Atas Nama Sunyi

Atas nama sunyi
Berendam dalam kesendirian
Kehilangan kian terasa
Memeluk bayangan silam
Hanya kosong tak tersentuh
Raga itu terpisah jarak
Bersandar di pelukan lain

Atas nama sunyi
Berapa lama seperti ini
Memandang setiap kenangan
Berpencar senyuman di kepala
Mata lahir seolah melihatnya
Menyebar di segala sudut
Lalu hilang ditelan kesadaran

Atas nama sunyi
Puisi menjadi tak berisi
Langit tak berpelangi
Awan menjauh pergi
Semua tak lagi di sini
Hampa mendalam di hati
Sulit menghapus semua ini

Atas nama sunyi
Hari baru dimulai lagi
Berharap segera terobati
Tak secepat itu terganti
Senyuman itu tertanam di sini
Tumbuh lebat dalam diri
Tersadar kini semua menjadi berarti

Malang, 30 Januari 2017

Poetry Prairie Literature Journal #5
Penulis: Aan Handian

Advertisements

Sekembalinya Engkau Dari Utara

Mari kita binasa di utara hutan Sumatra
Sebagai perayaan cinta seribu patah hari
Sekembalinya engkau bermigrasi melewati
Cina Selatan yang sunyi
Kecupan di pundak kian meradang dibelai-belai angin laut
Dan katamu demikianlah esa buah tangan

Continue reading Sekembalinya Engkau Dari Utara

Kujaratku di Bantara Dempo

Aroma harummu terbawa angin malam
Berhembus menerpa gumpalan awan
Yang menyembunyikan bulan di balik dempo itu
Dan kau taburkan segelintir cahaya yang menerangi langkahku
Agar kelak aku bisa melihat kembali jejak-jejak yang tak bersuara

Aku berjalan menafsirkan bayang-bayang
Sebagai isyarat bahwa semburat rona akan menjadi cahaya sempurna
Seperti tanda-tanda yang kau berikan
Aroma yang harum, daun yang jatuh,
atau kelopak yang beterbangan adalah arah untuk menemukanmu

Kau adalah pelepas malam
Ketika penat menyelimuti pandanganku
Membuatku terbangun dari tidur yang panjang
Setelah pesan kuhirup bersama kabut pagi
Yang perlahan menghilang dan menjadi terik fajar yang mekar

Kujaratku, kaulah cahaya pelita dalam temaramku.

Palembang, Maret 2015

Dempo adalah gunung tertinggi di Sumatera Selatan dan terletak di daerah Pagaralam


The Night Flower Beyond Dempo’s Guard

Your sweet scent was blown by the night’s wind
Blown to the wisp of clouds
that hid the moon behind dempo
And you sprinkled a handful of light that illuminated my steps
So that one day I could find the voiceless traces again

I’ve walked and interpreted shadows
As a sign that colour burst would be the perfect light
Just like the signs you gave
the sweet scent, falling leaves,
or fluttering petals are ways to find you

You are the night releaser
When tiresome has covered my eyes
Wake me up from a deep long sleep
After I inhale the message together with the morning mist
It slowly disappears and become a blazing bloom of dawn

O, my flower, you are the light beyond my shade.

Palembang, March 2015

Dempo is the highest mountain in South Sumatra and located in the area Pagaralam.

Author: Alek Brawijaya
-Translated by Poetry Prairie-

Alek Brawijaya. Lahir di Teluk Kijing Sumatera Selatan, tahun 1992.
Tulisannya pernah dimuat di Koran lokal dan beberapa media lainnya serta tergabung dalam Antologi puisi “Perauh Kelebu (2011), Munajat Tugu Bundaran (2013) dan Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia III”.
“Puisi tidak sekedar hobi melainkan sahabat sejati seperti malam saat kesunyian sebagai cermin dari ketenangan dan kedamaian. Karena ketika malam serasa segelas aksara tertuang di dalam kertas putih dan saat itulah aku bercerita tentang segalanya.”

If You Asked Me To

I would run and precede the dawn
Even when I don’t have your promise to hold on
When it is dark you are the pink in my night
With you I would dance under the moon even when it isn’t bright

I would cut my unmade bridge to heaven
Even when you make me leave my dreams
so I can talk to you at seven
When we wish and cry to God in different path
For you I would swallow this painful, shredding wrath

Because your glance worth million warm kisses
You broke my heart once, now you pick it up by pieces
No matter if in the end you’d leave me with the growling
wolves
For you I would die lonely,
with you I would let my romance unsolved

I wouldn’t mind bleeding while loving you
Oh dear, if you asked me to


Jika Kau Memintaku

Aku ‘kan berlari mendahului fajar
Meski kutak menggenggam janjimu
Ketika malam gelap kaulah merah jambuku
Denganmu kuakan berdansa di bawah rembulan meski sinar tak terang

Aku ‘kan memutus jembatan setengah jadiku ke surga
Meski kau membuatku melepas mimpi-mimpiku
agar kudapat berbincang denganmu pada pukul tujuh
Ketika kita berharap dan berdoa pada Tuhan di jalan yang beda
Demi dirimu, aku sanggup menelan amarah yang mencabik menyakitkan

Karena lirikanmu bernilai jutaan ciuman hangat
Kau patahkan hatiku sekali, sekarang kau pungut satu persatu
Tak mengapa bila pada akhirnya kau pergi meninggalkanku bersama serigala yang menggeram
Demi kamu kurela mati dalam sepi,
tanpamu lebih baik kubiarkan romansaku tak terpecahkan

Kurela berdarah mencintaimu
Oh kasih, jika kau memintaku

*

– Diterjemahkan oleh Poetry Prairie –

Bagas Anjar Nugroho. Lahir di Jakarta tahun 1997. Berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta.
“Alasan saya suka menulis puisi adalah karena dalam puisi, saya dapat menjadi diri saya yang sebenarnya, saya dapat menggali perasaan saya untuk dituangkan dengan tak terbatas, tentu tanpa melupakan esensi dan estetika.”

Antologi Puisi Poetry Prairie (DL: 30 Mei 2014)

Poetry Prairie mengajak para pecinta puisi untuk berpartisipasi dalam buku antologi puisi Poetry Prairie. Hanya puisi-puisi yang memenuhi kriteria yang akan dibukukan.

SYARAT

Peserta: Umum, seluruh warga Negara Indonesia dari semua kalangan dipersilahkan untuk berpartisipasi

Kategori Puisi:

  1. Puisi Bahasa Indonesia
  2. Puisi Bahasa Inggris

Tema: Free Beyond Imagination (Bebas)

Format penulisan:

–          Diketik dalam format Word ukuran A4, menggunakan font Times New Roman 12pt.

–          Jumlah huruf, baris, bait dan halaman bebas.

–          Menyertakan biodata narasi max. 50 kata di halaman terakhir.

–          Mencantumkan nama lengkap, alamat, email, akun Facebook/Twitter dan no.telpon/HP yang dapat dihubungi.

–          File disimpan dengan judul: PoetryPrairie – Nama.

Biaya Pendaftaran: GRATIS

Catatan: puisi max. 5 judul. Bila lebih dari 1 puisi, karya puisi yang dikirimkan bebas untuk kategori Bahasa Indonesia saja, untuk kategori Bahasa Inggris saja atau campuran.

 

Cara Pendaftaran:

1.   Kirim email ke poetryprairie@yahoo.com dan poetryprairie@gmail.com

Subjek: Lomba Puisi Poetry Prairie

Attachment / lampiran:

      1. File karya puisi
      2. Copy identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar)
      3. Foto ukuran postcard (max. 500kb)
      4. Follow twitter @PoetryPrairie
      5. Add Friend akun Facebook Poetry Prairie
      6. Konfirmasi lewat sms ke 08111624452 dengan format:

(Nama) – (Kategori ) – (email)

Untuk masing-masing kategori akan dipilih 1 pemenang saja sehingga total ada 2 pemenang dengan hadiah masing2 sbb:

Pemenang I: uang tunai Rp 400.000,- dan 2 buku bukti terbit.

Selain itu akan dipilih 3 pemenang favorit dimana masing-masing akan mendapatkan 1 buku bukti terbit.

Buku ini rencananya akan diterbitkan secara indie. Bagi kontributor yang terpilih tidak akan dipungut biaya, namun mendapatkan diskon untuk pembelian buku apabila sudah terbit. Bagi yang ingin menerbitkan karya-karya puisi terbaiknya, segera daftar dan kirimkan karyanya disini. Salam sastra.