Cahaya melahirkan bayang: origami hitam yang diseret seorang perempuan sepanjang trotoar yang ditumbuhi tiang lampu, deret bangku panjang, dan pohon oak yang memanen senja kelabu suatu petang

Sungai melukiskan wajah seorang hawa yang tengah berdiri mematung di pinggir jembatan dengan isak yang ia coba titipkan kepada rinai air dan aroma mendung gigil

Hening mengikal di sekujur langit, malam datang dalam hujan berkesudahan sebelum bayang yang melangkah tunduk berbisik kepada puannya agar menyihir lukisan yang dipahat sungai menjadi sepotong cermin retak yang dicoraki riak dan tubuh perempuan

Penulis: Orkestra Bisu

Advertisements

0 comments on “Puan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: