Melipat Waktu

Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi

Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram