Tamu besar berbadan besar
Datang membawa masalah besar
Romannya terang-terangan berbinar
Melihat semua orang menjadi cahar
Kala itu,jika kau melihat adanya, mata semua orang berpendar
Seperti jelaga yang dibakar
Semua jelas menjadi nanar
Hilang semua koar-koar

“Itukah algojo kehidupan, wahai Tuhan yang Maha Besar?”
“Seperti burung yang berkuar.”

Izrail bisa jadi adalah manusia yang besar
Tidak menatar
Malah meratakan pasar
Tidak siap menyajikan repertoar
Berserobok dengan manusia nestapa di sudut kota yang buyar

“Kita bisa mati, lebih mati dari yang kemarin, mati yang lebih kasar.”

Tanah ini akan ia jadikan rumah manusia-manusia besar

Penulis: Alwi Yusran