Senja di Rahim Hutan

Ada senja Di kaki dan selasela Di balik rerimbunan pepohon julang Di rerumpun akar yang saling menyilang Ada senja beserta mentari dan gelora bala tentara Di bias hijau coklat yang membentang Menggeliat menjilat senyap Di antara kurcaci dan periperi pohon Yang bergelantungan dan terbang menarinari Dongeng masih mengalun di setiap telinga sesemak hutan Menyatiri luka …

Continue reading Senja di Rahim Hutan

Advertisements

Narasi Sewaktu Kecil

Di atas kereta, semua daun lontar jatuh dalam kening hujan. Menurunkan rintik-rintiknya, mengasapi rerumputan dan berjumpa pada padang senja. Siapakah engkau di sana? Beribu-ribu hujan menelan hutan yang tandus dan berkerlip kisah kereta tua. Pelan-pelan, menguning lewat celah asap di senja ini. Aku tulis dan duduk dengan kopi di tengahnya. Semua termangun, rerindang api berbulu …

Continue reading Narasi Sewaktu Kecil

Bias-Bias Embun

Sinar cakrawala mulai membuih di langit Saat embun mulai menetes perlahan Saat ingin kurengkuh pagi ini di belukar hutan pinus Sinar yang malu-malu mengintip dari celah-celah daun Yang membias ke segala arah Memberikan banyak keindahan Sampai ada sebuah cerita dari kisah Dimana embun mulai menabuhkan gendang nyanyian Seperti bisikan yang lemah Tapi terdengar merdu di …

Continue reading Bias-Bias Embun

The Tunes of Earth

Ever clearer in search, through will unfettered expanding as the rays, where no fear's define so now, I tread at the flowering bridge to sense thy scent, never to return ...and each lonely trees that devours this path felt how my passion is wanting to enter the fathomless forest with shut eyes as the sacred …

Continue reading The Tunes of Earth

Di Sebuah Ranjang

Dia janjikan sebuah air terjun Deras di sebuah ranjang Beserta sungai elok Berkelok Yang membuat kau pada akhirnya Penasaran bagaimana likunya Lantas, dia berbisik "Sungai itu, terletak di pedalaman hutan," Kau merinding, dia berdalih dingin kau akan sembuh dengan pelukan Di hutan, daun-daun mendesah sepasang bajing adalah jin Bajingan, berloncatan dari dahan Ke sungai telanjang …

Continue reading Di Sebuah Ranjang

Blokade Utan

Panggung teater baru saja ditutup baru ribuan bulan yang lalu penampilannya menarik ambon-ambon gemulai menari dengan ribuan pokok hijau yang memainkan kecapi hening seluruh dengan selimut embun dan kabut membubung di antara sela daun-daun mereka bedana dan zapin dari meranti-meranti tiba-tiba memecahkan hening spektakuler! Rentak tari mereka begitu memesona bahagia membubung senang kali semua penonton …

Continue reading Blokade Utan

Meraba Jejak-Jejak Hutan

|1| adakah sisa setapak dalam ragamu? aliran desah lembut akar-akar mendeburkan ombak di bawahmu pertanda kehidupan kami yang tumbuh dan gugur laksana dedaunan yang kelak menambal retak tanah. adakah pohon-pohon ikuti jejak kakiku sebab kurasakan hempasan nyawa demi nyawa dari ragamu merasuk boneka-boneka tanah jadilah kami. |2| mereka yang bertempat tinggal di balik selaput ragamu …

Continue reading Meraba Jejak-Jejak Hutan

Pohon Rindu

pohon rindu itu tumbuh subur meski hujan yang kau janjikan tak pernah mengguyur musim kemarau hanyalah ancaman yang tak bisa merobohkan pohon rindu yang menjulang kini, telah kusiapkan sebuah keranjang untuk menampung buah pertemuan yang bergantungan di setiap dahan Sumenep, Januari 2015 Fajri Andika. Lahir di Sumenep, Madura. Bergiat di Komunitas Rudal, dan juga aktif …

Continue reading Pohon Rindu

Menara Oksigen

Selagi masih ada nyanyian Sembari menularkan sejuk Kau misterius yang selalu menjawab semua nafas pekat Kegembiraan yang tidak tersentuh belulang catatan Tetaplah terjaga! Sebab kantuk hanya milik mereka yang kekenyangan Namun pada sela ketiak dan bulu-bulu kakimu Tengah saling sahut kuasa di tangan kuasa, rakus yang tiada berpuasa Payung pancaran mataharimu lalu berlarian Ke liang …

Continue reading Menara Oksigen