Catatan Pertemuan Luka


image

Air jatuh menyapa tanah
Silap mata Tuhan segala ketidakyakinan menjadi mungkin
Seribu satu warna rasakan deras detak jantung
Bak air mengalir hingga terhenti pada samudera
Satu kata lima huruf satu arti memutar dunia hingga beralih tujuan
Cinta… maha daya zat kuasa manusia

Teguh ukiran cerita dibuat hingga meluap
Tak sadarkah, perlahan kau tancapkan pisau berkarat yang dulu kau sembuhkan?
Darah luka itu bagai lahar panas gunung api mendidih membakar hati
Goresan luka yang kering sekejap membiru
Cinta, apakah kau Tuhan dari segalanya?
Atau penafsiran besar padamu di luar nalar kepala?

Air yang kuteguk merapuhkan hidup
Kepergian tanpa pamit merasuk luka-luka lama
Darah mati mengalir sekujur tubuh menjadi tinta jagat yang semu
Hadir batang hidungmu memiliki peran utama
Walau kau mengangakan cedera hati yang tersembunyi
Dan kelalaian ketika menerima dan menanam benih harapan
Tahukah rasa kopi panas yang kau tinggal pergi pagi hari?
Itu aku…

—————————

The Encounter Notes of Wound

The water falls and greets the ground
If Lord’s being hocused then incertitude becomes possible
A thousand and one colors sense the heavy heartbeat
As running water till it halts in the ocean
One word four letters one definition, twists the world and switch the destination
Love … almighty substance of manpower

The solid carvings of story are being made up, till it overflows
Don’t you realize, slowly you stab a rusty knife on me that once you’ve cured?
The blood of that wound’s as hot as boiled vulcanic lava that burns this heart
Dried scar turns blue instantly
Love, are you the Lord of everything?
Or the great interpretation of you is out of reason?

The water that I drink is thinning the life
Departure without goodbye’s penetrating old wounds
Dead blood is flowing throughout the body and turning into a faded universe ink
The presence of you has a major role
Though you hath a hidden wound of heart
and omissions when receiving and planting the seeds of hope
Do you know the taste of hot coffee that you left before morning?
That’s me…

Author: Dita Aditya Rahmawati
Translated by Poetry Prairie

image

Dita Aditya Rahmawati. Lahir di Bandung tahun 1995. Mahasiswa Telkom University jurusan Administrasi Bisnis. Memiliki hobby menulis puisi dan mengikuti lomba puisi sejak SD. Bagi Dita puisi merupakan bagian dari cara untuk mengekspresikan diri dalam bentuk kata-kata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s