Koleksi Puisi

Kategori Puisi

  • Terbakar di Pintu

    Perempuan itu menepi. Terbakar di dekat pintu dan rasa kangen yang ganjen gamang kemana gerangan dialamatkan? Sedangkan hujan kian jauh merantau pada diri lelaki yang membakar tembakau. Hai, hidup memang…

  • Dalam Diam

    Janganlah dulu kau pamit Janganlah dulu kau beranjak Malam waktu baru menyapa, Silahkan masuk katanya. Sunyi masih muda Alun angin masih menari-nari lincah dan kita berdua terduduk di sini di…

  • Poetry For Life “Dunia Rapuh Anak-Anak”

    Pertama-tama kami ucapkan terimakasih kepada peserta yang telah berpartisipasi. Semoga langkah kecil ini dapat membawa semangat di hati kita untuk selalu menyayangi anak-anak dan menentang segala bentuk kekerasan kepada mereka.…

  • Puputan

    segala mata di hadapan kaca itu meneteskan lukaatas luka yang dialamimu, dikkau hidup menopang luka yang ditancapkan lajang yang jalangatau kau pulang dengan membekaskan luka di tangan ibu bapakmu tangis…

  • Awan Untuk Ibu

    jangan menangisi pagi, busebab ia mati ketika mata kita terpejamsudah tidak ada tempat aman bagi putrimu malam, kini menjadi momok yang maha kejamkembang putrimu hilang ditelannyasampai meregang nyawa mungkin tempat…

  • Tragedi Tubuh-Tubuh Mungil

    Jerit tangis mengibaTeriakan lirih di sunyi malamGemerisik membangunkan dahan-dahan yang telah layuSejak petang hingga malam merambat kelamWajah-wajah yang mengacuhkanSedang ia melangkah terseok-seok sendirian Dimanakah letak pedulimu TuanGadis yang beranjak ranum…

  • Kembalikan Tawa Mereka

    Aku melihat senyum-senyum tercekatTawa yang berganti derai air mata kesuramanKecemasan, ketakutan, menghancurkan sisa keberanianDunia ceria itu kini bagai tinggal ceritaPermata harapan bangsaDilanda dilema dan nestapaAkibat ulah tangan manusia-manusia durhakaKeegoisan dan…

  • Dongeng Malam Ini, Adikku

    Dongeng apalagi yang ingin kaudengarkan, adikku? Sedang kau sudah tahu Putri Kaguya telah berpulang ke bulan, dan Malin Kundang kini tak ubahnya sebongkah nisan. Kancil dan sahabat-sahabatnya telah habis diburu…

  • Burung Patah Sayap

    dalam roda zaman yang tak henti memburu impian kausaksikan berlaksa burung patah sayap bayangan berjuta bocah yang kehilangan butiran harap kala pagi terbuka tataplah luka mereka menganga lama sudah terdera…

  • Puteri Salju

    Sebaiknya kutulis dongeng tentang putri salju yang  akhirnya menjadi setetes embun. Tahun ini, langit biru  yang mashur tengah masygul. Malaikat-malaikat kecil berdesakan membawa pulang cita-cita tentang bumi dan syurga. Di…

  • Tubuh-Tubuh Minim Dosa

    Tubuh-tubuh minim dosa terpenjara, menunggu hukuman-hukuman datang, dari saudara dan musuh bersifat binatang tidak kasat mata.Pintu hitam jeruji besi terbuka, bayangan hitam menghampiri, membawa kekerasan berteman kehinaan. Rambut panjang hitam…

  • Pada Sunyi Bintang Rinduku Terserak

    Banjarmasin, 7 Agustus 2016 ©Nur Ahmad Fauzi FM

  • Di Bawah Langit Agustus

    Mari bicarakan rindu (lagi) Yang datang secara tiba-tiba pun tanpa aba-aba Bukan salah siapa, hanya saja hadirnya memang nyata Walau tanpa terka Ada, di waktu menikmati pesona malam-Nya Pada rasi…

  • Cahaya Sirius Si Perangkai Canis Mayor

    Berjuta terang menghiasi gelap gulita Tak peduli akan takut pada malam Menghapus kian ribu mimpi buruk Merobek penuh ragu dalam sunyi Mencoba jauh lihat wajah langit Mengagumi kemegahan ciptaan Tuhan…

  • Quintet untuk Langit Malam

    Langit malam Selalu kaulah sesuatu yang menarik Tertaburi mereka yang selalu apik Di awal senja dengan bintik-bintik Di tengah gelap tampak laiknya manik-manik Langit malam Mereka adalah bagian dari dirimu…

  • Summer Triangle

    Altair, node of constellation has measured your wings incandescent eyes are floating in the sea of breeze recreate the brightest eyes inside the constellation’s lines a conference of billions of…

  • Spear

    A poem by Elizabeth Acevedo I want to share this poem, a piece that gives me the chill, the rage and tears.  I against every violence and sexual abuse. I…

  • Elysium

    dermaga kita semakin enggan menjelma penambat kapal itu. kapal itu adalah pelayaran kita yang kelak tersesat di antara uap laut, burung-burung camar, dan puisi-puisi cinta yang membajak lautan. -jendela lingkaran:…

  • Madah Perkawinan

    I menjelang matamu terpejam, kau tutup langit-langit pelataran kembara dengan wajah alam kesemestaanmu. tepat saat musim bersujud merubuhkan tiang lampu kota juga rumah-rumah kaca! II di muka dunia menyempit ini,…

  • Puisi Yang Jatuh Cinta

    * ada hari sayang. sebab ketika waktu tak bisa membuatku memelukmu, ada hari esok yang akan kutawarkan padamu. * aku mencintai pagi. yang dingin, keringat di dahi yang ditempel oleh…