I recite a mantra a psychologist wrote me one day
“Aku mengasihi perasaan sendiri secara alami”
I wonder how accepting damage caused by others
still need myself to handle it alone
I’m collecting the tears of my cold heart
and brew it as a tea to sip for myself
It walks like clouds, my memories
and every song I sing silently in my heart
I will rise, unlike a storm but a delicate sunrise
wherever my heart may reside
MELAFALKAN SEBUAH MANTRA
Aku melafalkan sebuah mantra
yang pernah dituliskan seorang psikolog untukku:
“Aku mengasihi perasaan sendiri secara alami.”
Aku bertanya-tanya,
mengapa menerima luka yang ditorehkan orang lain
akulah yang harus menanggungnya sendiri
Aku mengumpulkan air mata dari hatiku yang dingin
lalu menyeduhnya jadi secangkir teh untuk kuminum sendiri
Kenangan berjalan seperti awan yang perlahan berarak
bersama setiap lagu yang kunyanyikan diam-diam di dalam hati
Aku akan bangkit, bukan seperti badai,
namun seperti fajar lembut, di mana pun hatiku memilih untuk bersemayam
© Poetry Prairie, 2022
Discover more from Poetry Prairie
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
