Bagaimana caranya sebuah perjalanan terlepas dari barisan ingatan? Tak mungkin, dan tak pernah mungkin. Ada saatnya kita tak bisa menghapus apa yang menghantui dinding hati, seperti sayap Icarus di langit biru. Sayap putih yang tersambung dari jahitan luka, melambung tinggi di bawah matahari. Dan kita melupakan peringatan yang dibangun sejak dini karena hanya ingin bahagia sedikit saja. Bebas seperti burung pelayang menari-nari.
Cahaya matahari bisa menjadi penerang, bisa menjadi pedang. Sayap Icarus di punggungku kembali goncang. Matahari melelehkan lilin penyambung sayap dan tubuh yang merambah angkasa sesukanya. Seperti Icarus, takdirku ada di antara langit dan samudra. Jatuh menjauh dari awan-awan, dan terhempas di permukaan gelombang biru. Di dalam samudra itu ada kematian yang selalu menghiasi mataku. Selalu, aku menemukanmu di antara sayap yang luruh di lautan.
ICARUS’ WINGS
How can a journey be fall out from the row of memories? Impossible, and never truly possible. There are times we cannot erase what haunts the walls of the heart, like Icarus’ wings in the blue sky. White wings are connected by the sutures of wounds, soaring high beneath the sun. And we forget the warnings that were built earlier because we only wanted to feel a little joy. Free like a dancing bird.
Sunshine can be the light, but can also be a sword. Icarus’ wings on my back tremble once again. The sun melts the wax that braids the wings and the body that roams to the sky at its pleasure. Like Icarus, my fate lies between the sky and the ocean. Falling off the clouds, crashing on the surface of the blue waves. There’s a death on the ocean which always adorns my eyes. Always, I find you among the wings that have fallen into the sea.
©Poetry Prairie, 2025