Mekarnya Kehidupan

Menghirup bau biru Mengalirkan ke dalam jiwa Merengkuh menguasai pikiran Damai memeluk hati Ketika rasakan lagi Semilir alam membelai Sejuknya hapuskan beban Beratnya terkubur Nyanyian nina bobo kekalutan Seluruh semesta tersapu Mata yang tak henti merayu Mengagumi dan memuji Lukisan nyata mahakarya berharga Lalu kuterbaring Rasakan damai yang tercipta Syukur penuh rasa Di sini aku …

Continue reading Mekarnya Kehidupan

Advertisements

Mekarnya Kehidupan

Padahal, pagi masih basah pada kuncup-kuncup angin demikian pula dingin, semarak di hutan cengkeh teduh di puncak Gunung Gamalama pada daun yang bergurau embun pikiranku mendaki sepagi ini pada batas pengetahuan geografis memandang gugusan pulau berwibawa cakrawala kadang hanya butuh meluangkan sedikit pikiran menghargai ayam mematok bintang lalu matahari sebentar lagi gemilang atau membuka sedikit …

Continue reading Mekarnya Kehidupan

Tanda

Kubaca tanda yang dikiamatkan waktu Dalam labirin sunyi berdetak ia seperti nadi Rekah menjadi serakan dengus napas Berkelindan debu yang menjadi lumpur :sisa genangan hujan yang turun, kemarin Adalah sapa yang lenyap berbuah bisu Mengurungkan lidah dalam katup bibir Perintah hati laksana titah baginda raja Bahasa tubuh sudah cukup sebagai penanda :mengenalmu sebatas kenangan semata …

Continue reading Tanda

Pergantian

keluar dari lubang penuh ketakutan jeritan menemani kala kita diberikan kekerasan pelajaran awal: hidup tidak sehalus yang kita pikirkan pelukan datang kasih sayang menyusul canda tawa berhias ditengah ruangan yang tadinya kelam pelajaran selanjutnya: akan ada pahlawan yang membuat kita tenang sampai akhirnya semua menjadi lebih kompleks saat sesak bertamu pada organ yang sangat lelah …

Continue reading Pergantian

Lambung Sunyi

--elegi kloset dan aborsi Lenganku pucuk rebung dari rumpun bambu nenek moyang. Jemariku mekar mengelopak bunga dipoles sepasang mata buta dan desir darah ibu. Wajahku. O, wajahku lipatan muara terpasang dari ayah yang mencari dan ibu yang menanti disuguhi temaram lampu lalu kunang-kunang melayang. Aku tenggelam di buih api yang terus membara tidak mau mati. …

Continue reading Lambung Sunyi

Bunga di Setiap Hati Manusia

Tak ada yang berbeda ketika kehidupan berjalan Terkejar waktu dan melakukan banyak hal yang kita mau Mengakhiri malam dengan letih yang tidak sepadan Dan melalui malam dengan tidur terlelap oleh waktu Tidak ada yang spesial dan semua terlihat membosankan Manusia hidup dengan semua pilihannya dan berakhir semu Lalu apa pentingnya hidup? Jika semua berakhir datar …

Continue reading Bunga di Setiap Hati Manusia

Pelan-Pelan Rindu Tumbuh Sebagai Kunang-Kunang

Pelan pelan aku tumbuh sebagai kunang-kunang Isyarat musim tak mudah disangkal, Bi sebab hujan begitu sibuk bertiup di telingamu Menjatuhkan bertubi-tubi bisikan iblis juga syaiton nirojiim Dingin, Bi Biarkan dedaunan berpelukan pada tanah Sebab lengan kerinduan tak cukup lincah menghangatkan kita Seduh saja puisimu pada setangkai embun yang mampir di kaca Kaca yang hampir saja …

Continue reading Pelan-Pelan Rindu Tumbuh Sebagai Kunang-Kunang

Destinasi Hidup

Hawa di lereng gamping mencurah hening Sepoi yang hampa Menyejuk atma yang mengalir di kelok kodrat Menepi di tepi resah, serah, kalah Taburilah bangkai itu dengan dedoa Di antara hidup dan mati ‘kan ada jalan meretas Kembali… Dalam reinkarnasi Serak belulang bergelut lagi di rahim ibu Kompromi dengan gumpal-gumpal daging dan darah Mencabik-cabik gundah di …

Continue reading Destinasi Hidup

Cycle

We came in this world, alone Looking with own eyes Hearing with both ears Speaking through one's lips We learn about world, together Cared by parents Laughing with brothers Sharing with sister We enjoy the world, with partners Spending times with friends Crying loud with comrades Fooling around with mates We love our world, in …

Continue reading Cycle

Menimang Matahari Rembulan

Hari-hari yang menimang matahari rembulan telah lahir Dari rahim subuh yang membumbung di ufuk timur Menoreh celarat merah kekuningan Melukis batas cakrawala Hari-hari yang memeluk matahari rembulan mekar di antara dedaun rimbun Basah oleh embun yang tak pernah kering Dari rekam hidup dan penantian hati Menjelajah hari Tiap fajar senja berlomba menukik di langit tinggi …

Continue reading Menimang Matahari Rembulan