Koleksi Puisi

Kategori Puisi

  • Hidupkan Cinta

    Hidupkah aku?  Saat langit menjemput cinta  Dialah segalanya  Rumah-rumah yang tak berpenghuni  Berdiri sendiri Darah yang mengalir secara berkala  Tanpa ampun waktu mencela jiwa  Payah kumenahan  Waktu yang pulang berpenumpang…

  • Winter-like Days

    I’ve slept during winter-like days cold silverish wind shredded my eyes and I saw everything white, cold and silent bursting through my tears, icing on the chin it was soundless,…

  • Endorfin

    Aroma tubuhmu telah lama aku simpan dalam bisik nadi Perahlah, ia begitu suci selayak air yang mengalir dalam pelukku. Sesekali aku pernah bermimpi menjadi keringat dalam perjalananmu Menjadi derak nafas…

  • Rindu

    Teruntuk bisikan angin berhembus merdu. Apa kabarmu? Sudah seabad tak kurasakan dinginnya kehadiranmu Teruntuk angin muson dari timur. Sedang dimana dirimu? Tak kulihat kau menunggu di pertigaan musim Teruntuk gumpalan…

  • Puisi Cinta Untuk Ayah

    Ayah, aku adalah salah satu dari dua nyawa yang pernah kau titipkan di rahim seorang perempuan Air susunya yang kuminum membawa pesan padamu bila ia boleh kembali, tentu takdir takkan…

  • Lentera Bahagia

    Lenteraku, Kau cairkan pilu Kau tenangkan resah Kau bungkam riuh dunia Lenteraku, Kau takkan bercahaya Menerangi indah denganku Dengan bayang lukanya yang mengiring

  • Sajak Seuntai Mawar

    Dik, di antara selipan kondemu telah kubenam rasaku Pada tiap kibasan helai rambutmu, Yang kau gelung serupa roda-roda kehidupan Sungguh dalam tiap lipatan kembenmu ada alegori-alegori Asmara sejarah peradaban manusia…

  • Jalan Sunyimu

    pagi adalah kepolosan yang menyeka air mata senja adalah kepulangan jiwa pada diam diam… yang menggetarkan jagad dalam petang kau dudukkan rasa

  • Senandung Cinta

    Aku adalah lentik bulu mata yang terjatuh di kelopakmu Aku adalah bulir air yang sedang terjatuh di pelipismu Aku adalah huruf yang bisa kau eja di dalam segala yang bisa…

  • Di Kotamu

    Di kotamu.. Ada senyum membius di ufuk pagi Merona terbakar ramahnya mentari Kepak sayap menggelora di tiap sudut jalan Memandang ke awan dan berseru “Di sinilah kan kugapai langitku!”

  • Kasmaran

    : Adisty Handayani Di dekatmu beliung di jantung mengamuk  Rindu runtuh iman remuk Darah berdesir-desir keringat saling menyihir  Ke hilir jiwaku riak cintamu silir-mengalir

  • Kita dan Antara Kita

    Jika cinta adalah rumah singgah, yang menumbuhkan dan meruntuhkan luh, dari cangkang mata. Jika air mata adalah patahan batu mulia, yang membuat leluasa untuk tetap menundukkan kepala. Jika menangis adalah…

  • Pentas Kita

    Hari ini, aku mencari wangimu di antara sekian aroma yang dikirim angin. Ingin kuberitahu kau, tentang puisi yang tumbuh dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, pandangan yang gagap, dan senyum yang kusembunyikan.…

  • Rindu Tak Berujung

    Desir bayu menyayat hati Menoreh waktu bisikkan rindu Berseloka sama dedaunan kering Menguak rasa terhempas layu Ruang waktu dinding pemisah Pembuncah asa bergelayut sepi Bagai jasad bicara tanpa makna

  • Catatan Pertemuan Luka

    Air jatuh menyapa tanah Silap mata Tuhan segala ketidakyakinan menjadi mungkin Seribu satu warna rasakan deras detak jantung Bak air mengalir hingga terhenti pada samudera Satu kata lima huruf satu…

  • Puisi Cinta Untuk Ayah

    Ayah, aku adalah salah satu dari dua nyawa yang pernah kau titipkan di rahim seorang perempuan Air susunya yang kuminum membawa pesan padamu bila ia boleh kembali, tentu takdir takkan…

  • Rayap dan Karatku

    Dari waktu yang memasungku pada aromamu, masih tak dapat aku dobrak, bahkan sepertinya pasungmu tuli terhadap lapuk, terhadap rayap yang kukirim tiap saat. Nafsu memalingkanmu tanpa ingin tahu padaku yang…

  • 00:00 Definisi Cinta

    kutelah ragu, kadang  jarum yang menikam di bilik jantung  padahal namanya adalah rindu  telah lama bisu di situ, setiap detaknya  harmoni dan empedu  tak tahu,  dasar tebing mana, atau sekecil…

  • Sekembalinya Engkau Dari Utara

    Mari kita binasa di utara hutan Sumatra Sebagai perayaan cinta seribu patah hari Sekembalinya engkau bermigrasi melewati Cina Selatan yang sunyi Kecupan di pundak kian meradang dibelai-belai angin laut Dan…

  • Ayah Halimah

    Ayah, ini Halimah Ini putrimu yang berkalung bunga rumput Dan kau tahbiskan putri mahkotamu Pada sesungging senyum terhangat di belahan tropis Halimah ini tak cantik, ayah Tak secantik lima tahun…