Eloquent Silence

I sat there with the eloquent silence, with the laughter and tears that are not meant to be heard, yet felt. Having a conversation with sanity on how to stay sane with all the insanity around. Asking the voiceless sound that was on the verge of breaking out, how to stay quiet with all the …

Continue reading Eloquent Silence

Senja

Aku menjadi saksi Tentang seorang ayah yang pulang ke rumah dengan perasaan bangga membawa sebungkus lauk untuk keluarga tercinta. Tentang sepasang kekasih yang sedang kasmaran menikmati indahnya jingga di cakrawala sambil berbicara tentang rencana-rencana membangun sebuah rumah tangga. Tentang anak kecil dengan wajah masam yang tak mau disuruh berhenti bermain bola oleh ibunya karena hari …

Continue reading Senja

Nyanyian Kesedihan

(Peristiwa Tragis) aku membayangkan betapa hari ke hari berikutnya begitu dingin bukan sebab ingin yang melayang-layang di pikiran tetapi, keputusan yang tegas dan pas di bulan Agustus aku nikmati haus dan lapar dengan waktu yang makin menghempas di dada seorang Ibu yang melahirkan, yang merawat, dan membesarkanku aku tahan lapar aku menahan memar sampai pada …

Continue reading Nyanyian Kesedihan

Kembali ke Rumah Cahaya

bukan gadis yang kau kejar apalagi rasa lapar tetapi, kau kembali ke rumah cahaya hingga menyala seluruh tubuh ruh-mu menyala ke lubuk ke lamuk tak ada kata ‘mengamuk’ kembalilah para pencinta kepada cahaya lenyaplah dari huru-hara dunia dan prahara di deretan jarum dan benang dunia kembalilah ke rumah cahaya Darmakradenan, 2018 Penulis: Yanwi Mudrikah

Above The Nicobar

Out in the heaven so blue swirls the silvering clouds, with the edges fly, and monsoon dies, men challenged the storm, and with thunder crushed. What violence, said the men, could rattle the canopy and tear the fiery rays asunder? or quisle the dying gold of Her grandiose, or maul the sun till ocean's bleed. …

Continue reading Above The Nicobar

//Garis Samar//

I. Garis merah di sudut jari kanan bibirmuBagai senja yang terburu-buru bersoleksebelum hujan turun sore itu. Kau paksakan samudera ke dalam warna sepatumuyang aku dapat bercermin kepadanya—ganjil, aneh, janggal. II. Kau mencoba mengukir kisah kasih di atas kertas,namun sayang, tintamu habissebelum namaku usai kau tulis setelah namamu Dan cahaya lilin yang kian redupmembawa bayanganku semakin …

Continue reading //Garis Samar//

Menulis Kerinduan

Hujan adalah kutukan, Karena rindu tak pernah terbantahkan... Malam tak pernah bisa diam. Rindu yang tak dipertemukan, dari mimpi yang tak bisa diramalkan. Sisa kepingan malam yang kusimpan di saku celanaku kini hilang. Setelah kuselidiki dia kembali bertengger di atas, menemani bulan yang lalu lalang sembari mengutuki bintang-bintang memunguti pecahan waktu. ; karena sisa untuk …

Continue reading Menulis Kerinduan

Gadis Kecil Tanpa Nyawa Ayah Bunda

Kau lihat bola bening matanya Mengalir jernih bulir-bulir lara Karena darinya sumber mata air air mata Kau lihat langkahnya Menapak kerikil tajam tanpa alas dari Ayah dari Bunda Hingga tertinggal jejak-jejak kerikil di kakinya Kau lihat mukanya Tertutup kabut kelabu hitam dalam Guratan asa tergambar di pipi kanan kirinya Membuat kusam panorama pandang melihatnya Diraihnya …

Continue reading Gadis Kecil Tanpa Nyawa Ayah Bunda

Puan

Cahaya melahirkan bayang: origami hitam yang diseret seorang perempuan sepanjang trotoar yang ditumbuhi tiang lampu, deret bangku panjang, dan pohon oak yang memanen senja kelabu suatu petang Sungai melukiskan wajah seorang hawa yang tengah berdiri mematung di pinggir jembatan dengan isak yang ia coba titipkan kepada rinai air dan aroma mendung gigil Hening mengikal di …

Continue reading Puan

Menahkodai Purnama

Aku hanya mengandalkan cahaya temaram senja di tepian pantai untuk menulis sebuah puisi yang terlahir dari kegelapan sebatang bakau dengan abunya yang menyala menjadi penerang setiap kata Tiada gulungan ombak juga desir angin yang mampu menakutiku semua terasa tenang ketika lampu-lampu perahu menemani kesunyianku aku tak peduli jika saja ombak mau membawaku ke pelatarannya meskipun …

Continue reading Menahkodai Purnama