Jalan Hidup Kita Satu


Seusai kutatapi kedua bola matamu,
aku ingin kita bersalaman dari mata lurus ke hati
hingga erat menanami kita sebutir benih keyakinan yang batu.

Seumpama-pun kau merawat musim lain,
selain hujan dan tanah subur di ladang permulaan ini,
aku akan tetap meniti tumbuh
hingga cemas yang lumpur berangsur-angsur lebur.

Jabatlah
raihlah erat yang terjenjang di genggamanku 
meski tanpa apa-apa yang tertuduh menjadi saksi
cukup lemparan sinar dari matamu sebagai ketukan palu
pertanda aku sekat dan kau setuju lekat

Sebab hamparan yang kita tuju itu adalah sejauh-jauhnya hulu
berjarak seperti langit dan palung
terhitung dari batas pintu kamar kita yang berhadapan
kesanalah perahu kayu dan tekad kita bertaruh
demi rahim air  yang mengalir sebagai masa depan paling asri, 
paling murni

Pada padam petunjuk jalan yang nanar
jalan kita satu
setengah milikku, setengah milikmu
sebagaimana kau gagal menafsir akar muasal
aku semakin remang mengenali bayang tujuan

Maka di perahu itu,
pastikan kau duduk searah denganku

Sleman, Februari 2016

———————————————-

OUR WAY OF LIFE IS ONE

After I looked into your eyes,
I want us to shake hands from the eye straight to the heart
tightly we plant a seed of stone-like faith.

If supposed you also care for another season,
besides rain and fertile soil at this field of beginning,
I will still continue to grow
until the mud of worries gradually melts.

Grab my hand
seize tightly what has been spread in my fist 
with nothing accused as the witness
it only needs the throw of light on your eyes as the judge’s hammer
as a sign that I am parting and you agree to attach

‘Cause the overlays that we’re heading to is the farthest headwaters
like the distance between sky and trough
starting from the door’s boundary of our facing room
there, a wooden boat and our determination start the bet
for the sake of the womb of water that’s flowing as the most beautiful future,
the purest one

Under the bleak road map
our way is one
half mine, half yours
as you failed to interpret the roots of origin
I’m dimmer in recognizing the shadows of our destination

Then on that boat,
make sure you sit down with me in the same direction

Sleman, February 2016

Author: Boy Boang Manalu
Translated by Poetry Prairie

image

Boy Boangmanalu. Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara pada tahun 1993. Saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Geografi UGM Yogyakarta. Menyukai Filsafat dan Sastra, saat ini sedang mengelola komunitas Sastra Serinai di Sleman, DIY. Email: boangboy@gmail.com. Blog: boangboy.wordpress.com.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s