The Night We Became Ghosts

That night,
we didn’t speak of leaving
We folded our silences
like old letters
and placed them between the pillows
You touched my face
 like you were memorizing the absence
 that would come after
And I watched you become less
Not vanish—
but fade,
like a shadow stepping away
from its source

Syukur Yang Menyala

Ketika pagi datang dengan cahaya
adakah syukur yang kita nyalakan?

Mungkin syukur bukan semata tentang
memiliki lebih banyak, melainkan menyadari
betapa banyak yang tetap tinggal
ketika kita hampir kehilangan segalanya

Seteguk air pereda dahaga,
napas yang masih pulang ke dada,
mata yang menjadi jendela kepada dunia,
sepasang kaki yang masih sanggup
membawa kita melewati hari

Di luar, daun-daun
bergoyang tanpa pernah menghitung
berapa banyak angin yang datang
burung-burung bernyanyi
tanpa meminta pagi
membalas suaranya

Malam Puisi Tangerang: “Musim yang Kita Ciptakan Sendiri” Hadirkan Sutardji Calzoum Bachri dan Ahmadun Yosi Herfanda

Malam Puisi Tangerang
Tema: Musim yang Kita Ciptakan Sendiri
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026
Waktu: 19.30 WIB – selesai
Lokasi: Semanggi Center
Pengisi acara: Sutardji Calzoum Bachri & Ahmadun Yosi Herfanda
Narahubung Gita – 0896-5355-8394

Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu Dee Lestari di Penutupan Festival Sastra Yogyakarta 2026

Mata Badai: Pentas Tutur Puisi Lagu
Dee Lestari
Sabtu, 29 Agustus 2026
19.30 WIB–selesai
Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta
Gratis
Pertunjukan ini menjadi bagian dari Penutupan Festival Sastra Yogyakarta 2026, bersama Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026 dan penampilan Kiai Kanjeng.

Arah Kehidupan

Kita tak tahu kapan mata terbuka
dari kehampaan dunia yang bergulir
sepasang mata bayi yang mencari cahaya
tanpa pertanyaan ataupun kenangan

Adakah janji dan sumpah telah tertatah
dalam inti jiwa, digaungkan pada saksi-saksi
hingga lenyap di rahim ibu
dengan dengungan kidung-kidung sayu

Mereka yang lahir dalam kedamaian
meraih berkah yang tak akan teringat
dan mereka yang terlahir dalam marabahaya
akan menanggungnya selamanya

Writer’s Soiree: Merangkai Luka Menjadi Kata di Galeri Indonesia Kaya

Bagaimana jika luka tidak harus dipendam, tetapi diubah menjadi puisi? Writer’s Soiree “Merangkai Luka Menjadi Kata” hadir di Galeri Indonesia Kaya pada 26 Agustus 2026. Bersama Jakarta Poetry Slam, sesi ini mengajak siapa pun mengolah pengalaman yang menyakitkan menjadi kata, metafora, dan karya yang bermakna.

The Art of Slam Poetry II: Workshop Slam Poetry Bersama Lizzie Chan

Bagaimana membuat puisi tidak hanya terdengar, tetapi terasa? The Art of Slam Poetry II hadir di Galeri Indonesia Kaya pada 23 Agustus 2026 bersama Lizzie Chan. Mengusung tema Finding the Rhythm, kelas ini mengajak peserta mengeksplorasi tempo, jeda, suara, dan penekanan untuk menghidupkan puisi di atas panggung.

Forum Dramaturgi Jakarta Edisi 6 “Dari Puisi ke Dramaturgi”

Apa yang terjadi ketika puisi meninggalkan halaman dan menemukan tubuh, suara, serta ruang di atas panggung? Forum Dramaturgi Jakarta (FDJ) Edisi 6 mengangkat tema Dari Puisi ke Dramaturgi, membahas bagaimana puisi dapat bertransformasi menjadi peristiwa teater melalui teks, tubuh, suara, dan berbagai strategi dramaturgi.

Melipat Waktu

Kopi di meja mulai dingin, tak tersentuh
Di luar jendela, langit runtuh jadi peluh
Orang-orang berlari mengejar bayangannya sendiri
Sementara kita di sini, merajut sepi yang abadi

Jam dinding itu berisik, menghitung sisa napas
Kaki-kaki lelah melangkah di atas aspal panas
Mereka lupa cara melihat matahari terbenam
Terlalu sibuk menyalakan lampu yang temaram

Jakal Bookshop Festival 2026

Jakal Bookshop Festival 2026 menghadirkan perayaan toko buku independen di sepanjang Jalan Kaliurang, Yogyakarta, pada 21–30 Agustus. Lebih dari sekadar festival buku, acara ini menjadi ruang pertemuan pembaca, penulis, penerbit, dan komunitas untuk merayakan ekosistem literasi dan kebudayaan.

Jarak Dalam Genggaman

Kau di seberang layar,
aku di ujung malam yang sama
Antara kita, sinyal yang putus-putus
membawa suara
seperti surat yang dikirim lewat angin

Kita belajar mencintai
dengan cara baru,
menghitung jam
sebagai pengganti pelukan,
menyimpan foto
sebagai pengganti kehadiran

Meski rindu meyimpan luka
dalam percakapan sunyi
seperti cahaya selepas malam
yang tetap datang,
memeluk tanah yang kedinginan

Tak ada yang berubah
saat kau menyebut namaku
aku masih merasa digenggam
meski tanganmu berada, jauh di kota
tanpa napasku disana

Lomba Baca Puisi: Piala Taufiq Ismail 2026

DL: 5 Oktober 2026

Semarak Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Taufiq Ismail 2026

Ajang bergengsi tingkat nasional kembali digelar bagi para pecinta sastra di Indonesia. Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Taufiq Ismail, sastrawan yang diusulkan HISKI dan Minang Diaspora sebagai Calon Penerima Nobel Sastra, resmi diselenggarakan untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat di bidang seni baca puisi.

Ruang Antara Doa

Aku tidak selalu tahu
kepada siapa aku berbicara
ketika menutup mata
di tengah keramaian

Mungkin bukan kepada siapa-siapa,
Mungkin hanya kepada ruang
yang selalu ada
menunggu tanpa perlu dijawab

Doa, bagiku,
bukan permintaan
yang harus dikabulkan
tapi jeda
yang mengajarkan
bagaimana caranya diam
tanpa merasa sendirian

Di situlah aku percaya
Tuhan tidak selalu hadir
sebagai jawaban,
kadang Ia hadir
sebagai ruang
yang membuatku berani bertanya
untuk menemukan jalan
yang Ia persiapkan