That night,
we didn’t speak of leaving
We folded our silences
like old letters
and placed them between the pillows
You touched my face
like you were memorizing the absence
that would come after
And I watched you become less
Not vanish—
but fade,
like a shadow stepping away
from its source
Category: Poetry
Syukur Yang Menyala
Ketika pagi datang dengan cahaya
adakah syukur yang kita nyalakan?
Mungkin syukur bukan semata tentang
memiliki lebih banyak, melainkan menyadari
betapa banyak yang tetap tinggal
ketika kita hampir kehilangan segalanya
Seteguk air pereda dahaga,
napas yang masih pulang ke dada,
mata yang menjadi jendela kepada dunia,
sepasang kaki yang masih sanggup
membawa kita melewati hari
Di luar, daun-daun
bergoyang tanpa pernah menghitung
berapa banyak angin yang datang
burung-burung bernyanyi
tanpa meminta pagi
membalas suaranya
Hati Biru
Tepian laut biru
berkilau dalam cahaya keemasan,
sentuhan hangat matahari pagi
memeluk amarah ombak
Namun di balik air yang gelisah,
sesuatu yang lembut tetap tinggal
sebuah hati biru yang sunyi
belajar memeluk badai di dalam dirinya
Arah Kehidupan
Kita tak tahu kapan mata terbuka
dari kehampaan dunia yang bergulir
sepasang mata bayi yang mencari cahaya
tanpa pertanyaan ataupun kenangan
Adakah janji dan sumpah telah tertatah
dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi
hingga lenyap di rahim ibu
dengan dengungan kidung-kidung sayu
Mereka yang lahir dalam kedamaian
meraih berkah yang tak akan teringat
dan mereka yang terlahir dalam marabahaya
akan menanggungnya selamanya
Melipat Waktu
Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi
Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram
Jarak Dalam Genggaman
Kau di seberang layar,
aku di ujung malam yang sama
Antara kita, sinyal yang putus-putus
membawa suara
seperti surat yang dikirim lewat angin
Kita belajar mencintai
dengan cara baru,
menghitung jam
sebagai pengganti pelukan,
menyimpan foto
sebagai pengganti kehadiran
Meski rindu meyimpan luka
dalam percakapan sunyi
seperti cahaya selepas malam
yang tetap datang,
memeluk tanah yang kedinginan
Tak ada yang berubah
saat kau menyebut namaku
aku masih merasa digenggam
meski tanganmu berada, jauh di kota
tanpa napasku disana
Perantau dan Petualang
Cinta apa yang kita beri pada diri sendiriBila hati terus meminta untuk dikasihaniBetapa banyak manusia menerjunkan diriDi bawah pusaran matahari … More
Mantra Fajar
Di puncak gunung,
fajar tidak datang tergesa
ia menunggu sunyi
menyelesaikan doanya,
hingga matahari
membuka rahasianya perlahan
Kabut menunduk,
cahaya menyentuh bumi
dan pagi terasa
seperti sebuah mantra
yang akhirnya terucap
Pepohonan Tumbuh Miring
Denting-denting pagimengirimkan cahaya jinggamenembus rimbun daun dan ranting tua Pepohonan tumbuh miring,bukan karena salah arah tapi karena disanalah cahaya berada … More
Melati Liar dan Serpih Bulan
Di balik belukar,
melati kecil menyala mahkotanya
di antara daun-daun liar,
seolah bulan meninggalkan
serpih cahayanya
Embun masih menyimpan
bisikan malam di kelopaknya
sementara angin menyusup perlahan
membawa aroma
yang tak bernama
Ruang Antara Doa
Aku tidak selalu tahu
kepada siapa aku berbicara
ketika menutup mata
di tengah keramaian
Mungkin bukan kepada siapa-siapa,
Mungkin hanya kepada ruang
yang selalu ada
menunggu tanpa perlu dijawab
Doa, bagiku,
bukan permintaan
yang harus dikabulkan
tapi jeda
yang mengajarkan
bagaimana caranya diam
tanpa merasa sendirian
Di situlah aku percaya
Tuhan tidak selalu hadir
sebagai jawaban,
kadang Ia hadir
sebagai ruang
yang membuatku berani bertanya
untuk menemukan jalan
yang Ia persiapkan
Warna Yang Tertinggal di Telapak Tangan
Aku menyimpan warna-warna kecil
di telapak tangan
biru dari langit masa kecil,
cokelat dari tanah rumah lama,
kuning dari cahaya
yang jatuh di meja makan
saat semua orang masih ada
Warna-warna itu tidak pernah benar-benar hilang,
hanya berpindah tempat
dari mata, ke ingatan,
dari ingatan, ke cara aku mencintai
hal-hal kecil hari ini
Barangkali begitulah kenangan bekerja
ia tidak meminta kita kembali,
ia hanya meminta kita membawa
sedikit warnanya,
ke mana pun kita pergi
Jam Yang Tak Pernah Berhenti Bertanya
Jam dinding di ruang tunggu
tidak pernah lelah bertanya,
sudah sampai mana kau
dengan hidupmu sendiri?
Kita sering menjawabnya
dengan kesibukan
seolah bergerak cepat
sama dengan bergerak maju
The River Keeps Flowing
Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau
Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu
Mungkin kita juga begitu
Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir
Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti
Petals of Hope
Mist keeps the valley’s secretswhile the flowers open quietlyas if hope needs no witness Beneath the pale and waking skysomething … More
Little Blooms
You do not need to bloom overnight,even the meadow greets the sunone blade of grass at a time Becoming yourselfis … More
The Wrecking Distance
I am a teardrop in the ocean
a diamond-like salt,
dissolved
by the movement of waves
fierce and strong
and I’m flowing under the surface
beneath little curls
of ocean swirls
Seruni
Mati seruni,
di bawah ambang air mata
tak pernah menyentuh udara
Dingin hati,
diseduh hujan yang mengisi mata
diam tak jatuh ke tanah
Doa Untuk Yang Sedang Belajar Pulang
Untuk kau yang sedang menemukan jalan kembali
ke bagian dirimu yang lama hilang,
semoga perjalanan itu tidak perlu terburu-buru
Penyair Sejati
Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana
