Eloquent Silence

I sat there with the eloquent silence, with the laughter and tears that are not meant to be heard, yet felt. Having a conversation with sanity on how to stay sane with all the insanity around. Asking the voiceless sound that was on the verge of breaking out, how to stay quiet with all the …

Continue reading Eloquent Silence

Ibu

seorang ibu adalah cahaya, cahaya dan cahaya sebab, ia yang merangkul hati para pecinta. Purwokerto, Juni 2018 Penulis: Yanwi Mudrikah

Emmakku yang Cantik

emmakku yang cantik sering kali mengajakku ke ladang melewati kebun nyiur melintasi rumah burung-burung dipanggulnya resahku beriring gemunung rumput yang mengembun ke matanya lalu aku jauh ia tersimpuh di kejauhan tubuhku mengabut asapnya mencium mata emmak hingga bening kesedihannya hingga pedih kenyataannya LK, 6 November 2018 Penulis: Ibna Asnawi

Pesan Ibu

Di atas panggung aku menjadi saksi Ibuku berdiri dan melihat D antara kerumunan orang Tak lelah ia menikmati keletihannya Ribut orang banyak menjelma menjadi senyap Seolah hanyut dan larut dalam teduhnya tatap Gema bunyi menghilang ditelan sunyi Ada kata yang hendak disampaikan Oleh mata yang sejak dulu menjadi teman Tenang Damai Tentram Dan nyaman Dalam …

Continue reading Pesan Ibu

Suatu Saat Nanti

Suatu saat nanti kau pulang Datanglah ke tepi gunung dekat pantai tempat kita menanak rindu Aku sudah menantimu di sana Ayah sendiri pernah berlayar dan Menebar debar asmaranya di sana Bersama selembar malam dan sebuah sepi Kita dipancang ke pelupuk pertiwi Tak ada yang berubah Toilet dan kamar mandi masih ada Fotomu juga masih pajang …

Continue reading Suatu Saat Nanti

Senja

Aku menjadi saksi Tentang seorang ayah yang pulang ke rumah dengan perasaan bangga membawa sebungkus lauk untuk keluarga tercinta. Tentang sepasang kekasih yang sedang kasmaran menikmati indahnya jingga di cakrawala sambil berbicara tentang rencana-rencana membangun sebuah rumah tangga. Tentang anak kecil dengan wajah masam yang tak mau disuruh berhenti bermain bola oleh ibunya karena hari …

Continue reading Senja

Nyanyian Kesedihan

(Peristiwa Tragis) aku membayangkan betapa hari ke hari berikutnya begitu dingin bukan sebab ingin yang melayang-layang di pikiran tetapi, keputusan yang tegas dan pas di bulan Agustus aku nikmati haus dan lapar dengan waktu yang makin menghempas di dada seorang Ibu yang melahirkan, yang merawat, dan membesarkanku aku tahan lapar aku menahan memar sampai pada …

Continue reading Nyanyian Kesedihan

Kembali ke Rumah Cahaya

bukan gadis yang kau kejar apalagi rasa lapar tetapi, kau kembali ke rumah cahaya hingga menyala seluruh tubuh ruh-mu menyala ke lubuk ke lamuk tak ada kata ‘mengamuk’ kembalilah para pencinta kepada cahaya lenyaplah dari huru-hara dunia dan prahara di deretan jarum dan benang dunia kembalilah ke rumah cahaya Darmakradenan, 2018 Penulis: Yanwi Mudrikah

Above The Nicobar

Out in the heaven so blue swirls the silvering clouds, with the edges fly, and monsoon dies, men challenged the storm, and with thunder crushed. What violence, said the men, could rattle the canopy and tear the fiery rays asunder? or quisle the dying gold of Her grandiose, or maul the sun till ocean's bleed. …

Continue reading Above The Nicobar

//Garis Samar//

I. Garis merah di sudut jari kanan bibirmuBagai senja yang terburu-buru bersoleksebelum hujan turun sore itu. Kau paksakan samudera ke dalam warna sepatumuyang aku dapat bercermin kepadanya—ganjil, aneh, janggal. II. Kau mencoba mengukir kisah kasih di atas kertas,namun sayang, tintamu habissebelum namaku usai kau tulis setelah namamu Dan cahaya lilin yang kian redupmembawa bayanganku semakin …

Continue reading //Garis Samar//