Burung Patah Sayap


dalam roda zaman yang tak henti memburu impian
kausaksikan berlaksa burung patah sayap
bayangan berjuta bocah yang kehilangan butiran harap

kala pagi terbuka tataplah luka mereka menganga
lama sudah terdera mala lantaran ditelantarkan induknya
lantaran dipeluk kemiskinan didekap kelaparan
lama sudah tertimpa kekerasan tertindih kesiasiaan
lantaran harga dirinya telah dirampok kawanan durjana

dalam pusaran jentera waktu yang tiada kenal terminal
kausaksikan berjuta pipit yang terjepit
di antara keruwetan ranting kehidupan yang pahit

siapa masih bisa mendengar cericit isakan mereka
di antara hutanhutan perburuan yang kian meranggas
dalam kemarau panjang dan musim yang tak lagi bersaudara
masih adakah semburat cinta kasih seribu ikhlas
buat meruwat timbunan beban derita tak lepaslepas

burungburung patah sayap tak henti rindukan lazuardi
namun tak bisa terbang lagi menggapai awan
adakah engkau yang bakal memberinya tangga jangkauan?


2016, bumi bagelen


Penulis: Soekoso DM

Lahir 1949 di bumi Bagelen Purworejo dalam zodiak Cancer. Menulis sejak 1970-an, mayoritas puisi, dipublikasikan di berbagai media Daerah dan Nasional. Pernah memenangkan lomba Cipta Puisi “Puisi Antikekerasan” (KSI Jakarta, 2001), dan cerpen “Lerak” – nya dinyatakan terbaik pada lomba Cipta Cerpen 2012  versi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia (Kediri, 2012).   

Kutangkutang (Terbitan sendiri, 1978), Bidakbidak Tergusur (Kopisisa, 1987) Waswaswaswas Was! (Kopisisa, 1996), Sajaksajak Tanah Haram (Kopisisa, 2004), dan Decak dan Derak (Elmatera Yogya, 2014) adalah antologi puisi tunggalnya. Yang lain terserak di lebih 25 antologi puisi campursari di berbagai penerbitan. al. Jentera Terkasa (Dewan Kesenian Jateng, 1996) Narasi 14 Hari (KSI Jakarta, 2001), Kakilangit Kesumba (Kopisisa, 2009), Antologi Puisi 3 bahasa Equator (Yayasan Cempaka, Yogyakarta, 2011), dan Antologi Puisi Menolak Korupsi II.b (Forum Sastra Surakarta, 2013) dan Memo Anti Terorisme (Forum Sastra Surakarta, 2016)

Pernah bacakan karyanya di Semarang, Yogya, TBS-Solo, dan Pusdok. Sastra HB Yassin TIM Jakarta. Sejumlah puisinya diaransir jadi koleksi lagu Sanggar Seni Islami Serambi Bagelen - Purworejo, pimpinan H.Dandung Danadi.

Sejak 28 April 1979 hingga kini menakhodai Kelompok Peminat Seni Sastra “KOPISISA” Purworejo, sebuah forum ‘gosok-gasak-gesek’ sastra nirlaba di Purworejo, disamping giat di beberapa organisasi sosbud lainnya.

E-mail: www.soekoso_dm@yahoo.co.id

Harapan

17 tahun paska Reformasi (1998) anak-anak kita nyaris ‘kehilangan’ Pancasila, maka sejak kini kepada mereka dan generasi mendatang musti  ditanam-suburkan kembali nilai-nilai Pancasila di hati dan benak mereka, agar kelak menjadi kader bangsa dan patriot sejati yang memiliki kepribadian Indonesia yang teguh, sebagai penyangga eksistensi dan kejayaan bangsa – negara di masa yang akan datang.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s