Aku tak tahu apa yang harus kusematkan
pada luka yang membiru tertutup jelaga
seakan hatiku bunga yang gugur sebelum mekar
tak kenal musim yang datang menjelang
Keheningan menyelimuti ranting-ranting
berderak oleh kekeringan yang menghantui
menjadi hantu dalam relung kelabu
mengiris tahun demi tahun kelopak bunga yang mati
Aku menunggumu di antara ilalang yang menjulang
mencari bayang-bayang di persilangan cahaya
berkelebat serupa ilusi yang mempermainkan hati
menyibak lembah yang berawan dan merana
Aku menunggumu, di antara luka dan rindu
melarungkan suara yang bergaung di bukit-bukit terjal
menyusup ke dalam batu-batu, menjadi batu
apakah kau mendengar
hatiku bersyair pilu?
MY HEART SINGING IN SORROW
I know not what to lay upon
the bruised wound covered in soot
as if my heart were a blossom fallen before its bloom
unaware of the season drawing near
Silence drapes over the withered branches
creaking beneath a haunting drought
turning into a phantom in the gray depths
slicing year after year the petals of a dying flower
I await you among the towering weeds
seeking shadows where light intersects
flickering like an illusion teasing the heart
unveiling a misty, sorrowful valley
I await you, between the wound and the longing
casting my voice to echo off rugged hills
seeping into the stones, turning into stone
do you hear
my heart singing in sorrow?
Poetry Prairie ©2026