Koleksi Puisi

Kategori Puisi

  • Precarious Mind

    We will lay our bodies next to the truth we cannot hearOr are we the ones who don’t want to hearThe silence echoes like a whirling bladeCutting our skin so…

  • Ulang Tahun

    Kita semua, kupikir, saling melihat kehidupan untuk saling menyaksikan kematian. Dalam setiap ulang tahun, kematian menyampaikan salam. Tak ada yang bisa mengikat waktu walau ingatan mampu dibekukan di lensa kamera…

  • Azure Ocean

    The moment you touched my handOur lives changed into grey lightsIn the depth of azure oceanA silky line between thick clouds tapestryThey remember the color of our skinBleaching in the…

  • Moon Phase

    I hide it under my skin, always hide itAnd like a moon phaseThere will be time it came out slowlyThis secret, bursting with a strong glow As the silence feasts…

  • Antediluvian Hurricane

    Here comes another rainpouring down, on the surfaceof cold tarnished skinwith the ring of prose that rigorously dissheveled the vacillate psyche Old prose that sings a lullabyabout the rain that…

  • Scorch

    As soon the sun erodes the moonI begin to recall the memoriesOf your smile, and our smilesOf my tears, and our agonyThrough the road without home The sand and sea…

  • The Wildflower’s Sorrow

    Among all of the remaining messNothing can beat the sorrow of wildflowerBlooming endlessly by the roadside without designThe beauty they measure is in sizeless seeds Which try to incarnate into…

  • Forest

    From the forest we hear some noisesThe sound of migrating birds, the rotten leaves, decaying lichens,and all the voices of unbreakable languageFamiliar like rolling stones in the road we took…

  • Reciting A Mantra

    I recite a mantra a psychologist wrote me one day“Aku mengasihi perasaan sendiri secara alami” I wonder how accepting damage caused by othersstill need myself to handle it alone I’m…

  • Chopin

    – Ballade No.1, Op.23 In G Minor Kita berkelana dengan lembutAngin tipis menari-nari, usir saya bising dan raung itu kekasihTuts yang pasi berdenting, udara sekitar mengerutKita berkenalan dengan lembut dan…

  • Kota Mata-Mantra

    dua ribu riga ratus dua belas rupa terumbu,dari yang bernama hingga jenis baru,membiakkan jutaan biota yangtak pernah mengufukdi selat matamu. mata tanpa renung,mantra mata yang terkepung. Kode Kening—Hening jangkar besi…

  • Romansa dan Realita

    Aku yakin, aku tengah tiba pada sebuah relasi, relasi dengan seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa menjalin impian tidak semudah dan seindah melihat rembulan bak di film-film Korea. Ketika menyaksikannya, mungkin…

  • Sementara Dermaga Sama Beratnya

    gemuruh menggulung entah sampai kapantak ada yang tahutak sesiapa tak gemetarwabah usai sudah yang menderu kuyup sekujur tubuhtak mengenal lelahtiada terlintas putus asameski sakit dunia sementara dermaga sama beratnyakukuh pilarnya…

  • Inikah Bumi yang Kaupilih Untuk Singgah

    Maret beringsut tua saat kaki-kaki hujan masih sesekali melangkahpada bentangan bumimu dan bumiku, bumi kita, yang serta-merta senyapAngin semua musim dari segala penjuru datang pergi tak kenal waktupada kelam malam…

  • Perkara di Tengah Pagebluk

    #1Hampir beberapa pekan kepala berputar sendiri. Menimang kecemasan perihal jalan raya yang mulai sengsara. Disepikan dari perangkat rencana dan tujuan. Lampu merah cuma nyala senapas. Sedikit yang saling berkejaran. Dan…

  • Angin yang Merahimkan Syair

    Aku hafal benar dengan angin, Aromanya, warna dan tabiatnya Bersebab dianya senantiasa ada Walau dalam ketiadaan Kedangkalan pikiran. Rasa Dan pengharapan Di jejaknya lambai jiwaku dan Memancang tanda-tanda Meruap pada…

  • Karena Waktu, Aku Bisa Mengingat

    Karena waktu, aku bisa mengingat: Semula hanya ingatan yang sering bermain-main sendiri di kepala. Menanyakan kekasih juga pisau untuk membuat luka. Luka yang diyakini sebagai penghilang kekanak-kanakan. Mengubah tangis jadi…

  • Corona

    Di masa seperti ini, dalam bayang kegelapan pandemi sekali lagi kita harus mengingat percakapan batin kita dengan dunia karena kita tak akan pernah tahu bagaimana dunia akan berubah di hadapan…

  • Jarak Pandang Kita

    Tidak pernah ada kabutSebab udara tak juga mengenal gigilMeski matahari tampak seolah berselimut Aku tak bisa memandangmuwalau kurasa jarakmu hanya secuil.Tidak ada tembok, Jerman telah bersatuTersisa sebuah, tempat orang memanggilTuhan…

  • Rumus Rindu

    sungguh! tiada lebih bising manakala dengung denting kerinduan kian melengking nyaring dalam replika kenangan tentang kita. mungkin benar; merindu bukanlah sandiwara politik. serupa sidang para kabinet wakil kita kian pandai…