Jalan Hidup Kita Satu

Seusai kutatapi kedua bola matamu,
aku ingin kita bersalaman dari mata lurus ke hati
hingga erat menanami kita sebutir benih keyakinan yang batu.

Seumpama-pun kau merawat musim lain,
selain hujan dan tanah subur di ladang permulaan ini,
aku akan tetap meniti tumbuh
hingga cemas yang lumpur berangsur-angsur lebur.

Continue reading Jalan Hidup Kita Satu

Janji Gerimis

Ada gerimis yang kau tinggalkan
sebelum aku pergi. Masih kusimpan
hingga kini. Jika rindu mulai menggerayang
aku segera mengundang mendung.
Lalu kau datang membawa pelangi.

Jarak telah memagar gerak. Hanya angin
yang masih setia mengantar lirik sajak
untukmu, sebelum malam kelar.
Continue reading Janji Gerimis

Nestapa Luka Cinta Anak Penyair

Dunia basah menampung air mata seorang penyair
Merembesi langit, menetaskan hujan diatas kepala seorang bayi
Yang baru lahir di suatu subuh: ruh yang masih rapuh
Masa depannya tercipta atas tetesan cerita menantinya hingga tua
Setelah kelahiran di atas reruntuhan bangunan sehabis perang, ia berdoa
Benar-benar berdoa pada Tuhannya, “Sirnakanlah segala luka!”

Continue reading Nestapa Luka Cinta Anak Penyair

Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu meski kata-kata belum pintar membuat formasi yang menarik pandang. Tapi segaris rindu di kertas malam akan semakin panjang dan menjadi prasasti yang akan di kunjungi anak cucu.

Aku mencintaimu dengan ribuan rintik doa yang tergenang oleh airmata
Continue reading Aku Mencintaimu

Fragmen Pertemuan

image

1/ 
demikian angin mengurai kenangan 
membawa hikayat tanah dan semesta 
pembaringan bagi dedaun yang lelah menjaga 
namamu dalam pengasingan

Continue reading Fragmen Pertemuan

Firdaus

Jalanan ini adalah yang dulu kerap kita lalui: 
sebagai jalan pergi atau kembali. Pepohonan di tepian, ilalang yang panjang, 
reranting, dedaunan. Mereka hanya berganti usia. Persis seperti kita, tetapi mereka tak pernah kemana-mana. Sedang kita, memilih pergi.

Continue reading Firdaus

Perpustakaan Kita

Semestinya perempuan sebagai puisi,
dan kau adalah penyair
Tapi, aku memilih untuk menjadi puisi sekaligus penyair
Bukan karena aku tidak butuh kau
Sebab aku pahami :
Aku tidak butuh namaku abadi di halaman buku

Continue reading Perpustakaan Kita