Aku Akan Pulang, Tuhan

Senja menyapaku dengan tatapan nanar, layaknya menunggu untuk segera pulang. Sejauh ini, Aku telah menjalani langkah yang terseok-seok sampai hari ini, Aku pernah mencintai dan meletakkan harapan yang tak sejalan dengan kenyataan. Dalam sunyinya malam, semesta selalu saja membuatku lemah tak berdaya. Mengungkap semua rasa, suka duka mencintai dan berharap tanpa balas. Aku menyukai kebersamaan …

Continue reading Aku Akan Pulang, Tuhan

Advertisements

Hijrah Sang Penghina

Saat semesta tak menganggap Saat olok merendahkan Saat diri tak lagi bertemu bahagia Apakah sang pengatur semesta melupakan? Apakah sang pemberi suara membentak? Apakah sang pemberi bahagia sedang berbahagia? Dia selalu ingat Dia hanya menegur Walau Dia sangat marah Tak pernahkah terbesit khilaf? Tak pernahkah terbesit rindu? Sadarkah? Dia rindu akan rintihmu Dia rindu tangis …

Continue reading Hijrah Sang Penghina

Dosa

Kini aku menghitung dosa seakan-akan menghitung titik-titik hujan Namun dosa-dosaku tak akan menguap karena panas Menghilang karena angin Aku membiarkan garis-garis kehidupan Menginjak harga diriku Hari-hari kelam bagai bayanganku Mengejar kemanapun aku berlari Semakin cerah tujuanku Semakin besar bayang-bayangku Mungkin aku lalai dalam berdoa Aku kalap dalam bersyukur Malam ini aku benar-benar menangis Tangan lemahku …

Continue reading Dosa

Terlambat

Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai masa lalu Terlalu lama bersarang Terlalu pekat untuk dibasuh Terlalu sesak menyusup ingatan Terlalu banyak melahirkan air mata Matahari berkilauan di sudut senja Meninggalkan semburat jingga menggelegak Diiringi Air laut yang memantulkan pengharapan Akan sebuah …

Continue reading Terlambat

Ampun Dalam Derita

Keangkuhanku mendatangkan malapetaka Bisikan ganjil terus mengusik telingaku Mengacaubalaukan pikiranku Bahkan tangan gaib pun mulai merengkuhku Di atas segala penderitaan yang melanda Di ujung kewarasanku Terselip sesal akan hidupku yang keliru Ingin rasanya berbalik, melarikan diri Tapi belenggu ini terasa semakin erat Sakit. Siksa ini semakin sakit Tolong. Tolong aku Perlahan raga ini mulai pasrah …

Continue reading Ampun Dalam Derita

///Curatele///

Temaram itu tiba dikawal pekatnya langit Sinar semakin sirna nan kian memudar Waktu pun berdetik semakin terburu-buru Bersiap di balik pintu Benarkah? Salahkah? Barisan kata sederhana penggoyah paradigma Pemantik dalam  tatanan kaya, elok Kelana pun tak berujung Candu mengintervensi jalan logika Dogma mengunci gerbang nurani arah menuju terminasi Hanya tersisa satu langkah Langkah terakhir menuju …

Continue reading ///Curatele///

Kekasih Pendosa

Aku kekasih pendosa Yang penuh pengharapan untuk ampunan Kala memulai penuh sadar namun sulit melupakan Pada nada memecah telinga-telinga Saat bersua tinggalkan jejak luka Ingin kulupakan Ampunkan Aku kekasih pendosa Bermulut dengan maki Berhati penuh dengki Bagaikan milik pendosa Derap-derap langkah yang kutinggalkan menyulut api Menyala-nyala ke relung jiwa wajah para kecewa Kusadari penuh pasti …

Continue reading Kekasih Pendosa

Demi Pengampunan

Pada-Mu Ilahi Sungguh hanya Engkau Sang Pengasih Dalam kesunyian dan bisu Tubuh ringkihku bertamu penuh noda     Pada setiap biji-biji tasbih di ujung jari Rangkul, peluk aku Topang dan rantai diriku dengan kasih Demi pengampunan Kunadakan, senandungkan, melantunkan Doa-doa memelas dari bibir pucat Untuk dosa yang terus mengantri Dari keburukan yang merentangkan tangan dengan senang, …

Continue reading Demi Pengampunan

Jejak Penembus

Getaran gelombang berdesir rombongan gemulai Asap padu buaian mengalun membelah ke ubun tanpa gontai Di bawah ada yang menengadah dengan memegang  dupa Dan diatas kubah tak hentinya kening beradu dengan sajadah Tak jarang di gereja meminta do’a khusyuk tanpa guyonan pilah Bergeming menyebut nama suci dengan keyakinan pada atmanya Manusia sering terjerembab pada kejahiliyahan dan …

Continue reading Jejak Penembus

Pada Suatu Sore

Pada suatu sore Kami duduk di beranda Hidup, Maut dan Ampunan Lalu Hidup berkata; Jangan dahulukan aku Akan kunikmati seluruh aku Aku ingin hidup untuk abadi Lalu bagaimana dengan aku? Kata Maut Jika hidupmu abadi Barangkali itu mimpi Sebab Hidup itu fana Yang abadi itu aku Sedang Ampunan hanya tersenyum Kamu hiduplah sesukamu Sebelum kau …

Continue reading Pada Suatu Sore