Pagi


Mungkin, kau pernah di beranda
Sebagai kemelinting hiasan dari kerang
Yang dibawa oleh angin untuk cangkul di ladang
Mungkin juga, aku pernah di antara pematang
Sebagai gemerisik rerumpunan padi
Yang dibawa oleh angin untuk gerabah di para-para
Atau mungkin, kita selalu pura-pura tak tahu
Jika kita saling mengisi :
Kau kepada kejauhan dan aku dari kejauhan?

Ah, betapapun kita saling menyembunyikan diri
Pagi selalu saja bisa menyentuh gordin biru tua
Dan menjadikannya keemasan merona-rona

(Mungkin memang jendela dari anyaman bambu tak pernah mampu memisahkan
kita dari temu, atau memang kau yang sengaja tak membuka jendela agar
pertemuan kita selalu rahasia?)

17/01 11


Poetry of The Week
Penulis: Panji Sadewo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s