-
The Wrecking Distance
I am a teardrop in the ocean a diamond-like salt, dissolved by the movement of waves fierce and strong and I’m flowing under the surface beneath little curls of ocean swirls
-
Seruni
Mati seruni, di bawah ambang air mata tak pernah menyentuh udara Dingin hati, diseduh hujan yang mengisi mata diam tak jatuh ke tanah
-
Musim Di Balik Jendela
Mungkin, kau pernah membuka jendeladan menemukan langit berubah warnakarena musim yang berganti telah merambatitanah, rumput dan pepohonan secara halusDan di sana, di tempat yang sama kau melempar pandanganmenanam ingatan yang berbedadan perasaanmu berubah di bawah cahaya Mungkin, aku telah terbiasa membuka jendelamemandang warna langit yang berubah tanpa bisa dicegah seperti daun tua yang berguguran jatuh…
-
Perang Dingin
kita tak pernah jauhtapi hati kita berlayar menjauhmelintas gelombang laut dan angin berpetirke pulau tanpa penghuni tertutup rimbun hutan kelamselalu ketakutan suku Bushman akan mengendap keluardari bola mata masing-masingmengacungkan tombak, taring beracundan kutukan tak terucap rasa ini mengendap lebih dalam dari lava di kawahdada vulkanis kita pulas terlelap kita tahu, kita selalu tahuhati kita telah…
-
Angin yang Merahimkan Syair
Aku hafal benar dengan angin, Aromanya, warna dan tabiatnya Bersebab dianya senantiasa ada Walau dalam ketiadaan Kedangkalan pikiran. Rasa Dan pengharapan Di jejaknya lambai jiwaku dan Memancang tanda-tanda Meruap pada dinding dengan lukisan rupa Aku hafal benar riuhnya hentikan geloraku Bersenandung pita suara pecah di ujung malam Aku hafal benar aroma angin menutup pintu yang…
-
Rumus Rindu
sungguh! tiada lebih bising manakala dengung denting kerinduan kian melengking nyaring dalam replika kenangan tentang kita. mungkin benar; merindu bukanlah sandiwara politik. serupa sidang para kabinet wakil kita kian pandai merangkai permainan kata berupa wacana. aku tak pernah bisa berkata jujur untukmu, kawan. bilamana wajahmu kerap menabur subur di hati dan mata yang seketika mencipta…
-
Pendahuluan
1/ SILIR Tak bisa lagi diajak berkompromi Berat, terasa berat melawannya Hawa dingin menyergap, menyelimuti layaknya kabut di pagi buta Ketukan detik jam terus berputar Berputar, berputar semakin cepat Air mengalir keluar dari mata, mengambang dan jatuh Suara yang terdengar bagai kereta cepat Hanya lewat sepintas tanpa disadari Dengan suara lirih selirih hembusan nafas manusia…
-
Kasidah Air Mata
;Teruntuk Neng Ozara Selamat malam luka, selamat hijrah ke hatiku Apalagi yang semestinya hendak kututupi berkali-kali pada sepi Bilamana sekuntum mawar di tubuhku, perlahan gugur Mengering dedaunannya, sebab penindasan kemarau Tak henti-hentinya kau kirim dari senyummu Bahkan, seratus duri-durinya Pasrah menancap di curam dadaku. Terimakasih luka, perih yang kau wasiatkan padaku Telah sempurna menjadi riuh…
-
Senja
Aku menjadi saksi Tentang seorang ayah yang pulang ke rumah dengan perasaan bangga membawa sebungkus lauk untuk keluarga tercinta. Tentang sepasang kekasih yang sedang kasmaran menikmati indahnya jingga di cakrawala sambil berbicara tentang rencana-rencana membangun sebuah rumah tangga. Tentang anak kecil dengan wajah masam yang tak mau disuruh berhenti bermain bola oleh ibunya karena hari…
-
Terlambat
Sepasang tangan penuh luka sayatan Penuh darah bergelimangan Memegang ikatan tali derita Bak sebuah sayap yang enggan lepas dari rantai masa lalu Terlalu lama bersarang Terlalu pekat untuk dibasuh Terlalu sesak menyusup ingatan Terlalu banyak melahirkan air mata Matahari berkilauan di sudut senja Meninggalkan semburat jingga menggelegak Diiringi Air laut yang memantulkan pengharapan Akan sebuah…
-
Laguna Barat
Aku tetapkan tasbihku di laguna barat berhadapan bias cakrawala Puisi yang kulukis makin terasa sepi, digulung harapan yang tak puas diharap Perjalanan hidup yang melaksa jiwa tak pernah usai bahkan lebih menjadi-jadi Hingga terngiang, terkapar rautku menatap tubuh yang kian asing disentuh Tubuh yang dulu menemani berjalan hingga ujung lembah lain tertuntaskan Tubuh yang terbalut…
-
Sisa Perjalanan
Di balik senja, yang merangkak letih pada punggung langit Kau mengulum jingga dalam diam tak disisakan seberkas, sebait, sebaris saja Untuk kukenang, di malam-malam yang mengemis bintang. Sepi dan sunyi, menjelma malaikat yang menduduki pundak Memilihkan pematang, lembah, bukit, dan belukar sebagai jalan mendekati tuju, sebidang maya, yang tak akan pernah mengecup nyata. Kamu. Sendiri…
-
Endorfin
Aroma tubuhmu telah lama aku simpan dalam bisik nadi Perahlah, ia begitu suci selayak air yang mengalir dalam pelukku. Sesekali aku pernah bermimpi menjadi keringat dalam perjalananmu Menjadi derak nafas yang pasang surut Seketika engkau mempercepat langkahmu sepanjang kemarau, sepanjang ephemrida yang engkau tulis kembali.
-
Moonlight Children
The children cried to the moonlight Neglected, a lonely rhapsody Only names left alone On a crowded orphanage Life has written the parent’s fate Died with no memories Unknown like the wind Some left because of poverty Or rejection of defected babies Abusive nights and dirty plates Craving for instant noodles Sleeping on thin blanket…
-
A Hidden Sadness
The stars are dancing The moon is singing a lullaby Truly alive in a single full breath So soon, fading away Behind a million smiles A sparkling blue rain Drops in the open eyes Flowing without a trace Infiltrate the heart Novia, 2014
Puisi Lainnya
- Puisi Alam & Lanskap
- Puisi Kehidupan
- Puisi Cinta & Rindu
- Puisi Perpisahan & Kesedihan
- Puisi Manusia & Dunia
- Puisi Perjalanan
- Puisi Harapan
- Puisi Waktu & Kenangan
Musik Poetry Prairie
Dengarkan lagu puisi terbaru “Melipat Waktu“
