Kau di seberang layar,
aku di ujung malam yang sama
Antara kita, sinyal yang putus-putus
membawa suara
seperti surat yang dikirim lewat angin
Kita belajar mencintai
dengan cara baru,
menghitung jam
sebagai pengganti pelukan,
menyimpan foto
sebagai pengganti kehadiran
Meski rindu meyimpan luka
dalam percakapan sunyi
seperti cahaya selepas malam
yang tetap datang,
memeluk tanah yang kedinginan
Tak ada yang berubah
saat kau menyebut namaku
aku masih merasa digenggam
meski tanganmu berada, jauh di kota
tanpa napasku disana
THE DISTANCE WE HOLD
You, on the other side of a screen,
me, at the edge of the same night
Between us, a signal that keeps breaking
carries your voice
like a letter sent through wind
We are learning to love
in a new language
counting hours
in place of embraces,
keeping photographs
in place of presence
Though longing keeps its wound
inside a quiet conversation
like the light after nightfall
that still arrives,
holding the cold earth close
Nothing has changed
when you say my name
I still feel held,
even though your hands
are far away, in a city
where my breath doesn’t reach
Poetry Prairie ©2026
Poetry Prairie Journal
Temukan puisi-puisi indah lainnya di sini
Kirim Puisi Poetry Prairie
Kirimkan karya puisimu, mari berbagi puisi
Discover more from Poetry Prairie
Subscribe to get the latest posts sent to your email.
