Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu Dee Lestari di Penutupan Festival Sastra Yogyakarta 2026



Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu
Dee Lestari
Sabtu, 29 Agustus 2026
19.30 WIB–selesai
Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta
Gratis
Pertunjukan ini menjadi bagian dari Penutupan Festival Sastra Yogyakarta 2026, bersama Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026 dan penampilan Kiai Kanjeng.

Penulis, penyanyi, dan pencipta lagu Dee Lestari akan menghadirkan pertunjukan khusus bertajuk “Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu” dalam rangkaian penutupan Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026. Pertunjukan ini menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam FSY 2026 karena mempertemukan tiga medium yang selama ini lekat dengan perjalanan kreatif Dee: tutur, puisi, dan musik.

Pentas tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Acara penutupan FSY dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai dan terbuka untuk masyarakat secara gratis.

Apa Itu “Mata Badai”?

“Mata Badai” dirancang sebagai sebuah pertunjukan yang mengemas karya-karya terbaru Dee Lestari dalam bentuk pentas tutur puisi dan lagu.Informasi yang dipublikasikan dalam materi promosi acara menyebutkan bahwa karya-karya terbaru Dee akan dikemas ke dalam pertunjukan “Mata Badai”, sehingga penonton tidak hanya datang untuk mendengarkan pembacaan puisi atau menyaksikan konser musik, tetapi mengalami karya melalui perpaduan narasi, kata, suara, dan musik.


Mengapa “Mata Badai” Menjadi Istimewa?

Pertunjukan tahun ini hadir pada momentum yang cukup penting dalam perjalanan kreatif Dee Lestari.

Pada Agustus 2026, Dee menerbitkan dua karya baru sekaligus, yaitu Midpoint: 7 Inteligensi Kristal untuk Tenang di Mata Badai dan Di Antara dan Akhirnya Berbunga.

Midpoint merupakan karya nonfiksi yang memadukan pengalaman personal dengan pembahasan mengenai sains, psikologi, filsafat, spiritualitas, kesehatan, serta proses kreatif. Sementara itu, Di Antara dan Akhirnya Berbunga merupakan buku puisi perdana Dee Lestari, yang mengeksplorasi cinta, ketidakpastian, kerinduan, luka, dan proses untuk kembali bertumbuh.Karena itu, kehadiran “Mata Badai” dalam FSY 2026 terasa seperti pertemuan antara buku, puisi, musik, dan pengalaman hidup Dee dalam satu panggung.

Informasi resmi Pemerintah Kota Yogyakarta menyebutkan bahwa panggung penutupan FSY 2026 akan menghadirkan Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026, pertunjukan peluncuran karya terbaru Dee Lestari, serta penampilan Kiai Kanjeng.

Susunan agenda penutupan

19.30 WIB – selesai

1. Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026

Salah satu agenda utama malam penutupan adalah pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang Sayembara Puisi Nasional FSY 2026.

Sayembara ini terbuka bagi warga negara Indonesia dengan tema bebas. Pengumpulan karya berlangsung pada 21 Juli–21 Agustus 2026 dengan total hadiah Rp5 juta.

Hingga akhir periode, panitia telah menerima lebih dari 4.000 karya puisi dari berbagai daerah di Indonesia.

2. “Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu” — Dee Lestari

Setelah rangkaian penghargaan, penonton akan disuguhi pertunjukan Dee Lestari yang menggabungkan tutur, puisi, dan lagu.

Materi promosi menyebut pertunjukan tersebut sebagai pengemasan karya-karya terbaru Dee Lestari dalam format pertunjukan.

Kehadiran pertunjukan ini menarik karena berlangsung tidak lama setelah peluncuran dua karya terbaru Dee, Midpoint dan Di Antara dan Akhirnya Berbunga.

Dengan format pentas tutur puisi lagu, karya yang biasanya dinikmati melalui halaman buku berpotensi memperoleh pengalaman yang berbeda: kata-kata hadir melalui suara, sementara unsur musik memberi lapisan emosional pada teks.

3. Penampilan Kiai Kanjeng

Panggung penutupan FSY 2026 juga akan menghadirkan Kiai Kanjeng, melengkapi perayaan sastra dengan pertunjukan musik.

Pemerintah Kota Yogyakarta menyebut Dee Lestari dan Kiai Kanjeng sebagai bagian dari agenda penutupan festival pada 29 Agustus.



FSY 2026: Sastra sebagai “LAKU”

“Mata Badai” tidak berdiri sendiri. Pertunjukan ini menjadi bagian dari gagasan besar FSY 2026 yang mengusung tema “LAKU”.

Festival Sastra Yogyakarta 2026 berlangsung 23–30 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menjelaskan bahwa “laku” dimaknai sebagai perjalanan sekaligus praktik. Sastra tidak hanya dipandang sebagai karya yang telah selesai, tetapi sebagai proses yang terus dijalani: menulis, membaca, mengkaji, mengkritik, mengajarkan, menerbitkan, hingga mendistribusikan buku.

Selama delapan hari, FSY 2026 menghadirkan sekitar 100 pembicara dan pengisi acara, 36 sesi acara, serta 12 komunitas. Programnya mencakup Pasar Buku Sastra, Gunungan Buku, bedah buku, diskusi, workshop penulisan, pameran apresiasi karya sastra, kuratorial dan artis talk, Poetry Jam, Haul Sastrawan Jogja, Orasi Budaya, Open Stage Sastra “Bacalah”, hingga Seminar Nasional.

Agenda lainnya: The Art of Slam Poetry II with Lizzie Chan


Kirim Puisi Poetry Prairie


Discover more from Poetry Prairie

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

1 Comment

Leave a comment