-
Jarak Dalam Genggaman
Kau di seberang layar, aku di ujung malam yang sama Antara kita, sinyal yang putus-putus membawa suara seperti surat yang dikirim lewat angin Kita belajar mencintai dengan cara baru, menghitung jam sebagai pengganti pelukan, menyimpan foto sebagai pengganti kehadiran Meski rindu meyimpan luka dalam percakapan sunyi seperti cahaya selepas malam yang tetap datang, memeluk tanah…
-
The Wrecking Distance
I am a teardrop in the ocean a diamond-like salt, dissolved by the movement of waves fierce and strong and I’m flowing under the surface beneath little curls of ocean swirls
-
Ramuan Malam
Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan
-
In Your Arms
In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable
-
Unsent Signal in the Age of Noise
I composed you not as a letter, but as a frequency no one tunes into anymore
-
Architecture of Estrangement
My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.
-
Munajat Ramadan
Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…
-
Romansa dan Realita
Aku yakin, aku tengah tiba pada sebuah relasi, relasi dengan seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa menjalin impian tidak semudah dan seindah melihat rembulan bak di film-film Korea. Ketika menyaksikannya, mungkin aku akan berkata dengan syahdu nan merdu, “Ah, indahnya. Aku tahu kamu pasti menyaksikan indah yang sama. Bulatnya sempurna.” Klasik. Apa yang sering tak kusadari…
-
Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku
Nona, mengawali segelintir cemas ranggas paling ganas di dadaku Aku ingin titip perihal pada nyala api yang menari di matamu Bahwa tragedi paling kukuh: Adalah tunggalnya kesaksian rindu. Apalagi yang harus kukatakan pada langit Bilamana kebenaran dari rinduku Tak pernah mengenal proklamasi musim Keadilan kemarau, juga tetas rinai hujan yang bertandang di pekarangan rumahmu. apalagi…
-
Ibu
seorang ibu adalah cahaya, cahaya dan cahaya sebab, ia yang merangkul hati para pecinta. Purwokerto, Juni 2018 Penulis: Yanwi Mudrikah
-
Dalam Diam
Janganlah dulu kau pamit Janganlah dulu kau beranjak Malam waktu baru menyapa, Silahkan masuk katanya. Sunyi masih muda Alun angin masih menari-nari lincah dan kita berdua terduduk di sini di bangku taman di bawah pohon rindang berterangkan hanya sebatang lilin yang terus leleh dimakan waktu saling bertatap dalam diam diselimuti kabut; kabut bianglala Arak-arakan gerimis…
-
Madah Perkawinan
I menjelang matamu terpejam, kau tutup langit-langit pelataran kembara dengan wajah alam kesemestaanmu. tepat saat musim bersujud merubuhkan tiang lampu kota juga rumah-rumah kaca! II di muka dunia menyempit ini, mataku mendidih oleh rona apimu yang menjilat-jilat dari pusara cinta tempat persemayaman abadi ratu Sheba hidupku mengangkang oleh kemelut cita-cita mata batin jauh memandang ke…
-
Rindu
Teruntuk bisikan angin berhembus merdu. Apa kabarmu? Sudah seabad tak kurasakan dinginnya kehadiranmu Teruntuk angin muson dari timur. Sedang dimana dirimu? Tak kulihat kau menunggu di pertigaan musim Teruntuk gumpalan angin dalam syahdu. Kau tinggalkan kemana jejakmu? Ingin kudaki jejak samar yang kau tinggalkan di pucuk malam
-
Jalan Sunyimu
pagi adalah kepolosan yang menyeka air mata senja adalah kepulangan jiwa pada diam diam… yang menggetarkan jagad dalam petang kau dudukkan rasa
Puisi Lainnya
- Puisi Alam & Lanskap
- Puisi Kehidupan
- Puisi Cinta & Rindu
- Puisi Perpisahan & Kesedihan
- Puisi Manusia & Dunia
- Puisi Perjalanan
- Puisi Harapan
- Puisi Waktu & Ingatan
Musik Poetry Prairie
Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu“
