The Type (by Sarah Kay)


If you grow up the type of woman men want to look at,
you can let them look at you. But do not mistake eyes for hands.

Or windows.
Or mirrors.

Let them see what a woman looks like.
They may not have ever seen one before.

If you grow up the type of woman men want to touch,
you can let them touch you.

Sometimes it is not you they are reaching for.
Sometimes it is a bottle. A door. A sandwich. A Pulitzer. Another woman.

But their hands found you first. Do not mistake yourself for a guardian.
Or a muse. Or a promise. Or a victim. Or a snack.

You are a woman. Skin and bones. Veins and nerves. Hair and sweat.
You are not made of metaphors. Not apologies. Not excuses.

If you grow up the type of woman men want to hold,
you can let them hold you.

All day they practice keeping their bodies upright–
even after all this evolving, it still feels unnatural, still strains the muscles,

holds firm the arms and spine. Only some men will want to learn
what it feels like to curl themselves into a question mark around you,

admit they do not have the answers
they thought they would have by now;

some men will want to hold you like The Answer.
You are not The Answer.

You are not the problem. You are not the poem
or the punchline or the riddle or the joke.

Woman. If you grow up the type men want to love,
You can let them love you.

Being loved is not the same thing as loving.
When you fall in love, it is discovering the ocean

after years of puddle jumping. It is realizing you have hands.
It is reaching for the tightrope when the crowds have all gone home.

Do not spend time wondering if you are the type of woman
men will hurt. If he leaves you with a car alarm heart, you learn to sing along.

It is hard to stop loving the ocean. Even after it has left you gasping, salty.
Forgive yourself for the decisions you have made, the ones you still call

mistakes when you tuck them in at night. And know this:
Know you are the type of woman who is searching for a place to call yours.

Let the statues crumble.
You have always been the place.

You are a woman who can build it yourself.
You were born to build.

*

“The Type” by Sarah Key, published in Alright and on the Huffington Post.

On this International Women’s Day, read this amazing poem by Sarah Kay

Sarah mentions in her performance that this poem is inspired by a line from Detail of the Woods by Richard Siken:

“…Everyone needs a place. It shouldn’t be inside of someone else.”

———————————-

Terjemahan:

Jika kau tumbuh menjadi tipe wanita yang lelaki ingin lihat,
kau dapat membiarkan mereka melihatmu. Tapi jangan keliru mata dengan tangan.

Atau jendela.
Atau cermin.

Biarkan mereka melihat seperti apa seorang wanita itu.
Mereka mungkin tidak pernah melihat sebelumnya.

Jika kau tumbuh menjadi tipe wanita yang lelaki ingin sentuh,
kau dapat membiarkan mereka menyentuhmu.

Terkadang bukan dirimu yang ingin mereka raih.
Terkadang adalah botol. Sebuah pintu. Sepotong sandwich. Pulitzer. Perempuan lain.

Tapi tangan mereka menemukanmu lebih dulu. Jangan salah artikan dirimu sebagai penjaga.
Atau kesenangan. Atau janji. Atau korban. Atau camilan.

Kau adalah seorang wanita. Kulit dan tulang. Vena dan syaraf. Rambut dan keringat.
Kau bukan terbuat dari metafora. Bukan permintaan maaf. Bukan alasan.

Jika kau tumbuh menjadi tipe wanita yang lelaki ingin rengkuh,
kau dapat membiarkan mereka merengkuhmu.

Sepanjang hari mereka berlatih menjaga tubuh mereka tegak-
bahkan setelah semua berkembang, masih terasa tak alami, masih meregangkan otot-otot,

menggenggam erat lengan dan tulang belakang. Hanya beberapa lelaki yang ingin belajar
bagaimana rasanya meringkuk dalam tanda tanya di sekelilingmu,

mengakui mereka tidak memiliki jawaban
yang mereka pikir mereka miliki sekarang;

beberapa lelaki akan ingin memelukmu bagai Jawaban.
Kau bukanlah Jawaban.

Kau bukanlah masalah. Bukan puisi
atau tanda seru atau teka-teki atau lelucon.

Wanita. Jika kau tumbuh menjadi tipe yang lelaki ingin cintai,
kau dapat membiarkan mereka mencintaimu.

Dicintai bukanlah hal yang sama seperti mencintai.
Ketika kau jatuh cinta, itu bagai menemukan lautan

setelah bertahun-tahun melompati genangan. Hal ini menyadarkanmu kau memiliki tangan.
Yang menggapai tali ketika seluruh keramaian telah pulang.

Jangan habiskan waktu bertanya-tanya apakah kau adalah tipe wanita
yang lelaki akan sakiti. Jika ia meninggalkanmu dengan hati penuh alarm, kau harus belajar untuk bernyanyi bersama.

Sulit untuk berhenti mencintai laut. Bahkan setelah ia meninggalkanmu terengah-engah, asin.
Maafkan dirimu atas keputusan-keputusan yang telah kau ambil, yang masih kau sebut

kesalahan ketika kau menyelipkannya di malam hari. Dan ketahuilah:
ketahuilah kau adalah tipe wanita yang mencari tempat untuk kau sebut milikmu. 

Biarkan patung-patung runtuh.
Kaulah tempat itu.

Kau adalah wanita yang bisa membangun dengan tanganmu sendiri.
Kau dilahirkan untuk membangun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s