Di balik belukar,
melati kecil menyala mahkotanya
di antara daun-daun liar,
seolah bulan meninggalkan
serpih cahayanya
Embun masih menyimpan
bisikan malam di kelopaknya
sementara angin menyusup perlahan
membawa aroma
yang tak bernama
*where poems bloom endlessly
Di balik belukar,
melati kecil menyala mahkotanya
di antara daun-daun liar,
seolah bulan meninggalkan
serpih cahayanya
Embun masih menyimpan
bisikan malam di kelopaknya
sementara angin menyusup perlahan
membawa aroma
yang tak bernama
DL: 5 Oktober 2026
Semarak Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Taufiq Ismail 2026
Ajang bergengsi tingkat nasional kembali digelar bagi para pecinta sastra di Indonesia. Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Taufiq Ismail, sastrawan yang diusulkan HISKI dan Minang Diaspora sebagai Calon Penerima Nobel Sastra, resmi diselenggarakan untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat di bidang seni baca puisi.
Aku tidak selalu tahu
kepada siapa aku berbicara
ketika menutup mata
di tengah keramaian
Mungkin bukan kepada siapa-siapa,
Mungkin hanya kepada ruang
yang selalu ada
menunggu tanpa perlu dijawab
Doa, bagiku,
bukan permintaan
yang harus dikabulkan
tapi jeda
yang mengajarkan
bagaimana caranya diam
tanpa merasa sendirian
Di situlah aku percaya
Tuhan tidak selalu hadir
sebagai jawaban,
kadang Ia hadir
sebagai ruang
yang membuatku berani bertanya
untuk menemukan jalan
yang Ia persiapkan
Ada masa ketika sastra terasa memiliki ruang yang lebih luas dalam kehidupan publik: dibicarakan di halaman koran, diperdebatkan di ruang-ruang … More
Aku menyimpan warna-warna kecil
di telapak tangan
biru dari langit masa kecil,
cokelat dari tanah rumah lama,
kuning dari cahaya
yang jatuh di meja makan
saat semua orang masih ada
Warna-warna itu tidak pernah benar-benar hilang,
hanya berpindah tempat
dari mata, ke ingatan,
dari ingatan, ke cara aku mencintai
hal-hal kecil hari ini
Barangkali begitulah kenangan bekerja
ia tidak meminta kita kembali,
ia hanya meminta kita membawa
sedikit warnanya,
ke mana pun kita pergi
Jam dinding di ruang tunggu
tidak pernah lelah bertanya,
sudah sampai mana kau
dengan hidupmu sendiri?
Kita sering menjawabnya
dengan kesibukan
seolah bergerak cepat
sama dengan bergerak maju
Rayakan Bulan Kemerdekaan Indonesia bersama Open Mic Night dari Indus Supper Club – Edisi Merdeka. Kemerdekaan tidak selalu hadir dalam … More
Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau
Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu
Mungkin kita juga begitu
Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir
Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti
Mist keeps the valley’s secretswhile the flowers open quietlyas if hope needs no witness Beneath the pale and waking skysomething … More
You do not need to bloom overnight,even the meadow greets the sunone blade of grass at a time Becoming yourselfis … More
I am a teardrop in the ocean
a diamond-like salt,
dissolved
by the movement of waves
fierce and strong
and I’m flowing under the surface
beneath little curls
of ocean swirls
Jakarta kembali menghadirkan ruang perjumpaan bagi para penulis, pembaca, penerjemah, ilustrator, dan pegiat literasi melalui Pekan Sastra Jakarta 2026 yang … More
Mati seruni,
di bawah ambang air mata
tak pernah menyentuh udara
Dingin hati,
diseduh hujan yang mengisi mata
diam tak jatuh ke tanah
Untuk kau yang sedang menemukan jalan kembali
ke bagian dirimu yang lama hilang,
semoga perjalanan itu tidak perlu terburu-buru
Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana
Dari Tepian Danau Toba, Sastra Membaca Sumatra Di tengah lanskap Danau Toba yang tenang, kata-kata kembali menemukan rumahnya. Balige Writers … More
Biji-biji pecah di rekah bumiDi tempat paling keras, kita mendamba lahirnya harapan Di ruang-ruang sunyi, atau tanah-tanah konflikTempat manusia mati … More
Komunitas sastra kembali menghadirkan ruang temu bagi para penulis, penyair, dan penikmat sastra melalui Mimbar Sastra Kita #02 bertajuk “Desir … More
Tanggal Pelaksanaan:23 – 30 Agustus 2026Lokasi:Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta Penyelenggara & Pendukung: * Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Pemerintah Kota … More
Deadline: 15 Agustus 2026 Penyelenggara / Pendukung: Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin Piala H.B. Jassin … More