The Bloody Moon

If my heart has to tell something it will tell a tale of the moon rotating subritiously the orbital defect and it will shine, shine bloody like a bitter daydream soon perished into eclipse as I hide, in the far side of the moon Author & artwork: Poetry Prairie

Advertisements

Tamu Besar

Tamu besar berbadan besar Datang membawa masalah besar Romannya terang-terangan berbinar Melihat semua orang menjadi cahar Kala itu,jika kau melihat adanya, mata semua orang berpendar Seperti jelaga yang dibakar Semua jelas menjadi nanar Hilang semua koar-koar “Itukah algojo kehidupan, wahai Tuhan yang Maha Besar?” “Seperti burung yang berkuar.” Izrail bisa jadi adalah manusia yang besar …

Continue reading Tamu Besar

Kepada Laut

:mengenang We Cudai Di dermaga dekat kotaku Kau adalah laut yang paling palung Sejejer karang karam di dasar sukmamu Menyeruak cahaya dalam gulita katakata Segerombol camar kerap ramai mengunjungiku Sekedar berbagi berita tentang dirimu yang tak lagi biru Ombakmu yang berhenti bisu Atau anginmu yang lupa deru Di suatu senja yang asin Cecar tanya berlomba …

Continue reading Kepada Laut

Senja yang Marah

Senja yang marah Merajuk sepi di penghujung hari Mengingat segala liku Membasuh segala luka Mengikat segala lupa  Tetes keringat dari langit menyeruak aroma kepulangan yang dinanti sejak waktu. Jika kembali adalah hatimu maka pergi adalah perih yang mesti diikhlaskan _sebisa mungkin. Senja semakin marah Sebab jemari kata seringkali hunus yang paling tajam Mencabik maruah yang …

Continue reading Senja yang Marah

Membatu Di Depan Kaca

Selepas tidak melakukan apa-apa, lalu apa-apa tidak bisa dilakukan, karena batas mengatur setiap apa: beku yang terjamah mata—pikiran terlanjur menjadi negara, mengapung atas pertanyaan sendiri. Aku tak tahu. Ketika menemuimu, sebuah pistol melekat di pipi, tak terasa ledaknya tapi mulut tak bisa bersuara, itu sekilas cahaya. Denyar membawa jiwa karam ke dasar seperti sebuah pasar. …

Continue reading Membatu Di Depan Kaca

35 Puisi – Poetry Prairie Lite #6

DAFTAR PUISI PILIHAN Daviatul Umam - Malam Pengampunan Sami'an Adib - Menuju Taman Maharanum Panji Sadewo - Unnamed Hollows Aditya Aji Novtara - Mencoba Mengerti Sebuah Titik Agnes Melati - Setetes Cinta Untukku Ahmad K - Bangunlah Alma Fitri Steviana - Bentang Maaf Ammar - Segelas Cahaya Sang Pengampun Angga Kusumadinata - Ampunanmu Ampunan-Nya Army …

Continue reading 35 Puisi – Poetry Prairie Lite #6

Nyala Obor

Saat-saat sunyi perjalanan. Kunyalakan obor di tangan. Apinya dari kepundan keramat puncak Kelud di musim pancaroba, yang menembangkan kutukan Lembu Sura. Anak-anak zaman limbung. Bermain dalam gelap perbendaharaan bahasa. Kubawa api penerangan di atas jalan berbatu. Apa kabar hari ini petani tebu, petani yang dulu memasok bahan baku primadona perdagangan kolonial; kini lahan penanaman tebu …

Continue reading Nyala Obor

World Poetry Day – March 21

Hear the flow of language drifting above this land, traditions and the trinkets of archipelago. These are voices that compose musical arrangement of life, revives the soul to remote wilderness, wanderer and traditions. The hymn of poetry is not as complicated as the waves of strait between the islands, the valley between the mountains and …

Continue reading World Poetry Day – March 21

The Type (by Sarah Kay)

If you grow up the type of woman men want to look at, you can let them look at you. But do not mistake eyes for hands. Or windows. Or mirrors. Let them see what a woman looks like. They may not have ever seen one before. If you grow up the type of woman …

Continue reading The Type (by Sarah Kay)