Bias-Bias Embun


Sinar cakrawala mulai membuih di langit
Saat embun mulai menetes perlahan
Saat ingin kurengkuh pagi ini di belukar hutan pinus
Sinar yang malu-malu mengintip dari celah-celah daun
Yang membias ke segala arah
Memberikan banyak keindahan

Sampai ada sebuah cerita dari kisah
Dimana embun mulai menabuhkan gendang nyanyian
Seperti bisikan yang lemah
Tapi terdengar merdu di telinga
Nyanyian alam yang begitu merindu
Di tengah hutan pinus

Cerita yang berasal dari bias-bias embun
Yang menampilkan gambaran keindahan hutan
Lewat pantulan cahaya yang dibiaskan embun
Sebelum embun menetes kembali ke bawah
Setelah sinar mentari meninggi
Untuk membantu daun berfotosintesa

Biarlah cerita indah bisa terus terpatri
Jadi rajutan cerita yang selalu dirindukan
Jangan ada cerita yang akan mngusik hidup di hutan
Akan selalu berbenih bahagia
Sampai selamanya
Sampai kiamat datang

Rindu akan selalu mengeja di bias-bias embun
Selalu harapan akan menetes di beningnya embun
Menatap lekat pada kehidupan yang harus terus berjalan
Sampai akhir hayat
Melahirkan suatu cerita
Agar kehidupan terus berjalan sesuai siklus alam

Hastira Soekardi. Pengajar dan blogger yang suka dengan dunia anak-anak. Juga suka merangkai kata dalam bentuk puisi. Akan terus menulis sampai tanganku lelah untuk bergerak. Biarlah puisi menjadi doa dan cerita yang selalu menemani hidupku.

Advertisements

One thought on “Bias-Bias Embun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s