Puisi Harapan / Hope Poetry

  • The River Keeps Flowing

    Pagi merentang di atas sungai, membawa cahaya yang pecah menjadi ribuan kilau Air mengalir tanpa putus melewati batu-batu, menyentuh akar yang karam, membawa pergi daun-daun yang telah selesai menulis kisah waktu Mungkin kita juga begitu Ada yang harus kita genggam, ada yang harus kita lepaskan, dan ada jalan yang hanya bisa ditemukan setelah kita berani…

  • Petals of Hope

    Mist keeps the valley’s secretswhile the flowers open quietlyas if hope needs no witness Beneath the pale and waking skysomething ancient stirs within the eartha promise the heart remembers To bloom is a promise to yourselfwith no witness but the morningrising quietlybeyond the petals of hope KELOPAK HARAPAN Kabut menyimpan rahasia lembahsementara bunga-bunga mekar perlahanseolah…

  • Racun Musim Semi

    Kebencian memutuskan jari-jemarinya Di tengah-tengah musim semi Ini musim jatuh cinta, bunga berbunga

  • Serunai Langit Surgawi

    Dalam senyapnya malam yang sunyiTerhampar indah di langit malam, biru gelapSerunai bisikan surgawi mengalun merduMengisi jiwa dengan ketenangan yang dalam Dengarkanlah, hati yang terjagaSerunai bisikan surga yang tersembunyiSeperti lagu perlahan merayap dalam dadaMenggetarkan sanubari yang terluka Dalam setiap nadanya terdapat keajaibanPanggilan langit yang merayu keheninganKicauan bintang yang memandu arah hatiMenuju alam yang jauh dari kehidupan…

  • Mahasempurna

    Kita terlahir jadi rencana-rencana paling indah, mahasempurnadi cawan kenangan atau ruang-ruang mimpinamun hidup penuh lipatan jalan yang tak bisa diperbesar di petadan kisah kita menemukan jalan paling tak biasamungkin serupa tapi tak sama Kita tumbuh dalam rencana-rencana paling indah, mahasempurnamampukah ingatan membedakan mimpi dan kenyataankarena yang nyata tak akan pernah sempurnadan mungkin, kita gagal mengukur…

  • Siapa Yang Akan Kita Percayai Selain Kita Berdua?

    Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, hampir seperti perburuan. Kita berpikir punya cukup bekal di perjalanan, tetapi masih harus mencari air dan memakan apa saja. Esok akan lebih sulit. Akar-akar pohon di jalan setapak menjadi lebih besar. Hutan semakin rimbun, gelap…

  • Angin yang Merahimkan Syair

    Aku hafal benar dengan angin, Aromanya, warna dan tabiatnya Bersebab dianya senantiasa ada Walau dalam ketiadaan Kedangkalan pikiran. Rasa Dan pengharapan Di jejaknya lambai jiwaku dan Memancang tanda-tanda Meruap pada dinding dengan lukisan rupa Aku hafal benar riuhnya hentikan geloraku Bersenandung pita suara pecah di ujung malam Aku hafal benar aroma angin menutup pintu yang…

  • Corona

    Di masa seperti ini, dalam bayang kegelapan pandemi sekali lagi kita harus mengingat percakapan batin kita dengan dunia karena kita tak akan pernah tahu bagaimana dunia akan berubah di hadapan kematian dan kehidupan baru Obat terlarang dan pembunuhan, bom dan perang kita sangka pembantai paling mengerikan namun semesta memiliki kisah lain untuk diceritakan bumi yang…

  • Pendahuluan

    1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air mengalir keluar dari mata, mengambang dan jatuh Suara yang terdengar bagai kereta cepat Hanya lewat sepintas tanpa disadari Dengan suara lirih selirih hembusan nafas manusia…

  • Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku

    Nona, mengawali segelintir cemas ranggas paling ganas di dadaku Aku ingin titip perihal pada nyala api yang menari di matamu Bahwa tragedi paling kukuh: Adalah tunggalnya kesaksian rindu. Apalagi yang harus kukatakan pada langit Bilamana kebenaran dari rinduku Tak pernah mengenal proklamasi musim Keadilan kemarau, juga tetas rinai hujan yang bertandang di pekarangan rumahmu. apalagi…

  • Terlambat

    Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai masa lalu Terlalu lama bersarang Terlalu pekat untuk dibasuh Terlalu sesak menyusup ingatan Terlalu banyak melahirkan air mata Matahari berkilauan di sudut senja Meninggalkan semburat jingga menggelegak Diiringi Air laut yang memantulkan pengharapan Akan sebuah…

  • Kekasih Pendosa

    Aku kekasih pendosa Yang penuh pengharapan untuk ampunan Kala memulai penuh sadar namun sulit melupakan Pada nada memecah telinga-telinga Saat bersua tinggalkan jejak luka Ingin kulupakan Ampunkan Aku kekasih pendosa Bermulut dengan maki Berhati penuh dengki Bagaikan milik pendosa Derap-derap langkah yang kutinggalkan menyulut api Menyala-nyala ke relung jiwa wajah para kecewa Kusadari penuh pasti…

  • Segelas Cahaya Sang Pengampun

    jemari senja akan merengkuh berapapun luka agar Sang Penjual Harapan merangkumku dalam celupannya seluas gemerlap gelap yang pasti datang akan kuikat dengan seutas sunyi, menghamba jendela ruang kesadaran biarlah terbentang biarlah tercekik dingin pengharapan sayuku albatros-albatros melayangi imajinasi begitulah mataku menatap syahdu taman-taman berbunga duri aku akan menyiangi setiap inchinya tanpa ampun! tanpa ampun! atas…

  • Mencoba Mengerti Sebuah Titik

    Hitungan kian menguatkan dahaga Gonggongan di telinga mengigit nyawa Ukiran khayalan tidak akan istirahat dikala Sisi putih tercurahkan Cahaya suci selalu menemani Memastikan tubuh tetap bercanda Sosialisasi kehidupan terhalang kuatnya pikiran burung memudar Tidak mampu terbang apalagi mengepakkan khayalan Imajinasi spontanitas redup, karena sumber harapan terbendung nada minor Relakan saja jika terbagi menjadi butiran cinta…

  • Sisa Perjalanan

    Di balik senja, yang merangkak letih pada punggung langit Kau mengulum jingga dalam diam tak disisakan seberkas, sebait, sebaris saja Untuk kukenang, di malam-malam yang mengemis bintang. Sepi dan sunyi, menjelma malaikat yang menduduki pundak Memilihkan pematang, lembah, bukit, dan belukar sebagai jalan mendekati tuju, sebidang maya, yang tak akan pernah mengecup nyata. Kamu. Sendiri…

  • Mekarnya Hidup Wakilkan Dengan Doa

    Betapa purna laku mesti disemai Dalam perahu kayuh hayat Agar tak surut melayari samudera Tak tenggelam melintas jarak dalam depa tak terukur Adalah harapan! Umpama napas yang pecah menyebari paru-paru Melapangkan rongga-rongga jantung Ke mana arah haluan disandarlabuhkan Adalah semangat! Aroma udara selalu mendenyar nadi Titah perigi tampungkan kecamuk ombang-ambing kalut Di pusaran onak hanyutkan…

  • A Kiss From Your Brother

    Di perjalanan ini, perjalanan untuk kembali Hati bertanya-tanya, hati nyeri Kisah apa di ujung perjalanan yang harus dijalani Dalam laju mobil di terik siang Mata mencari-cari jejak kenangan yang hilang Jalan raya cepat menghilang Menyempit di belokan Sawah melapis hamparan tanah Diselingi pohon pisang dan kapuk randu dibawah dua gunung

  • Anggrek Jelita

    Aku pulang mengemas anggrek dalam kresek Bekas pajangan kantor yang dilukir Kubawa naik ojek menembus kepadatan Jumat Udara berat tercelup merayapi rambut Muntah asap pengap lampu hingar klakson, racun yang meluap Anggrek berayun, mengepak bagai kupu-kupu siap terbang Terprovokasi hasut angin

  • Cloverfield

    I can see love, so green An age long remedy that keeps me in the aisles So pure till I can touch my own soul A blessing in disguise I have to find I can see love, so green It’s the touch of an invisible truth What lies beneath? It’s blinded me with the beauty…

Puisi Lainnya


Musik Poetry Prairie

Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu

Poetry Prairie Journal

Temukan puisi-puisi indah lainnya di sini

Kirim Puisi Poetry Prairie

Kirimkan karya puisimu, mari berbagi puisi