Warna Yang Tertinggal di Telapak Tangan

Aku menyimpan warna-warna kecil
di telapak tangan
biru dari langit masa kecil,
cokelat dari tanah rumah lama,
kuning dari cahaya
yang jatuh di meja makan
saat semua orang masih ada

Warna-warna itu tidak pernah benar-benar hilang,
hanya berpindah tempat
dari mata, ke ingatan,
dari ingatan, ke cara aku mencintai
hal-hal kecil hari ini

Barangkali begitulah kenangan bekerja
ia tidak meminta kita kembali,
ia hanya meminta kita membawa
sedikit warnanya,
ke mana pun kita pergi

The River Keeps Flowing

Pagi merentang di atas sungai,
membawa cahaya
yang pecah menjadi
ribuan kilau

Air mengalir tanpa putus
melewati batu-batu,
menyentuh akar yang karam,
membawa pergi
daun-daun yang telah selesai
menulis kisah waktu

Mungkin kita juga begitu

Ada yang harus kita genggam,
ada yang harus kita lepaskan,
dan ada jalan
yang hanya bisa ditemukan
setelah kita berani mengalir

Seperti sungai yang tidak pernah
sampai ke laut
dengan tergesa-gesa
menuju akhir yang sedari awal
setia menanti

Penyair Sejati

Apa yang begitu berharga dalam kehidupan?
Mata manusia mendulang cahaya emas
dan kemegahan batu-batu yang terus didaki
Dada terbelah dalam aliran waktu
diserbu ingatan tetes keringat yang berjatuhan
memoles kelahiran menuju jalan kejayaan
menyepuh tubuh dengan lapis kebahagiaan yang fana