Senyuman Manis Si Laut Biru

Anganku terdampar ke seluk-beluk keindahan
merangkai biru nan luas mata memandang
Mengarungi luas-dalamnya kata yang tersimpan
mencoba mengelilingi tiap sudut arti maknanya
mencari sebuah jalan di persimpangan penuh misteri
Untuk pecahkan rahasia mutiara tersembunyi

Suara ombak pemecah karang memangggil namaku
Mengajakku hadir menenmani indahnya rahasia
Bersamanya coba habiskan tiap detik waktu
Menyusuri kemegahan cipta tangan Tuhan
Elok di mata nan jatuh jadi pujaan permata
Bilik lain dari titik keindahan dunia

Sambutan manis menyapaku dalam birunya
Berikan aku pencerahan lain yang menyatu
Telusuri terumbu karang yang menawan nan eksotis
Jelajahi luas hamparan biru pemanja mata
Rumput laut mengayun menari menyambutku
Kerang-kerang cantik menghiasi suasana
Bintang laut bersantai menikmati hari ini

Kepiting laut mencoba menyapa si kuda laut
Barisan penyu siap pula berlari mengintari samudera
Ubur-ubur melayang di laut seraya menari
Kawanan ikan badut melemparkan tawa candanya
Lumba-lumba terbang raih arti kebebasan

Cinta dan rasa berpadu dalam harmoni
Yang dirahasiakan agar utuh lestari maknanya
Dalamnya laut biru bukan pembelenggu rasa takut
Kalah rasa itu dengan mahakarya yang kuasa
Diciptakan untuk suatu titik keindahan
Sebagai permata mutiara yang tersembunyi
Pantaslah matahari senja tenggelam dipeluknya
Hilang dalam kehangatan biru yang ia berikan
Si penyimpan berjuta rahasia keindahan dunia
Terpaut nyata kemegahan yang tercipta dari cinta
Titip rinduku pada pesona kemegahanmu
“Senyuman manis si laut biru”

~Fetra Ardianto~

Advertisements

Poetry Prairie Lite #5 “Perjalanan Sunyi” 

Poetry Prairie Literature Journal #5 telah dibuka dengan tema “Perjalanan Sunyi”. Kirimkan 2 puisi terbaikmu sebelum 15 Maret 2017 melalui email ke poetryprairie@yahoo.com.

Mari berpuisi, mari mengisi jiwa.

Malam Langit Gelap (Poetry of The Milky Way)

Setiap kali memandang kota dari ketinggian, kita selalu terpesona dengan kerlap-kerlip lampu kota seakan bintang telah berpindah ke bumi. Tanpa disadari, cerlangnya lampu-lampu kota itu turut membunuh keindahan gugusan bintang di langit yang luar biasa menawan.

Tanggal 6 Agustus 2016 dinobatkan sebagai Hari Keantariksaan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Untuk merayakannya, LAPAN mengampanyekan “Malam Langit Gelap”, kampanye untuk meminimalisir polusi cahaya. 

Lewat kampanye “Malam Langit Gelap”, LAPAN mengajak warga kota mematikan lampu di luar ruangan pada pukul 20.00 – 21.00.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, jika seluruh warga kota ikut serta gerakan ini, maka bukan tidak mungkin gugusan bintang akan nampak di langit malam. Kita bisa melihat “Segitiga Musim Panas” yang terdiri dari bintang Vega, Deneb, Altair. Bintang-bintang yang tersusun dalam bentuk segitiga ini sangat legendaris. Di Jepang, gugusan ini dikenal dengan “Gingga”.

Seluruh Indonesia juga bisa melihat dengan mata telanjang rasi bintang Angsa (Cygnus), Salib Selatan (Cygnus), dan rasi Kalajengking (Scorpiro).

“Khusus untuk Sabtu malam tanggal 6 Agustus 2016, kita juga bisa melihat Mars, Saturnus, dan bintang Raksasa Merah Antares yang membentuk segitiga,” kata Thomas.


Untuk mendukung kampanye “Malam Langit Gelap”, Poetry Prairie mengajak semua orang untuk mengikuti event cipta puisi khusus hanya di hari ini. Caranya mudah, simak ketentuan berikut:

  • Tema puisi: Milky Way / Rasi Bintang 
  • Jumlah puisi bebas, dengan bentuk dan format bebas. Cantumkan biodata dan kontak di bawah puisi.

  • Kirimkan puisi ke email: poetryprairie@yahoo.com 

  (subjek email: Malam Langit Gelap)

  • Batas akhir pengiriman puisi, 7 Agustus 2016 pukul 15.00 WIB.
  • Kami mencari puisi yang indah, menggetarkan hati dan mampu menggambarkan kemurnian langit dan rasi bintang. Puisi yang berhasil memikat hati kami akan ditampilkan di website Poetry Prairie (www.poetryprairie.com). 

  • Tiga puisi pilihan akan mendapat paket buku dari Poetry Prairie. 

  • Satu puisi terbaik akan mendapat tambahan hadiah kejutan dari Poetry Prairie.

  • Malam ini persiapkan diri kalian. Jangan lupa mematikan lampu dan sejenak lihatlah ke langit malam. Gugusan bintang dan simpul galaksi di langit adalah kemegahan yang diciptakan Tuhan. Nikmati melalui mata, resapi dengan hati dan tulislah puisimu.

    Big Love,

    Poetry Prairie

    Pengumuman Pemenang Lomba Puisi Poetry Prairie

    KATEGORI BAHASA INDONESIA

    Pemenang I:
    Siti Fadhila Zanaria – Ironi Rahim

    Pemenang II:
    Dani Kisai – Attendrata

    Pemenang III:
    Alex R. Nainggolan – Di Kebun Raya Cibodas

    KATEGORI BAHASA INGGRIS

    Pemenang I:
    Terra Gabriela – Lobotomy

    Pemenang II:
    Walter Demi Tuahta Pinem – I Will Sing the Ballad of a Man Who Went to War

    Pemenang III:
    I Gede Pande Bayu Pratama – If They Were Birds
    (Read More)

    Hasil Seleksi Tahap Pertama “Lomba Puisi Poetry Prairie”

    Setelah melakukan penilaian panjang terhadap puisi yang masuk dalam lomba puisi perdana Poetry Prairie, dengan ini akan diumumkan 290 puisi yang lolos seleksi tahap pertama dan berpeluang untuk seleksi tahap selanjutnya yaitu pengumuman final pemenang yang akan dibukukan. Tidaklah mudah untuk melakukan seleksi kali ini karena begitu banyaknya puisi yang masuk dengan warna yang berbeda-beda, dengan kisah yang beragam dan dengan keapikan bahasa masing-masing. Namun demikian hasil seleksi sudah diputuskan, semoga bisa menjadi pemicu semangat kepada seluruh peserta. Hasil seleksi ini merupakan keputusan final penyelenggara, dan tidak dapat diganggu gugat. Berikut daftar 290 puisi pilihan kali ini: (Read More)

    Seribu Tahun Kembali

    image

    Kepak kita belum sempat terpuisi
    Masih bercengkerama hati kita bersama angin petang ini
    Di bawah langit yang sama
    Rasa kita memandang cinta yang berbeda

    Beribu masa tak berasa
    Hambar pada kebisuan kita
    Apa perlu aku tempuh seribu tahun lagi
    Agar ketika pulang nanti,
    sapamu adalah kata pertama yang melagu di telingaku?

    Kau itu batu
    Tidak mampu membaca ejaan rinduku
    Aku ini debu
    Mengejarmu bersama arus tak tahu malu
    Tapi cintaku telah lama membadai di duniamu
    Dan tak kubiarkan mati meski aku terbang seribu tahun lagi

    Biarkan sayapku mengepak lagi
    Wahai hati yang belum terisi
    Biarkan aku terbang lagi
    Hingga di kemudian hari, kesempatan menautkan kita di tempat ini lagi

    Penulis: Iis Handayani Grasto
    Pemenang Favorit Kontes Puisi #Photopoetry Periode I – Maret 2014

    The poem above is the winner of poetry competition I was holding not long ago. Using the photograph as the theme to interpret in poem, several submission had come mostly from young people and students in my country. I chose one that became my favorite and I try to translate it to English. I found that it is more difficult to translate other people’s poem. I have to find the closest words or phrases to best describe the meaning that match with the author’s intention, and sometimes it is very difficult to find the equal translation for it. So, here is my best effort:

    Return A Thousand Years

    Our flaps have not been poemed
    Still our hearts mingle with this afternoon wind
    Under the same sky
    Our feelings looking at the different love

    A thousand epochs aren’t felt
    Vapid in our silence
    Should I go a thousand years more
    So when I’ll get home later,
    your greeting is the first word that will sing in my ear

    You are a rock
    Unable to read the spelling of my longing
    I am a dust
    Chasing you with shameless flows
    But my love has long been storming in your world
    And I would not let it die even though I must fly a thousand years more

    Let my wings flapping again,
    O hearts that have not been filled
    Let me fly once more
    Until later in life, chances will intertwine us in this place again

    Author: Iis Handayani Grasto (a college student in Indonesia)

    Antologi Puisi Poetry Prairie (DL: 30 Mei 2014)

    Poetry Prairie mengajak para pecinta puisi untuk berpartisipasi dalam buku antologi puisi Poetry Prairie. Hanya puisi-puisi yang memenuhi kriteria yang akan dibukukan.

    SYARAT

    Peserta: Umum, seluruh warga Negara Indonesia dari semua kalangan dipersilahkan untuk berpartisipasi

    Kategori Puisi:

    1. Puisi Bahasa Indonesia
    2. Puisi Bahasa Inggris

    Tema: Free Beyond Imagination (Bebas)

    Format penulisan:

    –          Diketik dalam format Word ukuran A4, menggunakan font Times New Roman 12pt.

    –          Jumlah huruf, baris, bait dan halaman bebas.

    –          Menyertakan biodata narasi max. 50 kata di halaman terakhir.

    –          Mencantumkan nama lengkap, alamat, email, akun Facebook/Twitter dan no.telpon/HP yang dapat dihubungi.

    –          File disimpan dengan judul: PoetryPrairie – Nama.

    Biaya Pendaftaran: GRATIS

    Catatan: puisi max. 5 judul. Bila lebih dari 1 puisi, karya puisi yang dikirimkan bebas untuk kategori Bahasa Indonesia saja, untuk kategori Bahasa Inggris saja atau campuran.

     

    Cara Pendaftaran:

    1.   Kirim email ke poetryprairie@yahoo.com dan poetryprairie@gmail.com

    Subjek: Lomba Puisi Poetry Prairie

    Attachment / lampiran:

        1. File karya puisi
        2. Copy identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar)
        3. Foto ukuran postcard (max. 500kb)
        4. Follow twitter @PoetryPrairie
        5. Add Friend akun Facebook Poetry Prairie
        6. Konfirmasi lewat sms ke 08111624452 dengan format:

    (Nama) – (Kategori ) – (email)

    Untuk masing-masing kategori akan dipilih 1 pemenang saja sehingga total ada 2 pemenang dengan hadiah masing2 sbb:

    Pemenang I: uang tunai Rp 400.000,- dan 2 buku bukti terbit.

    Selain itu akan dipilih 3 pemenang favorit dimana masing-masing akan mendapatkan 1 buku bukti terbit.

    Buku ini rencananya akan diterbitkan secara indie. Bagi kontributor yang terpilih tidak akan dipungut biaya, namun mendapatkan diskon untuk pembelian buku apabila sudah terbit. Bagi yang ingin menerbitkan karya-karya puisi terbaiknya, segera daftar dan kirimkan karyanya disini. Salam sastra.