Blokade Utan


Panggung teater baru saja ditutup
baru ribuan bulan yang lalu

penampilannya menarik
ambon-ambon gemulai menari
dengan ribuan pokok hijau yang memainkan kecapi
hening seluruh
dengan selimut embun dan kabut
membubung di antara sela daun-daun mereka

bedana dan zapin dari meranti-meranti
tiba-tiba memecahkan hening
spektakuler!
Rentak tari mereka begitu memesona
bahagia membubung
senang kali semua penonton
: terdiri dari binatang-binatang dan jin-jin hutan.
tak ada manusia

keruing-keruing meniup suling
pilang-pilang memukul gendang
mahoni-mahoni lantas berlakon
memainkan pewayangan
kisah Rama Sunyi dan Shinta Senyap!
Yang cintanya terkenal di dunia sepi.

Panggung teater baru saja ditutup
baru ribuan bulan yang lalu

manusia datang lewat lorong-lorong.
Menggonggong!

Aih,
manusia-manusia memaksa tampil!
khalifah-khalifah bumi menabuh keji
mereka menandak-nandak angkara
tirai-tirai api berkobar
menutup panggung dengan kabut tipu
sesak bukan sejuk
semua penonton rusuh
kabur

Panggung teater baru saja ditutup
baru ribuan bulan yang lalu
angin berkabar-kabar
“manusialah yang menutupnya!”

–Ciampea, 2015

Boby Anggara. Penyair muda asal Tanjung Karang yang kini tengah merantau. Sedikit karyanya sudah diterbitkan di media cetak maupun online. Gemar makan berkat riungan. Sekarang berdomisili di Ciampea, Kabupaten Bogor. Bisa dihubungi
lewat Facebook: Boby Anggara.

Advertisements

One thought on “Blokade Utan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s