More

Penjahat

Penjahat bejat mulai sekarat Terjebak harapan dan keraguan Segala rasa membongkah seperti batu Membeku ditusuk lembab Membisu dibekap pengap Jangan … More

Segelas Cahaya Sang Pengampun

jemari senja akan merengkuh berapapun luka agar Sang Penjual Harapan merangkumku dalam celupannya seluas gemerlap gelap yang pasti datang akan … More