Featured Poetry of The Week Puisi

Gadis Kecil Tanpa Nyawa Ayah Bunda


Kau lihat bola bening matanya
Mengalir jernih bulir-bulir lara
Karena darinya sumber mata air air mata

Kau lihat langkahnya
Menapak kerikil tajam tanpa alas dari Ayah dari Bunda
Hingga tertinggal jejak-jejak kerikil di kakinya

Kau lihat mukanya
Tertutup kabut kelabu hitam dalam
Guratan asa tergambar di pipi kanan kirinya
Membuat kusam panorama pandang melihatnya

Diraihnya buah dari dahan yang rendah
Tapi bukan kepunyaan Ayah Bundanya
Adalah hari depannya yang kan selalu mengepung
Karena telah dipermainkan jari nasib dengan curang
Sehingga ia terasing dari kasih sayang
Terasing dari keharmonisan
Terdampar di tepian terhindar

Apa lagi yang tinggal
Gadis itu bertanya
Tak mungkin mencoba pertahankan
Hempasan badai dengan seutas benang, mana dapat

Rumahku roboh olehnya
Atap-atapnya tak mampu menaungi kepercayaan
Dinding-dinding pelindung hancur
Tiang penyangga keropos rata juga dengan tanah
Kini semuanya dianggapnya riwayat
Mencoba mengabaikan bisik risih dalam jiwa
Gadis itu terus melangkah jalan
Meski dia tahu tidak semua menuju ke arah taman

Penulis: Amalia Nur Fajriyati

Advertisements

0 comments on “Gadis Kecil Tanpa Nyawa Ayah Bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: