Melawan Ingat

Hentakkan kakimu Hempas dia dalam hatimu Lihatlah ruang dan waktu Masihkah ada kamu Masihkah ada lukisanmu di dia Cobalah menerka Rasakan dengan nuranimu Tatap apa yang ada di pandangannya Jangan luka Jangan pernah luka Kosong yang ada Senyum itu dari pikirannya Senyumnya penuh rencana Tangannya di bawah Tangannya menengadah Layunya rasa dalam hatimu Itu rahasia …

Continue reading Melawan Ingat

Advertisements

Tentang Datang dan Pergi

Malamku begitu sepi tanpa sekelibat parasmu, canda tawa yang dahulunya tak pernah absen untuk duduk di serambi hatiku kini tinggal debu Wanita itu yang merenggutmu dari pangkuanku, karena kekuranganku yang selalu memantrai setiap sudut matamu Bahkan kepak sayapku tak mampu meyakinkan agar kau tetap tinggal, meski tergelepar perih dan tergeletak kaku Sungguh, aku tak sedang meratapi …

Continue reading Tentang Datang dan Pergi

Terbakar di Pintu

Perempuan itu menepi. Terbakar di dekat pintu dan rasa kangen yang ganjen gamang kemana gerangan dialamatkan? Sedangkan hujan kian jauh merantau pada diri lelaki yang membakar tembakau. Hai, hidup memang tak tentu, ketika roda berdentam mengagetkan pecah di sebelah kanan. Munjul-Pandeglag, 29 Oktober 2015 BURNED AT THE DOOR That woman stopped over. Burnt near the …

Continue reading Terbakar di Pintu

Dalam Diam

Janganlah dulu kau pamit Janganlah dulu kau beranjak Malam waktu baru menyapa, Silahkan masuk katanya. Sunyi masih muda Alun angin masih menari-nari lincah dan kita berdua terduduk di sini di bangku taman di bawah pohon rindang berterangkan hanya sebatang lilin yang terus leleh dimakan waktu saling bertatap dalam diam diselimuti kabut; kabut bianglala Arak-arakan gerimis …

Continue reading Dalam Diam

Elysium

dermaga kita semakin enggan menjelma penambat kapal itu. kapal itu adalah pelayaran kita yang kelak tersesat di antara uap laut, burung-burung camar, dan puisi-puisi cinta yang membajak lautan. -jendela lingkaran: untukmu- kita memandang dermaga itu melalui sebuah jendela yang tak bersudut: tetas telur yang menyeruakkan harapan-harapan. apa kau percaya pada hutan yang membikin cinta tersesat? …

Continue reading Elysium

Madah Perkawinan

I menjelang matamu terpejam, kau tutup langit-langit pelataran kembara dengan wajah alam kesemestaanmu. tepat saat musim bersujud merubuhkan tiang lampu kota juga rumah-rumah kaca! II di muka dunia menyempit ini, mataku mendidih oleh rona apimu yang menjilat-jilat dari pusara cinta tempat persemayaman abadi ratu Sheba hidupku mengangkang oleh kemelut cita-cita mata batin jauh memandang ke …

Continue reading Madah Perkawinan

Puisi Yang Jatuh Cinta

* ada hari sayang. sebab ketika waktu tak bisa membuatku memelukmu, ada hari esok yang akan kutawarkan padamu. * aku mencintai pagi. yang dingin, keringat di dahi yang ditempel oleh mimpi, wajah berminyak. dengan kopi di beranda dan sapaan selamat pagi. dan saat ladang debat belum buka. * kau adalah tokoh utama yang selalu kuupayakan …

Continue reading Puisi Yang Jatuh Cinta

Hidupkan Cinta

Hidupkah aku?  Saat langit menjemput cinta  Dialah segalanya  Rumah-rumah yang tak berpenghuni  Berdiri sendiri Darah yang mengalir secara berkala  Tanpa ampun waktu mencela jiwa  Payah kumenahan  Waktu yang pulang berpenumpang rindu Dia adalah serpihan surga  Neraka bagi jiwa berkubang amarah  Hidup tanpa arah  Boneka Tuhan yang bebal pada makna Hidupkan aku selalu berpeluk rindu  Biar …

Continue reading Hidupkan Cinta

Endorfin

Aroma tubuhmu telah lama aku simpan dalam bisik nadi Perahlah, ia begitu suci selayak air yang mengalir dalam pelukku. Sesekali aku pernah bermimpi menjadi keringat dalam perjalananmu Menjadi derak nafas yang pasang surut Seketika engkau mempercepat langkahmu sepanjang kemarau, sepanjang ephemrida yang engkau tulis kembali. Mandikankanlah rasa enunsiasi ini dari kembang kamboja Hidupkan kemenyan, bungkuslah dari kafan, …

Continue reading Endorfin

Di Kotamu

Di kotamu.. Ada senyum membius di ufuk pagi Merona terbakar ramahnya mentari Kepak sayap menggelora di tiap sudut jalan Memandang ke awan dan berseru “Di sinilah kan kugapai langitku!” Di kotamu.. Ada cinta di ujung lara Ada rindu di dekapan malam Ada tawa di balik dusta Ada tangis di atas kepongahan Di kotamu… Ku pernah …

Continue reading Di Kotamu