Menanam Rantau Cuaca


I
awan-awan kelabu bergelantung
di langit Januari kali ini
merintikkan rinai-rinai kenangan
pada jejak kota kelahiran
hujan-hujan kerinduan
membasahi tubuh anak perantauan
yang ingin kembali
dari ranah peraduan
mengingat masa silam
ketika masih bocah dan ingusan
membantu bapak menyemai padi-padi
di sawah
yang mulai menguning seperti kulit ini
sambil berlarian di sepanjang pematang
aku berhayal tentang padiku
yang akan kupanen beberapa hari kedepan
untuk kutanak bersama Emak
di gubuk butut penuh harapan

II
kota ini penuh kumpulan asap
yang menghampar sepanjang jalan
kota bagi orang perantauan
yang mengadu nasib dengan getir
zaman metropolutan
dan lagi kemarau mudik
ke kota yang semakin padat
oleh orang rantauan
yang jauh mengembara
guna sembuhkan nestapa dari desa
hingga kota penuh sesak
orang-orang pun terdesak
di tengah amukan mentari
pada kemarau air mata
yang menghilangkan ingatan
tentang rasanya luka dan nestapa

Kota Kecil, 2017

Penulis: Ahmad Radhitya Alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s