Jalan Hidup Kita Satu

Seusai kutatapi kedua bola matamu, aku ingin kita bersalaman dari mata lurus ke hati hingga erat menanami kita sebutir benih keyakinan yang batu. Seumpama-pun kau merawat musim lain, selain hujan dan tanah subur di ladang permulaan ini, aku akan tetap meniti tumbuh hingga cemas yang lumpur berangsur-angsur lebur. Jabatlah raihlah erat yang terjenjang di genggamanku  …

Continue reading Jalan Hidup Kita Satu

Advertisements

Janji Gerimis

Ada gerimis yang kau tinggalkan sebelum aku pergi. Masih kusimpan hingga kini. Jika rindu mulai menggerayang aku segera mengundang mendung. Lalu kau datang membawa pelangi. Jarak telah memagar gerak. Hanya angin yang masih setia mengantar lirik sajak untukmu, sebelum malam kelar. Kupakai jemarimu untuk menuliskannya dan senyum serta sorot matamu sebagai kata. Aku sudah bukan …

Continue reading Janji Gerimis

Nestapa Luka Cinta Anak Penyair

Dunia basah menampung air mata seorang penyair Merembesi langit, menetaskan hujan diatas kepala seorang bayi Yang baru lahir di suatu subuh: ruh yang masih rapuh Masa depannya tercipta atas tetesan cerita menantinya hingga tua Setelah kelahiran di atas reruntuhan bangunan sehabis perang, ia berdoa Benar-benar berdoa pada Tuhannya, “Sirnakanlah segala luka!” Hingga besarlah ia: tertawa, …

Continue reading Nestapa Luka Cinta Anak Penyair

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu meski kata-kata belum pintar membuat formasi yang menarik pandang. Tapi segaris rindu di kertas malam akan semakin panjang dan menjadi prasasti yang akan di kunjungi anak cucu. Aku mencintaimu dengan ribuan rintik doa yang tergenang oleh airmata berdarah sampai mengering pada almanakku yang telah pensiun mengisi hari juga telah mengajari bagaimana menyayangi puisi, …

Continue reading Aku Mencintaimu

Fragmen Pertemuan

1/  demikian angin mengurai kenangan  membawa hikayat tanah dan semesta  pembaringan bagi dedaun yang lelah menjaga  namamu dalam pengasingan 2/  adalah kita yang menjahit masa lalu  tempat bagi segala kebaikan dan kealpaan  mantra bagi kepulangan  binara tahun-tahun kesedihan 3/  hari ini setelah doa ditumpahkan  engkau menepi bersama perahu yang hilang  menemu diri penuh kesadaran  bernaung …

Continue reading Fragmen Pertemuan

Firdaus

Jalanan ini adalah yang dulu kerap kita lalui:  sebagai jalan pergi atau kembali. Pepohonan di tepian, ilalang yang panjang,  reranting, dedaunan. Mereka hanya berganti usia. Persis seperti kita, tetapi mereka tak pernah kemana-mana. Sedang kita, memilih pergi. “Kupilih timur”, katamu. “Ia bintangku. Padanya, aku bertemu bebas. Kau pilihlah arahmu sendiri.” Ujarmu kemudian. “Kutuju utara”, kataku. …

Continue reading Firdaus

Perpustakaan Kita

Semestinya perempuan sebagai puisi, dan kau adalah penyair Tapi, aku memilih untuk menjadi puisi sekaligus penyair Bukan karena aku tidak butuh kau Sebab aku pahami : Aku tidak butuh namaku abadi di halaman buku Aku mau menuliskan diri sendiri sebagai puisi Menjadi setebal buku, lantas Biarkan ingatanmu menjadi rak yang paling kosong Nanti ketika aku …

Continue reading Perpustakaan Kita