Puisi Manusia & Dunia / Poetry of Human & World

  • Arah Kehidupan

    Kita tak tahu kapan mata terbuka dari kehampaan dunia yang bergulir sepasang mata bayi yang mencari cahaya tanpa pertanyaan ataupun kenangan Adakah janji dan sumpah telah tertatah dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi hingga lenyap di rahim ibu dengan dengungan kidung-kidung sayu Mereka yang lahir dalam kedamaian meraih berkah yang tak akan teringat dan mereka…

  • Perantau dan Petualang

    Cinta apa yang kita beri pada diri sendiriBila hati terus meminta untuk dikasihaniBetapa banyak manusia menerjunkan diriDi bawah pusaran matahari yang membingkai kota ini,tanpa serpihan cahaya yang menjulurkan arti Mungkin tak akan ada pelukan dari ibuAtau jalan lebih serupa bidak-bidak catur Bila takdir membawamu bertamuKau akan tahu, lelahmu meneteskan keringat yang terus diramu Kita adalah…

  • Penyair Sejati

    Apa yang begitu berharga dalam kehidupan? Mata manusia mendulang cahaya emas dan kemegahan batu-batu yang terus didaki Dada terbelah dalam aliran waktu diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan memoles kelahiran menuju jalan kejayaan menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana

  • Menjadi Manusia

    Biji-biji pecah di rekah bumiDi tempat paling keras, kita mendamba lahirnya harapan Di ruang-ruang sunyi, atau tanah-tanah konflikTempat manusia mati dalam kesendirian atau di tengah amuk perang Ketika matahari perlahan terbit di langit timurCahaya berkilau di mata dan kulit yang menggigilKita adalah makhluk, sarat rasa takut, yang telah banyak kehilangan Ketika hati tenggelam dalam tragediyang…

  • Padang Aksara

    Di padang aksara yang tak bertepi Kita menanam rima, memetik mimpi Bukan sekadar tinta di kertas tua

  • Chant of Blossoms

    Specks of dust drift away Fragments of the past scatter in the air Weariness crawls, mute, at the end of the road

  • What the Wind Cannot Carry

    Some words refuse to vanishThey stay, not in memory— but in the ache beneath forgettingI buried your shadow in a place without groundEven now, the soil won’t settleWhat is grief, but the persistence of a question no time has ever answered?And in the hush before waking,I still feel it— the shape of your absence curling like smoke inside the ruins of my…

  • Setelah Malam Panjang

    Bagaimana cara hidup? Bagaimana cara mencintai tandus?

  • Munajat Ramadan

    Sinar fajar berpendar di angkasadibelah sayap burung-burung yang melesatdi atas dahan-dahan hitam dan sekumpulan doayang usai direkatkan dalam hati Apa arti dunia ini, yang tumbuh dari ketiadaandan kembali pada kematian seperti perjalanan mataharidi atas kepala manusia yang bangun dan berdirimenaklukkan hati sendiri untuk mengagungkan-Nya Bulan merekah selepas matahari pergimenjadi peta kalender lunar yang berputarkembali di…

  • Precarious Mind

    We will lay our bodies next to the truth we cannot hearOr are we the ones who don’t want to hearThe silence echoes like a whirling bladeCutting our skin so thin, we don’t know how it feelsTo be cut off, inch by an inch by the expert chefOur precarious mind So we have the holy…

  • Forest

    From the forest we hear some noisesThe sound of migrating birds, the rotten leaves, decaying lichens,and all the voices of unbreakable languageFamiliar like rolling stones in the road we took I know the difference between someone who are lostAnd the one who ordained their tragedyto be a compromised lonelinessThough it bears the same foolishnessIt grows…

  • Corona

    Di masa seperti ini, dalam bayang kegelapan pandemi sekali lagi kita harus mengingat percakapan batin kita dengan dunia karena kita tak akan pernah tahu bagaimana dunia akan berubah di hadapan kematian dan kehidupan baru Obat terlarang dan pembunuhan, bom dan perang kita sangka pembantai paling mengerikan namun semesta memiliki kisah lain untuk diceritakan bumi yang…

  • Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa!

    betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi mataram sampai minang betapa jauh jarak rumah gadang sampai ke pendopo joglo*) tetapi betapa dekat dalam kitab kuno kisah juang tuanku imam bonjol dan pangeran diponegoro laukpauk sambal dan serbaneka sayur lambang cinta warisan leluhur betapa panjang petualangan semangkuk bakmi dan pizza…

  • Aku Akan Pulang, Tuhan

    Senja menyapaku dengan tatapan nanar, layaknya menunggu untuk segera pulang. Sejauh ini, Aku telah menjalani langkah yang terseok-seok sampai hari ini, Aku pernah mencintai dan meletakkan harapan yang tak sejalan dengan kenyataan. Dalam sunyinya malam, semesta selalu saja membuatku lemah tak berdaya. Mengungkap semua rasa, suka duka mencintai dan berharap tanpa balas. Aku menyukai kebersamaan…

  • Kekasih Pendosa

    Aku kekasih pendosa Yang penuh pengharapan untuk ampunan Kala memulai penuh sadar namun sulit melupakan Pada nada memecah telinga-telinga Saat bersua tinggalkan jejak luka Ingin kulupakan Ampunkan Aku kekasih pendosa Bermulut dengan maki Berhati penuh dengki Bagaikan milik pendosa Derap-derap langkah yang kutinggalkan menyulut api Menyala-nyala ke relung jiwa wajah para kecewa Kusadari penuh pasti…

  • Tahirkan Khilafku

    Ada mata yang terbuka Ada jiwa yang berdetak Ada asa dalam sukma Ada tawa dalam canda Ada syukurku pada-Nya Kasih-Nya Ibarat air menyejukkan jiwa Selembut sutera Seindah melodi orkestra Dalam setiap hembusan nafas Mengajarkan arti ketulusan Menghargai sebuah kepercayaan Memberi mahkota keindahan Menyentuh nurani setiap insan Ratusan perjalanan telah kutempuh Ribuan hari telah berlalu Jutaan…

  • Segelas Cahaya Sang Pengampun

    jemari senja akan merengkuh berapapun luka agar Sang Penjual Harapan merangkumku dalam celupannya seluas gemerlap gelap yang pasti datang akan kuikat dengan seutas sunyi, menghamba jendela ruang kesadaran biarlah terbentang biarlah tercekik dingin pengharapan sayuku albatros-albatros melayangi imajinasi begitulah mataku menatap syahdu taman-taman berbunga duri aku akan menyiangi setiap inchinya tanpa ampun! tanpa ampun! atas…

  • Mencoba Mengerti Sebuah Titik

    Hitungan kian menguatkan dahaga Gonggongan di telinga mengigit nyawa Ukiran khayalan tidak akan istirahat dikala Sisi putih tercurahkan Cahaya suci selalu menemani Memastikan tubuh tetap bercanda Sosialisasi kehidupan terhalang kuatnya pikiran burung memudar Tidak mampu terbang apalagi mengepakkan khayalan Imajinasi spontanitas redup, karena sumber harapan terbendung nada minor Relakan saja jika terbagi menjadi butiran cinta…

  • Dalam Asing Perjalanan

    malam penaka jaring laba-laba yang dirajut angin gerimis begitu pekat memeram pengap lentera-lentera telah padam kini hanya liku-liku jalan tanpa tanda langkahku kian patah dililit belukar dan ular belum kudengar jua mazmur pantingmu* yang padanya tersirat petuah arah serupa sabda cahaya yang melesat dari doa ibu sedang di ruas rimba malam kian gelita penaka jaring…

  • Sebuah Pertemuan

      pada garba perempuan yang sama kita pernah menilasi misteri perjalanan paling ilahi tanpa peta tapi tak pernah tersesat ke alamat asing di kota lain kita kembali berjumpa berbagi kisah lembut suaramu mengingatkanku pada kenangan masa kanak-kanak dahulu: damai ini telah lama kurindu sejak di pangkuan ibu ketika lidah keluku tak fasih-fasih mengeja alif lam…

Puisi Lainnya


Musik Poetry Prairie

Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu

Poetry Prairie Journal

Temukan puisi-puisi indah lainnya di sini

Kirim Puisi Poetry Prairie

Kirimkan karya puisimu, mari berbagi puisi