Puisi Cinta & Rindu / Love & Longing Poetry

  • The Night We Became Ghosts

    That night, we didn’t speak of leaving We folded our silences like old letters and placed them between the pillows You touched my face  like you were memorizing the absence  that would come after And I watched you become less Not vanish— but fade, like a shadow stepping away from its source

  • Jarak Dalam Genggaman

    Kau di seberang layar, aku di ujung malam yang sama Antara kita, sinyal yang putus-putus membawa suara seperti surat yang dikirim lewat angin Kita belajar mencintai dengan cara baru, menghitung jam sebagai pengganti pelukan, menyimpan foto sebagai pengganti kehadiran Meski rindu meyimpan luka dalam percakapan sunyi seperti cahaya selepas malam yang tetap datang, memeluk tanah…

  • The Wrecking Distance

    I am a teardrop in the ocean a diamond-like salt, dissolved by the movement of waves fierce and strong and I’m flowing under the surface beneath little curls of ocean swirls

  • Hatiku Bersyair Pilu

    Aku tak tahu apa yang harus kusematkan pada luka yang membiru tertutup jelaga seakan hatiku bunga yang gugur sebelum mekar tak kenal musim yang datang menjelang

  • Ramuan Malam

    Terbuat dari apakah ramuan yang bernama malam? Cukupkah ditambahkan ke dalam adonan : – Ribuan biji bintang – Sepotong bulan

  • In Your Arms

    In your arms, I am enough, yet more In your arms, I am strong, yet vulnerable

  • Unsent Signal in the Age of Noise

    I composed you not as a letter, but as a frequency no one tunes into anymore

  • Architecture of Estrangement

    My body— a blueprint drawn in disappearing ink. Rooms I never entered.

  • I Miss You

    I miss you like the sea misses the sky Rolling waves, keep coming, and going,

  • Kata-Kata di Mata Anakku

    Ada kata-kata di mata anakku Menganga seluas samudra hitam

  • Takdir Rindu Yang Membatu

    Di bibir kota langit telah runtuhSelubung warna kota terkelupas dengan lirihDan kita menggariskan jejak antarbintangDari ingatan yang luruh dan bersemayam di bumiMenjadi kuburan sunyi di antara bumi dan matahari,di antara denyut nadi dan debar hati Kita adalah sepasang luka Bertumbukan di bawah matahariBagai debu, gas waktu, nyalakan nebulaKehancuran dimulai dari keruntuhan gravitasiBukankah bibit bintang selalu…

  • Munajat Ramadan

    Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…

  • Musim Di Balik Jendela

    Mungkin, kau pernah membuka jendeladan menemukan langit berubah warnakarena musim yang berganti telah merambatitanah, rumput dan pepohonan secara halusDan di sana, di tempat yang sama kau melempar pandanganmenanam ingatan yang berbedadan perasaanmu berubah di bawah cahaya Mungkin, aku telah terbiasa membuka jendelamemandang warna langit yang berubah tanpa bisa dicegah seperti daun tua yang berguguran jatuh…

  • Perang Dingin

    kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu ketakutan suku Bushman akan mengendap keluardari bola mata masing-masingmengacungkan tombak, taring beracundan kutukan tak terucap rasa ini mengendap lebih dalam dari lava di kawahdada vulkanis kita pulas terlelap kita tahu, kita selalu tahuhati kita telah…

  • Siapa Yang Akan Kita Percayai Selain Kita Berdua?

    Menyambut badai yang lebih besar. Hari-hari penuh ketidakpastian berkali lipat banyaknya. Jatahmu kepadaku, jatahku di bahumu jua. Petualangan ini, Sayang, hampir seperti perburuan. Kita berpikir punya cukup bekal di perjalanan, tetapi masih harus mencari air dan memakan apa saja. Esok akan lebih sulit. Akar-akar pohon di jalan setapak menjadi lebih besar. Hutan semakin rimbun, gelap…

  • Chopin

    – Ballade No.1, Op.23 In G Minor Kita berkelana dengan lembutAngin tipis menari-nari, usir saya bising dan raung itu kekasihTuts yang pasi berdenting, udara sekitar mengerutKita berkenalan dengan lembut dan malam makin jauhBarangkali sense of humor membayang. Meredam dalam jari-jari kitaMakin bengis merangkak di telingaAda sesuatu yang gaib, ada sesuatu yang raibMatahari menerobos dinding, udara…

  • Romansa dan Realita

    Aku yakin, aku tengah tiba pada sebuah relasi, relasi dengan seorang wanita. Dia mengajarkan bahwa menjalin impian tidak semudah dan seindah melihat rembulan bak di film-film Korea. Ketika menyaksikannya, mungkin aku akan berkata dengan syahdu nan merdu, “Ah, indahnya. Aku tahu kamu pasti menyaksikan indah yang sama. Bulatnya sempurna.” Klasik. Apa yang sering tak kusadari…

  • Pendahuluan

    1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air mengalir keluar dari mata, mengambang dan jatuh Suara yang terdengar bagai kereta cepat Hanya lewat sepintas tanpa disadari Dengan suara lirih selirih hembusan nafas manusia…

  • Kasidah Air Mata

    ;Teruntuk Neng Ozara Selamat malam luka, selamat hijrah ke hatiku Apalagi yang semestinya hendak kututupi berkali-kali pada sepi Bilamana sekuntum mawar di tubuhku, perlahan gugur Mengering dedaunannya, sebab penindasan kemarau Tak henti-hentinya kau kirim dari senyummu Bahkan, seratus duri-durinya Pasrah menancap di curam dadaku. Terimakasih luka, perih yang kau wasiatkan padaku Telah sempurna menjadi riuh…

  • Falsafah Tragedi Rindu Kian Memanjang di Kota Dadaku

    Nona, mengawali segelintir cemas ranggas paling ganas di dadaku Aku ingin titip perihal pada nyala api yang menari di matamu Bahwa tragedi paling kukuh: Adalah tunggalnya kesaksian rindu. Apalagi yang harus kukatakan pada langit Bilamana kebenaran dari rinduku Tak pernah mengenal proklamasi musim Keadilan kemarau, juga tetas rinai hujan yang bertandang di pekarangan rumahmu. apalagi…

Puisi Lainnya


Musik Poetry Prairie

Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu

Poetry Prairie Journal

Temukan puisi-puisi indah lainnya di sini

Kirim Puisi Poetry Prairie

Kirimkan karya puisimu, mari berbagi puisi