Koleksi Puisi

  • Ruang Antara Doa

    Aku tidak selalu tahu kepada siapa aku berbicara ketika menutup mata di tengah keramaian Mungkin bukan kepada siapa-siapa, Mungkin hanya kepada ruang yang selalu ada menunggu tanpa perlu dijawab Doa,…

  • Warna Yang Tertinggal di Telapak Tangan

    Aku menyimpan warna-warna kecil di telapak tangan biru dari langit masa kecil, cokelat dari tanah rumah lama, kuning dari cahaya yang jatuh di meja makan saat semua orang masih ada…

  • Jam Yang Tak Pernah Berhenti Bertanya

    Jam dinding di ruang tunggu tidak pernah lelah bertanya, sudah sampai mana kau dengan hidupmu sendiri? Kita sering menjawabnya dengan kesibukan seolah bergerak cepat sama dengan bergerak maju

  • The River Keeps Flowing

    Pagi merentang di atas sungai, membawa cahaya yang pecah menjadi ribuan kilau Air mengalir tanpa putus melewati batu-batu, menyentuh akar yang karam, membawa pergi daun-daun yang telah selesai menulis kisah…

  • Petals of Hope

    Mist keeps the valley’s secretswhile the flowers open quietlyas if hope needs no witness Beneath the pale and waking skysomething ancient stirs within the eartha promise the heart remembers To…

  • Little Blooms

    You do not need to bloom overnight,even the meadow greets the sunone blade of grass at a time Becoming yourselfis not about rushing toward the light,but learning to openwhere the…

  • The Wrecking Distance

    I am a teardrop in the ocean a diamond-like salt, dissolved by the movement of waves fierce and strong and I’m flowing under the surface beneath little curls of ocean…

  • Seruni

    Mati seruni, di bawah ambang air mata tak pernah menyentuh udara Dingin hati, diseduh hujan yang mengisi mata diam tak jatuh ke tanah

  • Doa Untuk Yang Sedang Belajar Pulang

    Untuk kau yang sedang menemukan jalan kembali ke bagian dirimu yang lama hilang, semoga perjalanan itu tidak perlu terburu-buru

  • Penyair Sejati

    Apa yang begitu berharga dalam kehidupan? Mata manusia mendulang cahaya emas dan kemegahan batu-batu yang terus didaki Dada terbelah dalam aliran waktu diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan memoles kelahiran…

  • Menjadi Manusia

    Biji-biji pecah di rekah bumiDi tempat paling keras, kita mendamba lahirnya harapan Di ruang-ruang sunyi, atau tanah-tanah konflikTempat manusia mati dalam kesendirian atau di tengah amuk perang Ketika matahari perlahan…

  • Ketika Bumi Menghitung Napasnya

    Alam tak lagi marahIa hanya sedang diam Laut menyimpan asin air matanyadi balik senyum wisata Langit menurunkan panas sebagai tanda tanganyang tak pernah kita baca Sawah menguning sebelum waktunyaseperti tubuh…

  • Hatiku Bersyair Pilu

    Aku tak tahu apa yang harus kusematkan pada luka yang membiru tertutup jelaga seakan hatiku bunga yang gugur sebelum mekar tak kenal musim yang datang menjelang

  • Hutan Tak Pernah Tergesa

    Sungai tak pernah berdebat dengan lekuk tepinya Ia berbelok, dan entah bagaimana tetap sampai

  • Padang Aksara

    Di padang aksara yang tak bertepi Kita menanam rima, memetik mimpi Bukan sekadar tinta di kertas tua

  • Ramuan Malam

    Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan

  • Rumah Air

    Dari perut langit, awan hitam pecah membawa kabar dari hulu yang tak lagi sabar memeluk tanah. Berjatuh air, mula-mula lembut seperti bisik doa,

  • Kemana Sang Penyair

    Langkahnya lunglai di lorong waktu yang sekarat menyusuri jejak janji, seribu kata yang patah.

  • In Your Arms

    In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable

  • Chant of Blossoms

    Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road